
Bengkalispos.com- Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan setelah munculnya kasus keracunan yang terjadi di beberapa wilayah. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan komitmennya untuk melakukan penilaian guna kepentingan bersama.
"Seluruh pemerintah sangat khawatir dan menyampaikan belasungkawa kepada siswa serta keluarga yang terkena dampak. Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama kami (Pemerintah)," ujar Muhaimin Iskandar.
Muhaimin menegaskan bahwa evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan akan meliputi seluruh tahap pelaksanaan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyaluran yang dilakukan oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
"Sertifikat kebersihan dan kesehatan, sertifikat halal, serta bukti penggunaan air yang layak tidak boleh dianggap sebagai pilihan. Hal ini menjadi kewajiban yang harus ditegakkan di seluruh dapur MBG," ujar Muhaimin.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai kasus ribuan anak yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis di sekolah.
"Alhamdulillah, pertama-tama kami dari IDAI mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam terhadap jatuhnya ribuan korban anak-anak akibat keracunan makanan gratis di sekolah," kata Piprim.
Piprim menegaskan bahwa kejadian yang terjadi bukanlah alergi makanan seperti yang sempat diperkirakan, melainkan keracunan. Ia juga menyampaikan rasa prihatin terhadap kasus ribuan anak yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis di sekolah.
"Jika yang mengalami reaksi hanya satu atau dua anak setelah makan dalam jumlah banyak, kemungkinan besar ini adalah alergi makanan. Namun, jika semua korban mengalami gejala secara bersamaan setelah mengonsumsi makanan yang sama, ini bisa kita pastikan sebagai kejadian keracunan makanan," ujar Piprim. ***