
Bengkalispos.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan ke Belanda menghasilkan beberapa pencapaian penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Salah satunya adalah pengembalian 30.000 benda bersejarah yang sebelumnya dibawa dari Indonesia.
"Di Belanda saya diterima dengan sangat baik oleh Raja, dan Belanda mengembalikan 30 ribu barang peninggalan yang mereka bawa dari Indonesia kepada kami," kata Prabowo di Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Prabowo menganggap tindakan Belanda tersebut menunjukkan niat baik serta komitmen dalam menjaga hubungan yang erat antara kedua negara. “Saya rasa etika baik dari pihak Belanda ingin menjaga hubungan yang baik dengan kita,” katanya.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa Ratu Belanda akan mengunjungi Indonesia pada 25 November mendatang. Ratu yang menurutnya memiliki keahlian di bidang keuangan, direncanakan akan berjumpa dengan para ahli keuangan Indonesia.
"Ratu Belanda juga merupakan seorang ahli di bidang keuangan dan akan datang ke sini pada tanggal 25 November untuk berdiskusi dengan para ahli keuangan kami," ujar Prabowo.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sama yang baru dalam upaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. "Bagaimana cara membantu keuangan rakyat yang belum paham dan belum terampil dalam hal keuangan akan didukung oleh PBB dan lainnya. Saya kira itu saja," kata Prabowo.
Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes menyampaikan bahwa Belanda akan mengembalikan koleksi fosil dari masa kolonial ke Indonesia.
Berdasarkan kesimpulan dari komite penasihat independen bahwa fosil-fosil tersebut diperoleh secara ilegal pada masa kolonial. Keputusan pengembalian ini juga telah disampaikan melalui surat yang ditulis oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, kepada pemerintah.
Koleksi yang ditemukan di Indonesia pada akhir abad ke-19 saat ini diurus oleh Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis di Leiden, Belanda. Koleksi tersebut meliputi sebuah tulang tengkorak, satu gigi geraham, dan sebuah tulang paha yang terkait dengan Homo erectus, spesies penting dalam proses evolusi manusia.
Rekomendasi komite tersebut didasarkan pada penelitian yang mendalam dan teliti. Kami akan bekerja sama dengan Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis serta mitra-mitra di Indonesia dengan semangat yang sama untuk mengelola pengembalian ini dengan baik," Moes dalam pernyataannya.
Komisi Pengumpulan Kolonial yang independen merekomendasikan pengembalian tanpa syarat setelah penyelidikannya menyimpulkan bahwa koleksi tersebut tidak pernah secara sah menjadi milik Belanda.
Komisi menyimpulkan bahwa situasi pengambilan fosil tersebut tampaknya dilakukan tanpa persetujuan penduduk setempat, yang bagi mereka fosil-fosil itu memiliki makna spiritual dan ekonomi. Komisi juga menemukan adanya tindakan paksa dalam mengidentifikasi lokasi penambangan. "Rekomendasi menyeluruh ini memberikan wawasan hukum baru, sehingga restitusi menjadi pilihan yang tepat," ujar Marcel Beukeboom, direktur umum Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis.