Bencana Hidrometeorologi Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Diakui Nasional, BNPB: Cuma Viral di Media Sosial -->

Bencana Hidrometeorologi Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Diakui Nasional, BNPB: Cuma Viral di Media Sosial

30 Nov 2025, Minggu, November 30, 2025

Bengkalispos.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan alasan mengapa banjir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa penetapan status bencana nasional memiliki kriteria tertentu dan sangat jarang diberlakukan.

"Status bencana nasional yang pernah diumumkan oleh Indonesia hanya terjadi pada Covid-19 dan Tsunami 2004. Hanya dua kejadian tersebut yang dianggap sebagai bencana nasional. Setelah itu, meskipun terjadi bencana besar seperti gempa Palu, gempa NTB, dan gempa Cianjur, semuanya tidak dinyatakan sebagai bencana nasional," ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).

Ia menjelaskan bahwa penentuan status bencana nasional mempertimbangkan berbagai aspek, terutama jumlah korban dan tingkat kesulitan dalam mencapai lokasi bencana. Menurutnya, kondisi banjir yang tampak menakutkan di media sosial tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang sebenarnya di lapangan.

"Dari tingkat korban dan kesulitan akses, rekan-rekan media dapat membandingkannya dengan kejadian yang terjadi saat ini. Memang kemarin terlihat menegangkan di media sosial, tetapi ketika sampai di lokasi, keadaan sudah lebih terkendali dan tidak hujan," ujarnya.

Suharyanto menegaskan bahwa bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut saat ini masih dalam status bencana daerah tingkat provinsi. Ia menambahkan, kondisi yang paling membutuhkan perhatian saat ini berada di Tapanuli Tengah, sementara wilayah lainnya cenderung lebih stabil.

"Saya tidak perlu menyampaikan apakah diperlukan status darurat bencana nasional atau daerah. Namun untuk saat ini, statusnya tetap berupa bencana daerah tingkat provinsi," katanya.

Berdasarkan laporan BNPB, menurut Suharyanto, jumlah korban jiwa akibat bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 303 orang. Selain itu, ribuan penduduk harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena kerusakan permukiman dan terputusnya akses jalan.

Sementara itu, sebanyak 48.887 kepala keluarga mengungsi, terutama di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil. Sedangkan di Sumatera Barat, terdapat 11.820 kepala keluarga yang mengungsi, khususnya di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Selanjutnya, sebanyak 3.840 keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara.

TerPopuler