






Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor setelah siklon tropis menghantam wilayah Sumatera, Indonesia pada Kamis (27/11). Bencana tersebut merusak rumah-rumah warga dan memaksa ribuan orang mengungsi.
Menurut otoritas setempat, badai tropis itu menghancurkan wilayah paling barat Indonesia, membanjiri daerah sekitar Selat Malaka dan menyebabkan banjir serta tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 61 orang. Jumlah korban dikhawatirkan terus meningkat karena hujan belum reda dan sekitar 100 orang masih dilaporkan hilang.
Komunikasi dan listrik terputus di sejumlah titik, sementara akses menuju daerah yang paling parah terdampak juga terblokir, kata Yuyun Karseno, pejabat Badan Penanggulangan Bencana di Sumatera Utara.
Hingga saat ini, 12.000 penduduk telah dievakuasi, dan masih banyak lagi yang menunggu bantuan dari tim penyelamat di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
Bencana banjir di Indonesia terjadi bersamaan dengan serangkaian cuaca ekstrem yang melanda Asia Tenggara pekan ini. Di Thailand dan Malaysia, lebih dari 30 orang dilaporkan tewas akibat banjir.
