Gubernur Banten Andra Soni Harapkan Pulau Lima Jadi Penyumbang Wisata di Banten -->

Gubernur Banten Andra Soni Harapkan Pulau Lima Jadi Penyumbang Wisata di Banten

30 Nov 2025, Minggu, November 30, 2025

Bengkalispos.com- Gubernur Banten Andra Soni mengakui bahwa Provinsi Banten belum menjadi prioritas utama dalam kunjungan wisata. Padahal, provinsi ini memiliki berbagai keunggulan seperti jarak yang dekat dengan Jakarta serta menyediakan beragam destinasi wisata mulai dari pantai hingga pegunungan.

Saat mengunjungi Pulau Lima, ia juga mengapresiasi para investor Pulau Lima karena tetap menjaga kearifan lokal. Salah satunya adalah adanya makam leluhur yang terus dijaga di kawasan Pulau Lima.

"Saya juga melihat ada masjid yang terapung. Istilahnya, kalau berwisata di sini, layanan lengkap. Semua tersedia, anak-anak bisa berenang di laut, bisa berenang di kolam, para bapak bisa menangkap ikan, bermain jetski, bahkan bisa bermain banana boat," ujar Andra di Pulau Lima, Banten, Sabtu (29/11).

Ia menekankan, kehadiran Pulau Lima Resort diharapkan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Banten serta menjadi pemicu peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) di sektor pariwisata.

"Wisatawan dari Jabodetabek menjadi pasar terbesar untuk wisata laut di Provinsi Banten, yang menekankan akses yang mudah, kebersihan pantai, keamanan dalam aktivitas laut, pengalaman liburan yang lengkap, serta daya tarik visual yang menarik," ujarnya.

Gubernur Andra juga menyampaikan apresiasinya terhadap desain Pulau Lima yang mempertimbangkan preferensi dan tingkah laku para pengunjung sambil tetap menjaga prinsip keberlanjutan lingkungan. “Kami berharap Pulau Lima Resort serta seluruh kawasan pesisir Banten memiliki citra yang kuat sebagai West Coast Paradise, destinasi utama wisata laut di wilayah barat Pulau Jawa,” katanya.

Destinasi wisata bahari Banten memiliki ciri khas yang menonjol, misalnya Anyer Carita sebagai kawasan rekreasi keluarga, Tanjung Lesung sebagai eco-resort premium, Pantai Sawarna dan Pantai Bagedur untuk kegiatan camping serta olahraga, Pulau Tunda sebagai pusat penyelaman dan perlindungan alam, serta Pulau Lima sebagai ikon wisata laut yang modern dan cocok untuk media sosial.

Menurutnya, pengembangan wisata Banten menempatkan pengalaman sebagai hal utama. Sampai saat ini, keberhasilan suatu destinasi tidak lagi ditentukan hanya oleh keindahan alam atau fasilitas fisik, tetapi kemampuan dalam menciptakan kenangan bagi para pengunjung.

"Kesan mendalam yang dirasakan oleh wisatawan menjadi dasar terbentuknya kunjungan kembali, yaitu keinginan untuk kembali mengunjungi destinasi kita. Ketika para pengunjung pulang dengan kesan yang kuat, mereka tidak hanya menjadi tamu biasa tetapi juga menjadi agen promosi alami yang menyebarkan informasi positif tentang wisata Bahari Banten. Loyalitas dari para wisatawan ini akan memperkuat kelangsungan destinasi serta mempercepat perkembangan ekonomi wilayah," ujarnya.

Gubernur Andra berharap Pulau Lima menjadi pilihan utama bagi masyarakat Banten, Jabodetabek, serta berbagai wilayah di Indonesia dalam menikmati wisata yang terpadu.

Di sisi lain, Harryadin Mahardika, Principal Pulau Lima Resort, menyampaikan bahwa dibukanya Pulau Lima Resort menjadi kesempatan penting bagi pemulihan pariwisata laut di Provinsi Banten.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Lima sebagai kawasan pariwisata didasari alasan sejarah yang kuat. Pulau ini pernah tercatat sebagai Pangkalan Angkatan Laut Kesultanan Banten.

"Mungkin para jenderal besar armada Banten dibesarkan, dididik, dilatih, dan mungkin juga dikuburkan di sini. Jadi pulau ini memiliki keistimewaan, karena sejarah yang kuat. Saya percaya tanah yang memiliki keistimewaan, memberi isyarat kepada masyarakat untuk melanjutkan kemakmuran masa lalu," ujar Harryadin.

Mengingat sejarah kejayaan armada laut Banten di masa lalu, Harryadin berharap Pulau Lima akan menjadi sumber perkenikan baru. “Menjadi salah satu sumber kejayaan baru, Insya Allah bagi industri pariwisata laut khususnya di Provinsi Banten,” katanya.

Harryadin menekankan bahwa pembangunan Pulau Lima Resort yang akan dibuka pada 1 Desember 2025 ini dilakukan melalui proses yang panjang dan penuh pertimbangan. Konsepnya bukan hanya sebagai pulau wisata, tetapi destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

Salah satu tindakan nyata adalah pemanfaatan energi ramah lingkungan dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurutnya, Pulau Lima dapat menjadi contoh dalam pengelolaan dan penyediaan listrik mandiri.

"100 persen dari PLTS, itu harapan kami. Saat ini memang belum mencapai 100 persen, sedang dalam proses pembangunan. Insya Allah kami akan mengembangkan hingga kapasitasnya mencapai 200 KVA. Dan hal ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Pulau Lima. Kelak kami akan menjadi pulau pertama di Provinsi Banten yang sepenuhnya mandiri listrik dan menggunakan energi bersih," katanya.

Selain pasokan listrik, pengelolaan air juga dilakukan menggunakan teknologi canggih, yaitu reverse osmosis. Bahkan, program penanaman pohon semakin diperkuat.

"Kami juga menanam tanaman baru di Pulau Lima, agar terjadi penanaman pohon dan melindungi serta menjadi tempat tinggal bagi makhluk laut dan hewan-hewan yang biasa mampir ke sini," ujarnya.

TerPopuler