Hizbullah Janjikan Balas Dendam atas Pembunuhan Al-Tabatabai -->

Hizbullah Janjikan Balas Dendam atas Pembunuhan Al-Tabatabai

29 Nov 2025, Sabtu, November 29, 2025

Bengkalispos.com.CO.ID, BEIRUT – Pembunuhan Komandan Haitham Ali al-Tabatabai dan rekan-rekannya dianggap sebagai "tindakan agresi yang terbuka dan tindakan keji," kata Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem. Ia menegaskan bahwa Hizbullah berhak merespons dan akan memilih waktu yang sesuai dengan keinginannya.

Berbicara dalam acara peringatan kematian syahid pemimpin tersebut beserta empat rekannya, ia menyatakan bahwa "tujuan pembunuhan belum dan tidak akan tercapai, serta kami akan tetap mengikuti jalan yang sama."

Pada 23 November, "Israel" melakukan serangan udara terhadap sebuah gedung tempat tinggal di wilayah Selatan Beirut, yang mengakibatkan kematian Komandan Staf Hizbullah Haitham Ali al-Tabatabai beserta empat rekan lainnya.

Naim Qassem berjanji pada malam Jumat untuk merespons pembunuhan pemimpin Haitham Ali Tabatabai oleh Israel "pada waktunya". Ia mengimbau pemerintah Lebanon menyusun strategi untuk menghadapi Israel.

"Ini adalah serangan yang jelas dan tindakan keji. Kami memiliki hak untuk meresponsnya, dan kami akan menentukan waktunya," katanya dalam pidatonya di televisi.

Ia menyebutkan adanya campur tangan dan mata-mata Israel, dengan berkata, "Kita berada dalam lingkungan yang terbuka karena liputan internasional dan kedatangan warga asing, bahkan beberapa intelijen Arab, yang sayangnya semuanya membantu memberikan data yang diinginkan musuh Israel."

Sumber keamanan Lebanon mengonfirmasi kepada Aljazirah bahwa Tabatabai – yang menjadi target empat hari lalu di sebuah bangunan perumahan di Haret Hreik, bagian selatan Beirut – merupakan komandan militer Hizbullah setelah Fouad Shukr, yang tewas tahun lalu.

Al-Tabatabai lahir pada tahun 1968. Ayahnya berasal dari Iran dan ibunya dari Lebanon. Ia tumbuh di wilayah selatan Lebanon sebelum memasuki Hizbullah saat masih muda. Namun, namanya pertama kali muncul dalam pemberitaan media pada tahun 2015 setelah ia berhasil selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel di kota Quneitra, Suriah, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan, menurut sumber media Lebanon.

Pembunuhan terjadi ketika Israel secara berulang kali melakukan serangan, khususnya di wilayah selatan Lebanon. Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Hizbullah memulihkan kemampuan militer mereka, sementara tekanan Amerika terhadap tentara Lebanon semakin meningkat untuk mempercepat proses demiliterisasi partai tersebut, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.

Qassem menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada rencana pelucutan. "Senjata kami menghalangi rencana Israel, dan siapa pun yang berusaha melucuti senjata [perlawanan] berada di tangan Israel."

Konflik Israel-Hizbullah dalam Angka - (Bengkalispos.com)

TerPopuler