
Laporan Jurnalis Ambon.com, Ummi Dalila Temarwut
NAMLEA,AMBON.COM - Kondisi bangunan Laboratorium IPA di SMP Negeri 48 Buru, Desa Persiapan Waetosi, Kecamatan Teluk Kaiely, hingga kini masih terbengkalai meski telah dikerjakan sejak tahun 2022.
Proyek tersebut tak pernah terselesaikan dan membuat proses belajar siswa menjadi terhambat.
Kepada Ambon.com, Plt. Sekretaris BEM Universitas Iqra Buru, Jamal Nukuhehe, mengungkapkan keprihatinannya.
“Kami telah berdiskusi dengan kepala sekolah SMPN 48 Buru terkait persoalan ini. Anak-anak sangat membutuhkan ruang laboratorium sebagai tempat praktik IPA. Kondisinya sungguh memprihatinkan,” ujarnya.
Jamal menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari kepala sekolah SMPN 48 Buru, La Ode Sabarudinsirah,sekitar 70 persen anggaran proyek sudah dicairkan dan habis terpakai.
Namun, fisik bangunan tak menunjukkan progres berarti.
“Seharusnya tahun ini siswa sudah bisa menikmati fasilitas laboratorium itu. Perlu ada ketegasan terhadap pihak ketiga yang menangani proyek ini,” tegasnya.
Diketahui,Proyek pembangunan Laboratorium IPA dikerjakan oleh kontraktor bernama Bapak Garong dari CV Intim Bangunan.
Pekerjaan dimulai pada tahun 2022 dengan total anggaran sebesar Rp 297 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Buru.
Namun hingga kini, pembangunan baru mencapai sekitar 20 persen.
Sementara itu, pencairan dana telah mencapai 70 persen atau sekitar Rp 197 juta.(*)