-MEDAN.com - Pilu anak balita pasutri korban perampokan di Palembang.
Diketahui ia berada di kamar saat orang tuanya digorok.
Nyawanya pun selamat dalam peristiwa naas itu.
Sementara sang ayah, Darma Kusuma (52) meninggal dunia dan sang ibu, Yeni kritis dilarikan ke rumah sakit.
Diketahui pasangan suami istri yang merupakan pengusaha kerupuk itu menjadi korban perampokan di kediamannya di Jalan Pengadilan RT 029 RW 006, Kelurahan 15 Ilir Kecamatan IT I, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (25/11/2025) pukul 21.30 wib.
Jenazah Darma pun sudah dimakamkan.
Duka yang mendalampun menyelimuti keluarga korban saat proses pemakaman.
Sakinnaka Vagga, adik Darma, Darma Kusuma meninggalkan anak perempuan yang saat ini berusia 4 tahun.
Menurutnya, saat kejadian keponakannya itu ada di lantai 2 di dalam kamar dan tidak mengetahui sepenuhnya peristiwa berdarah tersebut.
"Koko saya meninggalkan satu anak perempuan masih 4 tahun umurnya, baru masuk TK," ujar Vagga, Kamis (27/11/2025).
Di matanya, almarhum Darma dikenal keluarga sebagai sosok motivator dan pemberi semangat.
"Semenjak saya SMP, SMA, Kuliah dan bisnis koko adalah sosok motivator bisnis keluarga dan kalau saya ada masalah selalu cerita sama dia. Pasti ada jalan keluarnya," ungkapnya.
Keluarga menegaskan, kasus ini harus menjadi perhatian serius agar peristiwa serupa tidak terulang.
Menurutnya, bila pelaku tidak segera ditangkap dan diberi hukuman setimpal, masyarakat akan semakin resah.
Keluarga belum tahu secara pasti bagaimana pelaku bisa masuk ke rumah dan apa motif sesungguhnya.
Mereka menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
"Kalau pelaku tidak tertangkap, bisa merajalela. Kami minta polisi segera mengungkap kasus ini. Jangan sampai ada warga lain yang bertindak sendiri. Biarlah semuanya diserahkan kepada pihak berwajib, soalnya kalau tertangkap pun kakak kami tak bisa bangun lagi," katanya.
Vagga menambahkan saat ini kondisi Yenni, istri almarhum Darma mulai berangsur baik setelah dirawat di rumah sakit.
Sama seperti Darma, Yenni juga mengalami luka di leher dan telapak tangan. Yeni juga menjadi korban dalam kejadian tersebut mengalami luka di bagian leher dan sempat pingsan, namun kini telah sadar.
"Lukanya di leher dan telapak tangan, sama seperti koko, kondisinya kakak ipar saya sudah berangsur baik," katanya.
Sebelumnya diberitakan pasangan suami istri atau pasutri di Palembang dirampok.
Keduanya digorok, sang istri mengalami luka sementara suami dikabarkan meninggal dunia.
Pasangan ini diketahui memiliki usaha kerupuk terkenal di Palembang.
Usai menggorok pasangan suami istri ini, pelaku meminta Rp3 juta.
Perampokan ini terjadi tepatnya di Jalan Pengadilan Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (25/11/2025) malam.
Sang suami bernama Darma Kusuma (52) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rukonya dengan luka gorok di leher.
Sementara sang istri, bernama Yeni Suwandi (40), dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RS Charitas Palembang untuk dilakukan perawatan intensif.
Yeni juga digorok di leher sama seperti suaminya.
Dari informasi yang didapatkan Sripoku, peristiwa ini terjadi sekira pukul 21.30 WIB.
Saat itu saksi Farina, asisten rumah tangga korban baru selesai makan bersama majikannya, Yeni Suwandi.
Kemudian, Yeni pulang ke rumahnya yang bersebelahan dengan rumah saksi Farina.
Setelah itu saksi Farina menonton TV, tidak lama kemudian korban Yeni berteriak meminta tolong kepada Farina.
Lalu Farina datang dan melihat korban Yeni dalam keadaan luka pada lehernya dan melihat 1 orang pelaku.
Pelaku juga sempat meminta uang kepada saksi Farina dengan mengancam menggunakan senjata akan membunuh saksi.
Kemudian Farina memberikan dompet berisikan uang sejumlah Rp3 Juta dalam posisi pelaku menodongkan senjata.
Setelah itu saksi Farina melihat pelaku menggeledah di sekitaran lantai 2.
Kemudian Farina, bersama Halim yang merupakan anak Yeni langsung berlari dan langsung mengunci dirinya di dalam kamar.
Saat itu sempat menelepon keluarganya bernama Susanto .
Setelah menerima telepon, saksi Susanto dan saksi Yeni Kawi langsung menuju ke TKP.
Dan saat sampai di TKP tersebut saksi Susanto langsung masuk ke dalam rumah korban dan saksi Yeni Kawi hanya menunggu di dalam mobil.
Lalu korban Yeni Suwandi saat langsung keluar dari dalam rumah dengan kondisi luka sayat di bagian leher
Oleh saksi Susanto, korban Yeni langsung dibawa ke Rumah Sakit RK. Charitas untuk dilakukan operasi.
Sementara suami Yeni Suwandi, Darma Kusuma (52) ditemukan tewas dalam kondisi leher digorok di garasi.
Minta Uang Usai Gorok Korban
Farina, ART korban menceritakan kejadian tersebut terjadi saat dirinya bersama korban Yeni selesai makan.
Kemudian, Yeni pulang ke rumahnya yang bersebelahan dengan rumah saksi Farina.
Setelah itu saksi Farina menonton TV, tidak lama kemudian korban Yeni berteriak meminta tolong kepada saksi Farina.
Lalu Farina datang dan melihat korban Yeni dalam keadaan luka pada lehernya dan melihat 1 orang pelaku.
Pelaku juga sempat meminta uang kepada saksi Farina dengan mengancam menggunakan senjata akan membunuh saksi.
Kemudian Farina memberikan dompet berisikan uang sejumlah Rp3 Juta dalam posisi pelaku menodongkan senjata.
Setelah itu saksi Farina melihat pelaku menggeledah di sekitaran lantai 2.
Kemudian Farina, bersama Halim yang merupakan anak Yeni langsung berlari dan langsung mengunci dirinya di dalam kamar.
Saat itu sempat menelpon keluarganya bernama Susanto .
Setelah menerima telepon, saksi Susanto langsung menuju ke TKP.
Dan saat sampai di TKP tersebut saksi Susanto langsung masuk ke dalam rumah korban.
Sementara, korban Yeni Suwandi saat itu langsung keluar dari dalam rumah dengan kondisi luka sayat di bagian leher
Oleh saksi Susanto, korban Yeni langsung dibawa ke Rumah Sakit RK. Charitas untuk dilakukan operasi.
Sementara suami Yeni Suwandi, Darma Kusuma (52) ditemukan tewas dalam kondisi leher digorok di garasi.
Mayat Darma Kusuma dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.
Artikel ini telah tayang di Sumsel.com
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Medan