PT Indika Energy Tbk Milik Siapa, Bergerak di Bidang Apa? Profil Perusahaan hingga Anak Usaha Apa Saja -->

PT Indika Energy Tbk Milik Siapa, Bergerak di Bidang Apa? Profil Perusahaan hingga Anak Usaha Apa Saja

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
PT Indika Energy Tbk Milik Siapa, Bergerak di Bidang Apa? Profil Perusahaan hingga Anak Usaha Apa Saja

BERITA DIY- PT Indika Energy Tbk adalah salah satu perusahaan energi terintegrasi terbesar di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor dan pengamat pasar yang bertanya-tanya kepemilikan PT Indika Energy Tbk, terutama karena perusahaan ini semakin agresif melakukan diversifikasi bisnis.

Selain itu, masyarakat juga ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bidang usaha Indika, perkembangan kinerjanya, hingga prospek sahamnya di masa depan.

Di sisi lain, Indika Energy sedang menjalani transformasi besar-besaran. Setelah lama dikenal sebagai perusahaan besar batu bara, emiten dengan kode saham INDY ini mulai mengurangi ketergantungan pada sektor tersebut.

Perusahaan mendorong ekspansi ke sektor non-batubara, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pertambangan emas. Dengan perubahan arah bisnis tersebut, wajar jika minat publik terhadap struktur kepemilikan dan visi jangka panjang perusahaan semakin meningkat.

Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap tentang PT Indika Energy Tbk, kepemilikan saham, bidang usaha, perjalanan sejarah, rencana diversifikasi, hingga analisis prospek sahamnya.

Bisnis Baru Tujuan: Kontribusi Non-Batubara 50% pada Tahun 2028

Meskipun masih mendapatkan mayoritas pendapatannya dari batu bara, Indika Energy kini berupaya mengurangi ketergantungan pada komoditas tersebut. Menurut materi paparan publik terbaru, perusahaan menargetkan pendapatan dari segmen non-batubara mencapai 50% pada tahun 2028. Target ini dianggap ambisius, tetapi sejalan dengan arah transformasi Indika.

Selain itu, data menunjukkan bahwa pendapatan INDY turun 19,1% year-on-year (YoY) menjadi 1,44 miliar dolar AS pada kuartal III-2025. Bahkan laba bersih turun drastis hingga 98,6% YoY hanya menjadi 0,5 juta dolar AS. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga batu bara global.

Hingga akhir kuartal III-2025, sekitar 81% pendapatan INDY masih berasal dari batu bara, terutama kontribusi dari Kideco. Dengan demikian, proporsi pendapatan non-batubara baru mencapai 19%. Kondisi ini memperkuat alasan mengapa transformasi bisnis menjadi prioritas utama.

Proyek Emas Awak Mas: Titik Penting Diversifikasi

Salah satu fokus utama diversifikasi Indika adalah proyek tambang emas Awak Mas yang dikembangkan melalui anak perusahaan PT Masmindo Dwi Area. Proyek ini dianggap sebagai sumber pendapatan baru yang sangat potensial.

Menurut laporan perusahaan:

  • Hingga Oktober 2025, progres konstruksi mencapai 43%.
  • Total biaya investasi yang telah dikeluarkan mencapai 234 juta dolar AS.
  • Uji coba produksi dijadwalkan akhir 2026.
  • Produksi komersial ditargetkan pada kuartal pertama 2027.

Karena itu, tidak mengherankan jika mayoritas pengeluaran modal (capex) tahun 2026 dialokasikan untuk mempercepat pembangunan proyek emas tersebut. Bahkan besarnya capex saat ini sedang dibahas secara intensif demi mencapai jadwal produksi yang ideal.

Menurut manajemen, Awak Mas akan menjadi sumber utama pendapatan non-batubara INDY di masa depan. Di sisi lain, analis dari Korea Investment & Sekuritas (KISI), Muhammad Wafi, menyebutkan bahwa target diversifikasi 50% pada 2028 sangat mungkin tercapai jika proyek emas ini berjalan sesuai jadwal.

Ekspansi Kendaraan Listrik: Motor ALVA hingga Bus Listrik

Selain emas, Indika Energy juga agresif memasuki industri kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menuju bisnis yang lebih ramah lingkungan.

1. Motor Listrik ALVA

Melalui brand ALVA, Indika telah meluncurkan:

  • ALVA One – segmen premium
  • ALVA Cervo – segmen premium
  • ALVA N3 – segmen menengah

Untuk mempercepat penjualan, Indika mulai masuk ke pasar bisnis ke bisnis (B2B). Produk motor listrik mereka sekarang digunakan oleh:

  • Perusahaan logistik
  • Perusahaan e-commerce
  • Pengemudi ojek online
  • Beberapa unit PLN

Menurut Deddy Sudarijanto, Direktur & Chief Investasi Grup Indika Energy, lebih dari 50% penjualan ALVA saat ini berasal dari segmen B2B. Selain itu, strategi B2B dianggap lebih stabil karena menawarkan kontrak jangka panjang.

2. Bus dan Truk Listrik melalui INVI

Indika juga memiliki unit bisnis bernama INVI, yang bertindak sebagai distributor dan penyedia solusi kendaraan listrik. INVI bekerja sama dengan Original Equipment Manufacturer (OEM) global untuk menyediakan:

  • Daftar bus listrik untuk transportasi perkotaan
  • Truk listrik untuk sektor pertambangan

Diversifikasi ini menunjukkan bahwa strategi Indika tidak hanya fokus pada pasar ritel, tetapi juga pada sektor industri.

Analisis Analis: Prospek Sektor Non-Batubara Dianggap Realistis

Dari sisi penilaian pasar, analis KISI menilai bahwa transformasi Indika menuju bisnis non-batubara cukup realistis. Wafi menekankan bahwa motor listrik ALVA akan berkontribusi signifikan terutama jika skala produksi semakin besar. Selain itu, momentum kenaikan harga emas dapat mempercepat peningkatan pendapatan Indika.

Namun, Wafi juga memperingatkan bahwa perusahaan harus:

  • Fokus pada eksekusi proyek strategis
  • Memperbaiki arus kas
  • Lebih hati-hati dalam berekspansi agar tidak hanya menghabiskan dana

Saat ini, valuasi saham INDY masih berada pada tingkat moderat dan berpotensi meningkat jika proyek Awak Mas mulai berproduksi. Wafi memprediksi harga saham INDY bisa mencapai Rp 2.300 per saham.

PT Indika Energy Tbk Milik Siapa? Struktur Kepemilikan Perusahaan

Pertanyaan tentang kepemilikan saham PT Indika Energy Tbk sering muncul karena luasnya ekspansi dan besarnya aset perusahaan. Sebagai perusahaan publik, Indika Energy dimiliki oleh banyak pemegang saham. Meskipun demikian, kepemilikan mayoritas tetap berada pada para pemegang saham pengendali yang menguasai porsi yang signifikan.

Meskipun komposisi detail pemilik saham tidak dijelaskan dalam bahan materi, umumnya publik memahami bahwa struktur kepemilikan Indika melibatkan:

  • Pendiri grup
  • Investor strategis
  • Pemegang saham publik melalui Bursa Efek Indonesia

Oleh karena itu, ketika seseorang bertanya siapa pemilik PT Indika Energy Tbk, jawabannya mengarah pada struktur kepemilikan saham yang tersebar, namun tetap terkonsolidasi di bawah grup pengendali.

Bidang Usaha: Dari Pertambangan, Logistik, hingga Energi Baru

Untuk memahami lebih lanjut, penting untuk melihat bidang usaha Indika Energy yang sangat luas. Meskipun awalnya fokus pada pertambangan batu bara, perusahaan kini memiliki bisnis yang mencakup:

  • Penambangan batu bara
  • Rekayasa dan konstruksi (EPC)
  • Logistik energi
  • Transportasi batu bara
  • Kendaraan listrik
  • Energi terbarukan
  • Penambangan mineral
  • Solusi digital
  • Properti industri

Diversifikasi ini juga menjelaskan mengapa pertanyaan milik siapa PT Indika Energy Tbk sering diajukan oleh masyarakat, karena jangkauan bisnis perusahaan semakin luas dan strategis.

Sejarah Panjang Indika Energy: Dari Tahun 2000 hingga Sekarang

Periode 2000–2018

Indika Energy didirikan pada tahun 2000 dan berkembang pesat dalam dua dekade.

Beberapa peristiwa sejarah penting:

  • 2004: Akuisisi 41% Kideco Jaya Agung
  • 2006: Meningkatkan kepemilikan menjadi 46%
  • 2007: Penggabungan Perusahaan Tripatra dan Ganesha Intra Development
  • 2007: Ikut mendirikan PT Cirebon Electric Power
  • 2008: Resmi melantai di BEI
  • 2009: Akuisisi 98,55% Petrosea

Selain itu, pada periode tersebut Indika juga ekspansif di sektor logistik, konstruksi, dan transportasi batu bara. Perusahaan membeli, menggabungkan, dan mendirikan banyak anak perusahaan baru untuk memperkuat rantai nilai energi.

Periode 2018–sekarang

Mulai tahun 2018, Indika memasuki era transformasi besar-besaran.

Perusahaan:

  • Mendirikan Indika Digital Teknologi
  • Membentuk Xapiens dan ZebraX
  • Mengembangkan pertambangan emas melalui Indika Mineral Investindo
  • Masuk ke bisnis kendaraan listrik melalui Electra Mobilitas Indonesia
  • Mengembangkan panel surya melalui PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
  • Mengakuisisi berbagai perusahaan mineral dan pertambangan

Transformasi ini membuat profil Indika tidak lagi hanya perusahaan batu bara, tetapi kelompok usaha energi terintegrasi yang bergerak di banyak sektor strategis.

Daftar Anak Perusahaan Indika Energy

Hingga 2021, Indika Energy memiliki sejumlah anak perusahaan, antara lain:

  1. PT Indika Indonesia Resources
  2. PT Petrosea Tbk
  3. PT Tripatra Multi Energi
  4. PT Electra Mobilitas Indonesia
  5. PT Indika Mineral Investindo
  6. PT Indika Digital Teknologi
  7. PT Indika Multi Properti
  8. PT Indika Tenaga Baru (50%)
  9. PT Ilectra Motor Group
  10. Dan lainnya

Diskusi mengenai PT Indika Energy Tbk yang dimiliki oleh siapa tidak bisa dilepaskan dari besarnya skala bisnis perusahaan. Sebagai salah satu emiten energi terbesar di Indonesia, Indika memiliki struktur kepemilikan yang luas dan berlapis, namun tetap berada di bawah kendali grup utama. Selain itu, perusahaan terus memperluas bisnisnya, mulai dari batu bara hingga kendaraan listrik dan pertambangan emas.***

TerPopuler