Sumut Ditetapkan Sebagai Darurat: 48 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi -->

Sumut Ditetapkan Sebagai Darurat: 48 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
Sumut Ditetapkan Sebagai Darurat: 48 Warga Tewas, Ribuan MengungsiPRMEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi menetapkan status darurat bencana setelah rangkaian banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang melanda sebagian besar wilayah.

Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution, menandatangani keputusan tersebut setelah laporan kejadian bencana di berbagai daerah terus bertambah sejak beberapa hari terakhir.

Data Polda Sumut per hari Kamis, 27 November 2025, menunjukkan setidaknya 12 kabupaten/kota terdampak. Total ada 221 kejadian mulai dari tanah longsor, banjir besar, pohon tumbang hingga puting beliung.

Situasi ini dianggap cukup serius sehingga pemerintah provinsi menerbitkan Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025 yang menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, berlangsung dari 27 November hingga 10 Desember 2025.

Melalui keputusan tersebut, seluruh instansi terkait diminta untuk segera bertindak dalam menangani darurat, baik evakuasi, pembukaan akses jalan, maupun penyediaan bantuan bagi warga terdampak.

"Kami berharap perangkat daerah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko bencana dan membantu masyarakat," kata Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Hotmansyah Harahap, Jumat (28/11).

Hingga 27 November, catatan resmi menyebutkan 48 orang telah meninggal dan 88 lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban terbanyak berada di Tapanuli Selatan dengan 17 korban jiwa, diikuti Tapanuli Utara 9 orang, Sibolga 8 orang, Tapanuli Tengah 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias Selatan 1 orang, serta Kota Padangsidempuan 1 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengonfirmasi empat korban tewas di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Selain itu, sedikitnya 81 warga mengalami luka-luka dan lebih dari 1.168 orang terpaksa mengungsi akibat rumah mereka rusak atau berada di kawasan rawan.

Pemerintah provinsi bersama tim gabungan dari pusat, Polri, serta relawan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di titik-titik yang sulit dijangkau.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Petugas terus bekerja siang dan malam untuk menemukan warga yang hilang. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjauhi daerah rawan longsor dan banjir bandang,” tambah Erwin.***

TerPopuler