Wakil Ketua MPR Ajak Wujudkan Ruang Aman untuk Semua Warga Melalui Kampanye 16 HAKTP -->

Wakil Ketua MPR Ajak Wujudkan Ruang Aman untuk Semua Warga Melalui Kampanye 16 HAKTP

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025

Bengkalispos.com, KUDUS - Wakil Ketua MPRLestari Moerdijatmendorong penciptaan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga negara, termasuk dalam suasana kampus, melalui berbagai tindakan bersama guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan dalam Pelatihan Teknis mengenai Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55/2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Universitas Muhammadiyah Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari Kamis (27/11).

"Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 ini berlangsung bersamaan dengan Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan yang dimulai setiap 25 November. Dua momen perjuangan anti-kekerasan ini harus bisa diintegrasikan untuk menciptakan ruang yang aman bagi seluruh warga negara," ujar Lestari Moerdijat dalam pernyataannya, Jumat (28/11).

Anggota Komisi X DPR menyampaikan bahwa setiap tahun mulai tanggal 25 November diadakan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) atau 16.Hari-Hari Perjuangan Melawan Kekerasan Berdasarkan Jenis Kelamin yang digagas Women's Global Leadership Institute sejak 1991.

Tujuan kampanye global ini adalah mempercepat langkah-langkah pemberantasan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

"Kampanye 16 HAKTP memberikan semangat, jiwa, dan kesadaran bersama untuk menciptakan sikap anti kekerasan dalam masyarakat," ujar Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat.

Di sisi lain, menurut Rerie yang juga anggota legislatif dari Dapil II Jawa Tengah, sosialisasi PPKPT ini memberikan pemahaman mengenai kerangka kerja, peraturan, serta langkah-langkah operasional dalam mewujudkan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan.

Upaya memperkenalkan PPKPT kepada berbagai kampus ini, tambah Rerie, bertujuan memastikan bahwa peraturan tersebut dapat diterapkan oleh seluruh civitas.academicadengan baik untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman.

"Karena, kampus adalah miniatur dari sebuah negara. Sementara Indonesia dibentuk oleh para pendahulu kita berdasarkan komitmen bersama bahwa martabat manusia merupakan dasar dari peradaban," ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

Rerie menegaskan bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi pedoman moral serta dasar etika bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Rerie, tindakan kekerasan bukan hanya pelanggaran terhadap etika, tetapi juga ancaman terhadap masa depan bangsa.

"Berlandaskan pemikiran tersebut, penerapan PPKPT di lingkungan kampus menjadi sebuah keharusan," kata Rerie.

Sebelumnya pada hari Rabu (26/11), Lestari Moerdijat juga melaksanakan sosialisasi PPKPT di Universitas Muria Kudus yang berada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Rerie menekankan bahwa tantangan dan hambatan yang dialami dalam pelaksanaan PPKPT tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penerapan aturan tersebut dan membiarkan kekerasan di lingkungan pendidikan terus berlangsung.

Dikemukakan Rerie, penanganan kasus kekerasan sering menghadapi hambatan karena adanya penolakan dari korban yang di antaranya disebabkan oleh faktor budaya, hubungan kekuasaan, kelompok minoritas, serta benturan kepentingan.

"Para mahasiswa dan dosen perlu berani serta mampu menjadi agen perubahan guna memastikan munculnya gerakan anti kekerasan di lingkungan kampus," tegas Rerie.(mrk/jpnn)

TerPopuler