Waspada Penipuan Online! Ini Cara Lindungi Data Pribadimu! -->

Waspada Penipuan Online! Ini Cara Lindungi Data Pribadimu!

30 Nov 2025, November 30, 2025

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, bentuk-bentuk kejahatan dunia maya semakin beragam. Kini, modus penipuan terlihat sangat meyakinkan dan seolah-olah datang dari pihak yang ingin memberikan bantuan.

Ya, pelaku kejahatan siber sering berpura-pura menjadicustomer service palsu yang sigap menanggapi keluhan, lengkap dengan akun media sosial yang tampak resmi serta petugas instansi fiktif yang bertugas mengirimkan link mencurigakan.

Semua tindakan dilakukan dengan satu tujuan, yaitu mencuri informasi pribadi dan menguras rekening korban. Untuk tidak menjadi korban berikutnya, mari kenali beberapa cara penipuan digital yang kini semakin marak mengancam masyarakat.

1. Cara Penipuan dengan CS Palsu

Salah satu yang banyak terjadi adalah penipuan dengan menggunakan nama atau identitas palsucustomer service bankPara pelaku dengan terampil meniru suara, gaya berbicara, serta cara berinteraksi seperti petugas resmi. Mereka bahkan memakai nomor telepon yang mirip dengan nomor resmi bank, misalnya 1500888 dengan awalan 021 atau +62 yang sering digunakan oleh Halo BCA, agar korban merasa yakin.

Bersikap seperti CS Halo BCA, mereka akan menyampaikan informasi palsu dengan menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan pada rekening atau kartu kredit calon korban. Selanjutnya, pelaku penipuan berpura-pura menawarkan bantuan untuk membatalkan transaksi yang dianggap mencurigakan tersebut.

Mengaku membantu, korban yang dimaksud akan diarahkan untuk mengklik tautan yang diberikan dan mengisi informasi pribadi guna membatalkan transaksi. Setelah data pribadi berhasil dikumpulkan, pelaku langsung melakukan aksinya dengan mencuri isi rekening atau kartu kredit korban.

2. Modus Penipuan Akun Palsu

Bukan cuma lewat telepon, kini penipuan juga banyak terjadi lewat media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram. Modusnya, pelaku membuat akun palsu yang menyerupai akun resmi bank, lengkap dengan foto profil, logo, hingga centang biru palsu agar terlihat semakin meyakinkan.

Sebagai contoh, penipuan yang mengatasnamakan akun resmi BCA, biasanya memanfaatkan logo BCA, logo BCA Expo, logo Gebyar BCA, atau logo BCA lainnya yang diambil dariwebsiteakun resmi BCA atau akun resmi BCA.

Untuk semakin mirip dengan akun resmi, pelaku juga menambahkan tanda centang biru pada profile picture akun tersebut. Namun perlu diingat bahwa akun resmi tidak pernah memasang tanda centang biru pada foto profil.

Hampir serupa dengan modus CS palsu, pelaku biasanya mengatasnamakan BCA dan memberikan informasi bohong yang menawarkan sesuatu yang menarik atau menyebabkan korban menjadi cemas, seperti adanya transaksi mencurigakan, rekening terblokir, dan sebagainya.

Pada kondisi emosional yang tidak stabil, seseorang cenderung lebih mudah tergoda untuk langsung berbagi informasi pribadi atau mengklik tautan yang diberikan oleh pelaku penipuan. Secepatnya data tersebut sampai di tangan penipu, akun bank dan kartu kredit akan segera diretas.

3. Cara Penipuan dengan Link Palsu

Cara penipuan melalui tautan (link) banyak juga yang menjadi korban. Kini yang sedang marak adalah penipuan melalui tautan palsu yang mengaku sebagai petugas dari suatu lembaga resmi.

Dengan cara berbicara yang sangat meyakinkan, pelaku akan menawarkan sesuatu yang membuat korban tertipu, salah satunya dengan mengarahkan untuk mengklik tautan dan meng-install aplikasi yang diberikan.

Segera setelah korban mengikuti petunjuk pelaku, perangkatnya bisa terinfeksimalwareyang menyebabkan kehilangan data pribadi hingga saldo rekening.

Tips Aman untuk Menghindari Penipuan Digital

Semakin berkembang teknologi, semakin inovatif pula para penipu dalam mencari celah. Namun jangan khawatir, berikut beberapa saran yang dapat dilakukan untuk menghindari perangkap penipuan.online.

1. Jangan terburu-buru merasa panik atau terlalu senang ketika menerima pesan yang mencurigakan. Karena, ketika korban tidak mampu berpikir jernih, hal ini dimanfaatkan oleh penipu untuk mengarahkan kita sesuai keinginan mereka.

2. Selalu pertahankan kerahasiaan informasi pribadi. Jangan memberikan data perbankan pribadi (seperti PIN,password, kode OTP, CVV/CVC, tanggal berlaku kartu, dan sebagainya) kepada siapa pun melalui cara apa pun.

3. Ingat bahaya malware! Jika ada nomor yang tidak dikenal mengirimlink atau file apk, jangan langsung mengklik tautan atau mengunduhfile sembarangan.

4. Selalu mengingat nomor telepon resmi, akun resmi, dan tautan situs resmi BCA.

  • Hubungi nomor telepon BCA di 1500888

  • WhatsApp Bank BCA di 08111500998 (tanda biru)

  • Akun resmi media sosial BCA periksadi sini.

5. Gunakan perangkat lunak antivirus atausoftware bawaan handphone untuk melindungi gadget dari aplikasi berbahaya dan malware.

Selalu waspada terhadap cara-cara penipuan terbaru dengan selalu memperbarui informasinya.di sini.

TerPopuler