Yudha Puja Turnawan Gerak Cepat Tinjau Rumah Ambruk di Karangpawitan: Tidak Boleh Ada yang Terlewat Data -->

Yudha Puja Turnawan Gerak Cepat Tinjau Rumah Ambruk di Karangpawitan: Tidak Boleh Ada yang Terlewat Data

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
Yudha Puja Turnawan Gerak Cepat Tinjau Rumah Ambruk di Karangpawitan: Tidak Boleh Ada yang Terlewat Data

Priangan Insider – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan meninjau langsung rumah warga yang ambruk di Kampung Sindang Reret RT 03 RW 05, Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (27/11/2025). Rumah milik Asep Yudi Irawan itu rata dengan tanah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada 18 November lalu.

Dalam kunjungannya, Yudha tak datang sendirian. Ia hadir bersama unsur BPBD Garut, Pemerintah Kecamatan Karangpawitan, Pemerintah Desa Karangpawitan, Babinsa, serta Tagana Dinsos Garut. Selain memberikan dukungan moril, Yudha juga menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga yang terdampak.

Gerak Cepat untuk Warga Terdampak

Yudha menjelaskan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian yang layak.

“Kedatangan saya ke rumah Pak Asep Yudi Irawan untuk menguatkan hati keluarga serta memastikan bahwa proses asesmen berjalan. Kehadiran BPBD sangat penting agar bantuan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Yudha.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Sekda Nurdin Yana telah mengeluarkan kebijakan khusus. Rumah-rumah yang rusak akibat hujan deras, longsor, atau bencana hidrometeorologi akan mendapatkan bantuan dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Garut, yang masih tersisa sebesar Rp 7,9 miliar.

Pastikan Tidak Ada yang Terlewat

Yudha memberikan perhatian khusus pada proses pendataan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa amanah Sekretaris Daerah jelas: tidak boleh ada satu pun rumah terdampak yang tertinggal dari pendataan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Pak Camat dan Sekmat Karangpawitan, jangan hanya rumah ini saja. Semua rumah yang terdampak harus masuk pendataan. BPBD harus melakukan asesmen menyeluruh,” tegasnya.

Menurut Yudha, bantuan dari anggaran BTT hanya bisa direalisasikan setelah ada hasil asesmen dari BPBD dan rekomendasi Disperkim. Ia meminta BPBD untuk terus mencurahkan waktu dan energi agar asesmen bisa dilakukan cepat, tepat, dan tanpa ada warga yang terlewat.

Harapan untuk Pemulihan Warga

Di akhir kunjungan, Yudha berharap seluruh warga Garut yang rumahnya rusak akibat bencana hidrometeorologi dapat segera merasakan bantuan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Semoga semua warga terdampak bisa memperoleh bantuan dari Pemkab Garut. Tidak boleh ada yang tidak terdata dan tidak boleh ada yang dibiarkan berjuang sendirian,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kehadiran seorang wakil rakyat bukan hanya di ruang rapat, tetapi juga di tengah masyarakat—di saat warganya sedang menghadapi masa sulit dan membutuhkan uluran tangan.(gilang)

TerPopuler