Bengkalispos.com- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 telah dilakukan upaya perbaikan perumahan atau tempat tinggal dengan total hasil sebanyak 274.514 unit rumah yang berasal dari berbagai jenis pendanaan.Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, di Semarang, Minggu, menyampaikan bahwa program perumahan ini dilakukan dengan berbagai metode pendanaan.
Skema Pendanaan Intervensi Perumahan
Ia menjelaskan bahwa penyelesaian utang rumah dilakukan dengan dana dari APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, Corporate Social Responsibility (CSR), partisipasi masyarakat, serta berbagai sumber pendanaan lainnya.
Menurut Boedyo, pencapaian ini melebihi harapan di berbagai pos anggaran, baik yang berasal dari program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) maupun pembangunan baru.
Capaian APBN Lampaui Target
Dari sisi APBN, menurutnya, target awal sebanyak 7.534 unit justru tercapai hingga 14.454 unit. Pencapaian ini berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dukungan kementerian dan lembaga, serta dana desa.
"Angka ini membuktikan bahwa ketika kebijakan berjalan sejalan, dampaknya bisa meningkat dua kali lipat. Hal ini menunjukkan efektivitas keterlibatan antara pusat dan daerah yang berjalan selaras," katanya.
"Pencapaian ini berhasil mengurangi jumlah backlog yang mencapai lebih dari 1,3 juta unit sebelumnya. Dari sisi APBD Provinsi Jawa Tengah, target sebanyak 17.510 unit telah tercapai sepenuhnya," katanya.
Fokus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi terhadap Kualitas Perumahan
Boedyo mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya fokus pada pemilikan rumah baru, tetapi lebih menekankan pada peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat.
Dari keseluruhan realisasi APBD Provinsi tersebut, terdapat 340 unit yang berupa pembangunan rumah baru, sedangkan 17.170 unit lainnya ditujukan untuk renovasi dan peningkatan kondisi rumah.
"pendekatan ini menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan nyata masyarakat, khususnya kelompok yang rentan yang sudah memiliki rumah tetapi belum layak untuk ditinggali," katanya.
Kontribusi dari Kabupaten/Kota, Corporate Social Responsibility (CSR), serta Baznas
Komitmen serupa juga ditunjukkan oleh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah melalui dukungan anggaran daerah masing-masing. Dari target awal sebanyak 6.776 unit, realisasi mencapai 12.830 unit atau hampir dua kali lipat dari target yang ditentukan.
Di sisi lain, dukungan dari CSR dan Baznas melebihi target yang ditetapkan. Dari target awal sebanyak 2.070 unit, pencapaian meningkat menjadi 4.012 unit. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran kalangan bisnis dan lembaga sosial dalam mendukung program perumahan rakyat.
Peran Besar Partisipasi Masyarakat
Namun, pencapaian yang paling mencolok justru datang dari partisipasi masyarakat. Diketahui, kontribusi warga mencapai 219.524 unit, ditambah dengan verifikasi dan pembaruan data sebanyak 6.184 unit.
"Fakta ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tidak berjalan secara vertikal, tetapi justru memicu semangat kerja sama dan kesadaran bersama masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri dengan bantuan negara," ujarnya.
Sisa Utang Masih Menjadi Kendala Sisa Pekerjaan yang Tertunda Masih Jadi Permasalahan Sisa Proyek yang Belum Selesai Masih Menjadi Tantangan Masih Ada Beban yang Menanti Penyelesaian Tantangan yang Masih Membayangi adalah Sisa Pekerjaan
Meskipun telah mencapai pencapaian yang penting, Boedyo mengakui bahwa tantangan dalam pembangunan perumahan di Jawa Tengah masih sangat besar. Sampai akhir tahun 2025, sisa tunggakan perumahan di provinsi ini masih sebesar 1.058.454 unit.
Keadaan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan perumahan yang layak adalah pekerjaan jangka panjang dan tidak bisa selesai dalam satu tahun anggaran.
"Melihat hasil yang dicapai pada tahun 2025, kami sangat yakin bahwa program perumahan yang layak bagi masyarakat akan terus berkembang setiap tahunnya di masa depan," ujar Boedyo.