Banjir bandang hancurkan Sukabumi, satu rumah hilang dan lima rusak parah, sawah tertutup lumpur dan batu -->

Banjir bandang hancurkan Sukabumi, satu rumah hilang dan lima rusak parah, sawah tertutup lumpur dan batu

30 Des 2025, Selasa, Desember 30, 2025
Banjir bandang hancurkan Sukabumi, satu rumah hilang dan lima rusak parah, sawah tertutup lumpur dan batu KORAN-PIKIRAN RAKYAT –Banjir bandang menghancurkan Kampung Cipeusing, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada hari Minggu 28 Desember 2025. Air bah meluap dari Sungai Cimerang pada sore hari Minggu, sekitar pukul 16.30, ketika daerah tersebut diguyur hujan lebat sejak siang.

Dilaporkan, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Akibatnya, rumah dan persawahan warga terendam serta tertutup lumpur. Beberapa ternak hilang terbawa arus.

Ketua RW setempat, Rustaman (53), menyampaikan bahwa banjir bandang menyebabkan lima rumah mengalami kerusakan berat. Salah satunya bahkan roboh dan terbawa arus. Sembilan ekor domba milik warga juga hilang, tersapu oleh air banjir. Selain itu, lahan persawahan warga yang hampir siap panen kini tertutup material tanah dan batu.

"Yang terakhir kali kejadian banjir sekitar tahun 2013, tetapi tidak separah sekarang. Banjir saat ini sampai ada batu yang ikut terbawa dan menutupi sawah warga. Kondisi saat kejadian cukup menegangkan. Lima rumah terkena dampak sangat berat, sudah tidak bisa ditempati lagi," ujar Rustaman, saat diwawancara di lokasi, Senin 29 Desember 2025.

Menurutnya, saat ini dirinya sedang melakukan pendataan kebutuhan warga yang terkena dampak. Pasalnya, rumah-rumah yang terendam banjir dan lumpur tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya, baik itu perabot rumah tangga maupun pakaian. "Saya juga sedang mendata anak-anak sekolah terlebih dahulu, karena seragam mereka ada yang terkena banjir. Semoga dari pemerintah ada perhatian terhadap warga yang terdampak," katanya.

Terparah

Kepala Desa Cimerang, Nyanyang Rismana menyampaikan, hingga saat ini terdapat 5 rumah yang ditempati oleh 5 keluarga mengalami kerusakan parah. Salah satunya terbawa banjir bandang. Selanjutnya, ada 9 rumah yang dihuni oleh 9 keluarga mengalami kerusakan sedang. Di samping itu, 9 ekor domba hilang, 2,5 hektare lahan persawahan terkena dampak, serta ribuan ikan ternak dalam 5 kolam milik warga juga terbawa banjir.

" Ini adalah banjir terburuk di Desa Cimerang. Banjir tersebut membawa material lumpur hingga batu-batu dan kayu besar. Alhamdulillah dapat ditangani secara bersama-sama. Tidak ada korban jiwa, namun lima keluarga harus mengungsi ke kerabat dan tetangga terdekat karena rumahnya tidak dapat ditinggali lagi," katanya.

Sampai saat ini, Nyanyang tetap mengawasi perkembangan situasi dan meminta penduduk di Kampung Cipeusing serta warga dari kampung lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika Sungai Cimerang kembali meluap. Ia memprediksi kerugian materi akibat banjir bandang mencapai ratusan juta rupiah.

"Saya juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada masyarakat kami. Semoga Bapak Bupati bersedia berkunjung untuk melihat kondisi warga kami," katanya.

TerPopuler