Hamas Umumkan Kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar -->

Hamas Umumkan Kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar

30 Des 2025, Selasa, Desember 30, 2025
Hamas Umumkan Kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar
Ringkasan Berita:
  • Batalyon al-Qassam secara resmi mengonfirmasi kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar dalam konflik Gaza.
  • Hamas mengumumkan juru bicara baru serta mengungkap identitas asli Abu Obeida secara pertama kali.
  • Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap gencatan senjata sambil mengklaim bahwa Israel masih melanggar perjanjian tersebut.
 

NEWS.COM - Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz al-Din al-Qassam, secara resmi mengonfirmasi kematian juru bicaranya yang dikenal sebagai Abu Obeida, serta mantan pemimpin Hamas di Gaza, Mohammed Sinwar, dalam perang di Jalur Gaza.

Al Jazeera melaporkan, konfirmasi tersebut disampaikan melalui pernyataan berbentuk video pada Senin (29/12/2025).

Pernyataan ini juga menandai pengakuan resmi pertama Hamas terhadap kematian Abu Obeida.

Abu Obeida dikenal sebagai sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah komunikasi militer kelompok tersebut.

Dalam pernyataan itu, Brigade al-Qassam juga memperkenalkan juru bicara baru.

Juru bicara itu tampil dengan menggunakan masker wajah.

Ia mengungkapkan identitas asli Abu Obeida untuk pertama kalinya.

Nama asli Abu Obeida ialah Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout.

"Kami dengan bangga mengumumkan kematian pahlawan besar kami, Abu Obeida," kata juru bicara baru itu.

Ia menegaskan bahwa gelar dan peran Abu Obeida kini diwarisi oleh penerusnya.

Militer Israel sebelumnya mengklaim telah membunuh Mohammed Sinwar pada Mei 2025.

Sinwar merupakan adik dari mantan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar.

Tiga bulan setelahnya, Israel juga mengumumkan kematian Abu Obeida dalam serangan di Gaza.

Pernyataan tersebut baru diumumkan secara resmi oleh Hamas pada saat ini.

Tokoh Utama dan Pemimpin Lainnya Meninggal Dunia

Abu Obeida merupakan tokoh utama Hamas di wilayah Gaza.

Ia sering memberikan pernyataan mengenai perkembangan medan pertempuran.

Ia juga menyampaikan dugaan pelanggaran perjanjian damai.

Selain itu, ia bertindak sebagai perwakilan dalam hal kesepakatan pertukaran tawanan antara Israel dan Palestina.

Pernyataan umum terakhirnya diungkapkan pada awal bulan September.

Pernyataan tersebut muncul ketika Israel menggelar serangan militer terbaru terhadap Kota Gaza.

Israel menetapkan area tersebut sebagai wilayah perang.

Serangan tersebut menyebabkan hancurnya ratusan bangunan.

Warga Palestina juga mengalami pengungsian secara besar-besaran.

Middle East Eye melaporkan bahwa Brigade al-Qassam juga mengonfirmasi kematian beberapa komandan tingkat atas lainnya.

Mereka antara lain Mohammed Shabanah, kepala Brigade Rafah.

Selain itu, meninggal juga Hakam al-Issa dan Raed Saad.

Dalam pernyataan resmi, Hamas menyebutkan bahwa Mohammed Sinwar pernah menjadi pengganti Mohammed Deif sebagai komandan Brigade al-Qassam.

Perubahan terjadi setelah Deif meninggal dunia.

Mohammed Sinwar memimpin kelompok tersebut pada masa yang dianggap sangat berat.

Ia akhirnya ikut tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung.

Sikap kelompok Hamas terkait gencatan senjata

Kata pengarah baru Batalyon al-Qassam menegaskan bahwa Hamas tetap setia pada perjanjian gencatan senjata.

Perjanjian damai mulai berlaku lebih dari dua bulan yang lalu.

Namun, Hamas mengklaim Israel terus melakukan pelanggaran.

"Rakyat kami melindungi diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama masa pendudukan berlangsung," katanya.

Pernyataan tersebut secara bersamaan menolak tuntutan penghapusan senjata.

Ia juga mengajak adanya tekanan global terhadap Israel.

Tekanan ini diharapkan agar Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata.

Ia memberi peringatan bahwa Hamas tetap menganggap hak untuk menanggapi pelanggaran masih berlaku.

Korban Perang Israel-Hamas

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Palestina, sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober, setidaknya 414 penduduk Palestina meninggal dunia.

Sebanyak 1.145 orang lagi mengalami cedera.

Ratusan mayat masih ditemukan dari puing-puing bangunan.

Sejak perang berlangsung sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai 71.266 orang.

Angka korban luka mencapai lebih dari 171.000 jiwa.

(news.com/Andari Wulan Nugrahani)

TerPopuler