IPM Makassar 2025 Puncak Sulsel, Masuk 7 Besar Nasional -->

IPM Makassar 2025 Puncak Sulsel, Masuk 7 Besar Nasional

27 Des 2025, Sabtu, Desember 27, 2025
IPM Makassar 2025 Puncak Sulsel, Masuk 7 Besar Nasional

CHANELSULSEL.COM-Dibawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, perkembangan manusia di Kota Makassar terus menunjukkan kemajuan yang besar.

Tahun 2025 menjadi momen penting, di mana kualitas kehidupan masyarakat Makassar semakin meningkat, ditandai dengan naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta peningkatan usia harapan hidup penduduk.

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar secara resmi memiliki kategori tinggi, bahkan menjadi yang tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dengan capaian sebesar 85,66 persen, Makassar tidak hanya menjadi yang terdepan di tingkat provinsi, tetapi juga mampu masuk ke peringkat tujuh nasional dalam daftar IPM seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menyatakan bahwa pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar pada tahun 2025 merupakan bukti nyata dari pembangunan daerah yang berlangsung secara berkelanjutan dan mencakup aspek penting dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan pendapat Roem, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi merupakan indikator strategis yang menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, baik dari segi ekonomi maupun kualitas hidup.

Kinerja Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Makassar yang berada dalam kategori tinggi, bahkan terbaik di Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Makassar sudah berjalan dengan benar.

"Indeks Pembangunan Manusia Kota Makassar pada tahun 2025 menunjukkan arah yang sangat menggembirakan. Hal ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin oleh Pak Wali Kota dan Ibu Wawali dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," kata Roem, Sabtu 27 Desember 2025.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Makassar menunjukkan perubahan yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2019 dan 2020, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar tetap berada pada kisaran 82,25 persen.

Pada tahun 2021, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai menunjukkan perkembangan yang positif dengan naik menjadi 82,66 persen, dan kembali meningkat pada tahun 2022 hingga mencapai 83,12 persen.

Pencapaian ini semakin meningkat pada tahun 2023, saat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar mampu mencapai angka 84,85 persen.

Meski mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi 83,90 persen, kondisi ini tidak berlangsung lama.

Pada tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar mengalami peningkatan yang cukup besar hingga mencapai 85,66 persen.

Dengan capaian sebesar 85,66 persen, Kota Makassar tidak hanya mampu mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Sulawesi Selatan, tetapi juga mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional dengan berada pada peringkat ketujuh IPM tertinggi di seluruh Indonesia.

Diketahui, capaian IPM tersebut ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, sektor kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya angka harapan hidup, menunjukkan kualitas layanan kesehatan dan pola hidup masyarakat yang semakin baik.

Kedua, sektor pendidikan, yang diukur dengan tingkat harapan lama sekolah dan rata-rata lamanya bersekolah, menunjukkan semakin meluasnya akses dan peluang masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Ketiga, standar hidup layak, yang diukur melalui pengeluaran per kapita, menjadi indikator peningkatan kemampuan belanja serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Berhasilnya ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam terus menyediakan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dan berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, guna mewujudkan Makassar sebagai kota yang maju, unggul, dan kompetitif di tingkat nasional.

Oleh karena itu, Roem menjelaskan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tersebut didapatkan melalui kerja sama seluruh perangkat daerah, dukungan para pemangku kepentingan, serta partisipasi aktif masyarakat.

"Kolaborasi antar sektor ini dianggap sebagai faktor utama dalam mendorong perbaikan pada tiga aspek utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu kesehatan, pendidikan, dan tingkat kesejahteraan hidup," katanya.

Selanjutnya, Roem menyampaikan bahwa sektor komunikasi dan informasi turut berkontribusi besar dalam mendukung peningkatan kualitas pembangunan manusia di Kota Makassar.

Dengan memperkuat transformasi digital pemerintahan, Diskominfo terus mendorong sistem pemerintahan yang lebih efisien, jujur, dan tanggap terhadap kebutuhan rakyat.

"Di Dinas Komunikasi dan Informasi, kami terus-menerus mendorong perubahan digital pemerintahan, kebebasan akses informasi bagi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi yang merata," ujarnya.

"Digitalisasi layanan publik menjadi alat yang sangat penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, fasilitas kesehatan, serta informasi yang bermutu," tambah Roem.

Disebutkan, salah satu tindakan nyata yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar adalah dengan mengembangkan serta memanfaatkan platform Lontara+, sebagai media integrasi layanan informasi dan pelayanan publik berbasis digital.

Dengan Lontara+, masyarakat mampu memperoleh berbagai informasi serta layanan pemerintah dengan lebih gampang, cepat, dan terbuka.

Roem menegaskan, pemanfaatan teknologi informasi yang merata dan inklusif diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses layanan publik, sekaligus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap digital.

Oleh karena itu, transformasi digital tidak hanya mempercepat proses pelayanan, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar.

"Ke depan, Diskominfo akan terus memperkuat inovasi digital serta kerja sama antar sektor agar manfaat pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Roem.

Dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus berlangsung, Pemerintah Kota Makassar percaya diri mampu mempertahankan posisi pentingnya sebagai kota dengan kualitas pembangunan manusia terunggul di Sulawesi Selatan, sekaligus memiliki daya saing pada tingkat nasional.

Selain itu, sisi lain dari kinerja Pemerintah Kota Makassar adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen, inflasi sebesar 2,61 persen, rasio gini 0,391, IPM 85,66 persen, dan tingkat kemiskinan sebesar 4,43 persen.

Selanjutnya, tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,60 persen, indeks reformasi birokrasi mencapai 76,78, tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 60,65, nilai sakip sebesar 69,69, nilai MCSP KPK mencapai 87,00, serta indeks pembangunan pemuda sebesar 57,67 persen.

TerPopuler