
Bengkalispos.com, JAKARTA - Banyak yang bertanya apakah Jakarta masih tetap menjadi ibu kota negara Indonesia.
Karena pemerintah saat ini sedang membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser, Kalimantan Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, hingga kini Jakarta tetap menjadi ibu kota negara Indonesia.
"Masih merupakan ibu kota negara, masih kok," kata Pramono saat diwawancarai dalam sebuah podcast, Selasa (30/12).Pramono menjelaskan, Jakarta masih dianggap sebagai ibu kota karena Keppres mengenai pemindahan ibu kota belum ditandatangani oleh Joko Widodo (Jokowiyang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-7 RI.
"Peraturan presidennya belum ditandatangani, sehingga peralihan belum terjadi. Jelasnya, saya dulu telah mempersiapkan peralihan tersebut (saat menjabat Sekretaris Kabinet) tetapi hingga saat ini belum ditandatangani," ujar Pramono.
Sebelumnya pada 24 September 2025, Pramono Anung juga pernah menyatakanJakartamasih menjadi ibu kota negara, meskipun Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028.
Pengambilan keputusan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 mengenai Pembaruan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang resmi diterbitkan pada 30 Juni 2025.Pramono menjelaskan, pada tahun 2028 kemungkinan besar lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif akan beroperasi di IKN. Namun, kegiatan bisnis dan sebagian besar pemerintahan masih akan berlangsung di Jakarta.
Oleh karena itu, Pramono meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk bersiap menghadapi perubahan tersebut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta tetap ditetapkan sebagai ibu kota dan diarahkan menjadi kota global yang bersifat inklusif, dengan budaya Betawi sebagai ciri khas utamanya. Selanjutnya, penguatan identitas Betawi akan diterapkan di wilayah Jakarta.
"Nanti, billboardnya, batas-batas kecamatan, batas kota, akan kami berikan dengan simbol-simbol Betawi karena ini memang undang-undang," ujar Pramono.
Kendati demikian, Pramono Anungmemastikan penguatan budaya Betawi tidak akan mengurangi sifat multikultural Jakarta.