Kisah Aman Alisa: Berjualan Ikan Keliling di Silih Nara -->

Kisah Aman Alisa: Berjualan Ikan Keliling di Silih Nara

31 Des 2025, Rabu, Desember 31, 2025
Kisah Aman Alisa: Berjualan Ikan Keliling di Silih Nara
Ringkasan Berita:
  • Di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, suasana pagi kembali bergerak dengan kegiatan harian Aman Alisa yang menjajakan ikan menggunakan sepeda motor.
  • Dalam seminggu terakhir, ia kembali melakukan perjalanan ke desa-desa di wilayah Angkup, Genting Gerbang, hingga Belang Mancung setelah sebelumnya menghentikan aktivitas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang memutus jalur pengiriman ikan dari Bireuen.

Liputan Jurnalis Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah

Gayo.com, TAKENGON- Di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pagi kembali bersemangat dengan suara kendaraan bermotor Aman Alisa.

Dalam seminggu terakhir, ia kembali menjual ikan keliling, mengunjungi desa-desa di wilayah Angkup, Genting Gerbang, hingga Belang Mancung serta beberapa desa lainnya.

Ketersediaan Ikan Pulih Setelah Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Aktivitas yang telah ia lakukan selama dua tahun terakhir kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti akibat banjir bandang dan longsoran tanah yang mengganggu jalan serta jembatan dari Bireuen, satu-satunya jalur utama pengiriman ikan laut ke Aceh Tengah.

Setiap hari, mulai pukul 04.00 WIB, Aman Alisa sudah berada di Pasar Ikan Takengon bersama ratusan pedagang ikan keliling lainnya.

Dari pasar tersebut, dia membeli ikan dari para pedagang asal Bireuen lalu menjualnya kembali menggunakan sepeda motor berkapasitas 150 cc, berkeliling dari desa ke desa.

Ikan yang dijualnya beragam, mulai dari ikan bandeng, ikan tongkol, udang, hingga berbagai jenis ikan laut lainnya yang berasal dari daerah pesisir Aceh.

"Alhamdulillah, kini kembali berdagang ikan setelah sempat terhenti sementara," katanya saat berbicara denganGayo.comdi Pasar Ikan Takengon, Selasa (30/12/2025)

Ketangguhan Pedagang Kecil Menjaga Harapan

Matahari mulai terlihat. Pagi baru saja berlalu saat Aman Alisa mempersiapkan diri untuk pergi dari pasar.

Dua keranjang besar yang berisi ikan tersusun rapi di bagian belakang sepeda motornya. Mengenakan jaket tebal, ia melanjutkan perjalanan melewati udara pagi yang dingin.

Saat pasokan ikan sempat terhenti, Aman Alisa tidak berdiam diri. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia beralih menjual kebutuhan pokok dan barang harian lainnya.

Barang-barang itu ia ambil dari Kem, Kabupaten Bener Meriah, lalu dijual kembali ke pasar serta pelanggan di Silih Nara.

Sekarang, seiring dengan kondisi yang mulai membaik, Aman Alisa kembali menjalani usaha lama mereka.

Ceritanya menggambarkan ketangguhan masyarakat biasa yang tak pernah menyerah pada kondisi apa pun, serta harapan yang selalu dipertahankan mulai dari pagi hingga sore hari.

Pasokan Ikan Luar Daerah

Sebagai informasi, sekitar 80 persen pasokan ikan segar di Aceh Tengah datang dari luar wilayah, khususnya dari Bireuen dan daerah pesisir Aceh lainnya.

Jenis ikan yang masuk mencakup ikan tenggiri, teri, tuna, cakalang, dan bandeng, dengan jenis yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Namun, pasokan ikan laut sering mengalami perubahan karena cuaca buruk dan kejadian hidrometeorologi.

Keadaan ini sering menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Paya Ilang Takengon.

Data menunjukkan bahwa Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Aceh Tengah pada tahun 2020 tercatat sebesar 33 kilogram (Kg) per kapita per tahun, masih jauh di bawah AKI Provinsi Aceh yang mencapai 50 kg per kapita per tahun.

Sementara itu, data pada tahun 2022 menunjukkan bahwa AKI Aceh naik menjadi 65,93 kg per kapita setiap tahun.

Angka ini menunjukkan kemungkinan peningkatan konsumsi ikan di Aceh Tengah, selama pasokan dapat dipertahankan dengan baik.(*) 

TerPopuler