Pertemuan Tebuireng, PBNU Akui Gus Yahya Dipecat Karena Kesalahan -->

Pertemuan Tebuireng, PBNU Akui Gus Yahya Dipecat Karena Kesalahan

7 Des 2025, Minggu, Desember 07, 2025

JOMBANG, Bengkalispos.com - Para ulama senior dan Mustasyar Nahdlatul Ulama mengadakan pertemuan serta silaturahmi di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan ini juga mengundang Rais A’am PBNU KH Miftahul Akhyar serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Namun, Rais A’am PBNU tidak hadir dan mengutus Muhammad Nuh, salah satu anggota Rais Syuriyah PBNU, untuk mewakili kehadirannya.

"Ia (Rais A'am PBNU) sedang menghadiri acara haul di Lasem, sehingga tidak bisa hadir. Demikian pula dengan Wakil Rais A'am Kiai Anwar Iskandar," ujar M Nuh di Pesantren Tebuireng.

Pada pertemuan dengan para tokoh ulama senior dan Mustasyar NU, M Nuh menyampaikan beberapa poin terkait keputusan rapat Syuriah PBNU yang mengangkat Gus Yahya dari posisi Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga keutuhan organisasi.

"Posisi Syuriah sebagai otoritas tertinggi dalam struktur organisasi PBNU. Bagi Syuriah, keputusan yang telah diambil dalam rapat harian Syuriah, pasti sudah selesai," kata M Nuh.

Ia mengatakan penghapusan Gus Yahya didasari oleh adanya pelanggaran yang dianggap berujung pada hukuman organisasi.

"Tidak ada persaingan antar individu. Namun, konteksnya adalah situasi yang mengandung kesalahan. Dan, dari kesalahan tersebut maka diberikan hukuman, mundur atau dipecat," ujar M Nuh.

Menurutnya, keputusan rapat Syuriah PBNU sudah final dan akan dilanjutkan dengan rapat pleno PBNU pada Selasa, 9 Desember 2025. Agenda pleno meliputi pembahasan pengangkatan penjabat Ketua Umum PBNU.

"Hari Selasa akan diikuti dengan rapat pleno. Agenda antara lain adalah menetapkan PJ Ketua Umum," kata M Nuh.

Pertemuan di Tebuireng

Pertemuan para tokoh dan Mustasyar NU di Pesantren Tebuireng dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta dr Umar Wahid sebagai sahabat yang memiliki hubungan dekat. Turut hadir mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, dan Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli.

Selain itu, hadir Pendiri Pesantren Denanyar Jombang KH Abdus Salam Sohib, beserta putri pendiri NU Hj Mahfudhoh. Dari jajaran PBNU terlihat Muhammad Nuh, Gus Yahya, dan KH Amin Said Husni.

Beberapa tokoh hadir melalui video konferensi, antara lain KH Ma’ruf Amin, Hj Sinta Nuriyah Wahid, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

Kesimpulan Forum Mustasyar

Setelah pertemuan, Forum Sesepuh dan Mustasyar NU mengeluarkan pernyataan sikap. HM Abdul Mu’id, kyai dari Pesantren Lirboyo, ditunjuk sebagai perwakilan bicara.

Ia menyampaikan, salah satu hasil dari forum tersebut adalah penilaian bahwa penghapusan Gus Yahya oleh Syuriah PBNU tidak sesuai dengan aturan organisasi.

"Forum berpendapat bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi yang tercantum dalam AD/ART," kata Gus Mu’id.

Namun, forum juga menilai pentingnya adanya penjelasan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Gus Yahya.

Rekomendasi Forum

Tokoh-tokoh tua dan Mustasyar NU menganggap ada bukti kuat terkait dugaan pelanggaran atau kesalahan besar dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum PBNU, sehingga perlu diatasi melalui prosedur organisasi.

“Namun, forum juga menemukan adanya bukti kuat mengenai terjadinya pelanggaran atau kesalahan besar dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu dijelaskan melalui prosedur organisasi secara menyeluruh,” katanya.

Pertemuan para tokoh dan mustasyar NU menyarankan agar rapat pleno untuk menentukan pelaksana tugas ketua umum tidak diadakan sebelum seluruh prosedur selesai sesuai aturan organisasi.

"Forum menegaskan bahwa isu ini sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan lembaga atau proses dari luar, guna menjaga martabat jam’iyyah dan menjaga NU sebagai aset penting bangsa," ujar Gus Mu’id.

TerPopuler