Warga Kamboja Demo Minta Gencatan Senjata dengan Thailand -->

Warga Kamboja Demo Minta Gencatan Senjata dengan Thailand

19 Des 2025, Jumat, Desember 19, 2025

PULUHAN ribu warga Kambojamengadakan demonstrasi damai pada Kamis di tengah konflik perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand. Seperti dilaporkan Anadolu, para peserta meminta pemerintah dan pihak Thailand untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata.

Para pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota, Phnom Penh, untuk meminta perdamaian setelah konflik yang berlangsung sejak 7 Desember dan terus berlanjut hingga hari ke-12. Pertikaian ini telah mengakibatkan kematian minimal 55 orang dari kedua pihak. Konflik juga menyebabkan hampir satu juta penduduk dari kedua negara melarikan diri dari perbatasan.

Berdasarkan informasi dari otoritas Thailand, sebanyak 21 prajurit Thailand dan 16 penduduk sipil meninggal dalam konflik tersebut, sementara Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan bahwa 18 warga sipil Kamboja tewas dan 78 orang lainnya cedera.

Kegiatan yang diadakan oleh Persatuan Federasi Pemuda Kamboja (UYFC) bertujuan tidak hanya untuk menunjukkan "komitmen Kamboja terhadap perdamaian, tetapi juga untuk meminta penghormatan terhadap gencatan senjata dan kesepakatan damai antara Kamboja dan Thailand," demikian menurut kantor berita milik negara,Agence Kampuchea Presse.

Mengawasi pawai tersebut, kepala UYFC Hun Many menyampaikan, "Kami semua menyaksikan dampak dari perang. Ini adalah bentrokan perbatasan kedua dalam konflik yang berlangsung selama tujuh bulan, dan rakyat Kamboja benar-benar memahami bahaya perang."

Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk menyatakan kekhawatirannya terhadap laporan bahwa "wilayah di sekitar desa dan situs budaya diserang oleh pesawat tempur, drone, dan senjata artileri."

Menurut hukum humaniter internasional, jelas bahwa perlindungan penduduk sipil dan infrastruktur sipil adalah prioritas utama," ujar Turk, sambil meminta kedua pihak untuk "segera menghentikan tembakan dan kembali berbicara.

Thailand Bombardir Kamboja

Pada hari Kamis, Thailand melancarkan serangan udara tambahan terhadap Kamboja, dengan menyatakan bahwa pesawat tempurnya menyerang gudang yang digunakan tentara Kamboja untuk menyimpan roket yang telah digunakan secara mematikan dalam pertempuran yang dimulai pekan lalu.

Pertempuran yang berlangsung menyebabkan bentrokan terjadi di beberapa wilayah. Thailand melancarkan serangan udara ke Kamboja dengan menggunakan pesawat tempur F-16, sementara Kamboja merespons dengan melepaskan ribuan roket BM-21 jarak menengah dari peluncur yang dipasang pada truk, yang mampu melemparkan hingga 40 roket dalam satu kali tembakan.

Kamboja mengumumkan pada hari Kamis bahwa pesawat tempur Thailand telah melemparkan bom di Poipet, sebuah kota di sebelah barat laut Kamboja yang pada masa damai menjadi pusat utama perdagangan darat dengan Thailand serta pusat permainan judi. Dikatakan bahwa pesawat F-16 Thailand melepaskan tiga bom di area permukiman warga, merusak sebagian gudang dan menyebabkan cedera ringan pada dua penduduk sipil.

Pertikaian masih berlangsung meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu menyatakan bahwa pemimpin Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk menghentikan pertempuran yang kembali terjadi.

Kedua negara mengadakan perjanjian damai pada bulan Oktober di Kuala Lumpur di hadapan Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Namun, perjanjian tersebut kemudian ditunda sebulan setelah pasukan Thailand terluka parah akibat ledakan ranjau di wilayah perbatasan.

Thailand dan Kamboja mengalami sengketa perbatasan yang berlangsung lama dan sering kali memicu kekerasan, termasuk bentrokan pada Juli yang menewaskan setidaknya 48 orang.

TerPopuler