
Bengkalispos.com, petarung kelas ringan UFC, Dan Hooker, mengakui kelemahannya yang membuatnya belum berhasil mendapatkan laga perebutan gelar meskipun sudah 8 tahun tetap berada di peringkat 15 besar.
Mengikuti UFC sejak 2014, Hooker kini berada di posisi keenam dalam daftar calon juara di kelas ringan.
Petarung asal Selandia Baru ini secara konsisten berada di peringkat 15 besar atlet terbaik dalam divisi UFC yang sebelumnya dikuasai oleh Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev.
Saking lama Hooker berada di 15 besar, Bengkalispos.com mengakui lupa kapan pertama kali jagoan yang memiliki julukan The Hangman ini masuk peringkat dalam wawancara eksklusif via Zoom yang diselenggarakan UFC Indonesia, Kamis (29/1/2026).
"Mungkin tahun 2018," jawab Hooker sambil berusaha mengingat kapan pertama kali dia masuk 15 besar.
"Ya, sudah lama. Hard to kill"Sulit untuk dibunuh, teman," katanya sambil tertawa.
Di tengah kariernya di UFC yang telah mengikuti 23 pertandingan di oktagon, Dan Hooker pernah berhadapan dengan berbagai lawan hebat.
Nama-nama seperti Gilbert Burns, Edson Barboza, Al Iaquinta, Paul Felder, Dustin Poirier, Michael Chandler, Makhachev, dan Arnold Allen tercantum dalam riwayat hidupnya.
Hooker pernah meraih rangkaian kemenangan, serta telah menerima penghargaan Fight of the Night atau Performance of the Night sebanyak enam kali, yang menunjukkan bahwa dia merupakan petarung yang menyenangkan untuk ditonton.
Namun, pemilik rekor total 24-13 ini belum pernah sekali pun mengikuti pertandingan perebutan gelar, bahkan untuk sabuk sementara.
Dalam hal ini, Hooker kalah oleh sejumlah petarung yang lebih muda darinya, seperti yang terbaru adalah Ilia Topuria atau Paddy Pimblett.
Namun, Hooker merasa UFC tidak bersikap tidak adil terhadapnya.
Pemain yang lahir pada 13 Februari 1990 ini menyadari bahwa dirinya memiliki kelemahan yang membuatnya jauh dari persaingan memperebutkan gelar.
"Segala sesuatu yang terjadi adalah akibat dari kesalahan saya sendiri," katanya.
Saya memahami bagaimana olahraga ini berjalan. Ketika situasinya tidak mendesak bagi saya, justru tangan saya tidak terangkat sebagai pemenang.
Sebenarnya, pertarungan-pertarungan tersebut bisa membuat saya memperoleh atau semakin mendekati pertarungan untuk memperebutkan gelar.
Banyak orang mengkritik saya karena kalah sebanyak 13 kali, tetapi mengapa masih diberi kontrak oleh UFC?
Itu berarti seseorang tidak memahami olahraga ini. Anda mungkin kalah beberapa kali sehingga nasib Anda berada dalam kondisi kritis.
Setiap kali menghadapi situasi sulit, saya bangun dan mulai berupaya memperbaiki pekerjaan saya. Selanjutnya, saya tampil dengan baik.
Mungkin jika mereka menyebut pertarungan yang saya hadapi sebagai pertandingan perebutan gelar atau mungkin jika mereka mengatakan saya akan dipecat jika kalah, mungkin saya akan menang.
Dan Hooker akan berpartisipasi dalam pertandingan co-main event UFC 325, hari Minggu (1 Februari 2026) di Sydney.
Ia akan menghadapi lawan peringkat 8, Benoit Saint Denis.
Pertandingan antara petarung peringkat 9 di kelas ringan, Rafael Fiziev, melawan peringkat 14, Mauricio Ruffy, juga akan berlangsung dalam UFC 325.
Minggu lalu, tahun 2026 dimulai dengan penyelenggaraan UFC 324 yang menampilkan pertandingan utama antara Justin Gaethje melawan Paddy Pimblett dalam perebutan sabuk sementara.
Kelas ringan tampak sangat gesit dalam menyelenggarakan pertandingan antara petarung terbaik pada awal tahun ini.
Situasi ini membuat Hooker sangat gembira karena melihat divisi mereka bergerak dengan cepat.
"Situasinya baik karena terdapat banyak perubahan saat ini. Sebelumnya kondisi di divisi ini sempat mandek," katanya.
Dulunya tidak terlalu banyak pertandingan tetapi tahun ini dimulai dengan banyak pertandingan di kelas ringan.
Pekan lalu hadir Paddy Pimblett dan Justin Gaethje, kini di kartu yang sama dengan saya terdapat Rafael Fiziev dan Mauricio Ruffy.
Banyak perubahan terjadi di posisi 10 besar. Persaingan sengit terjadi, dan ini merupakan masa yang menarik bagi para penggemar," tambahnya.