
Bengkalispos.com- Penyediaan bantuan kemanusiaan pasca-bencana di Aceh terus dilakukan oleh pemerintah serta berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan bagi korban bencana Sumatera.
Perwakilan AVI Humanity melalui Al-Quds Volunteers Indonesia, Rahma, menekankan bahwa pendistribusian bantuan diharapkan mampu memperkuat harapan masyarakat yang ingin segera pulih pasca-bencana.
"Program ini tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga meningkatkan pemulihan martabat dan harapan masyarakat," ujar Rahma dalam pernyataan tertulis, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, bencana yang menimpa kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di akhir November 2025 tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga menyisakan dampak emosional pada penduduk yang terkena dampaknya.
"Bencana menghancurkan bangunan, namun yang paling rentan adalah rasa aman. Di situlah kami hadir dengan menyediakan air, makanan, dan pendampingan, agar harapan tetap bertahan," katanya.
Menurutnya, program pendistribusian bantuan diadakan selama enam hari, mulai dari 12 hingga 17 Januari 2026, dengan mencakup daerah pesisir dan daratan yang terkena dampak besar akibat bencana.
"Jumlah penerima manfaat mencapai 10.429 orang," katanya.
Ia mengatakan, bantuan kemanusiaan yang diberikan didasarkan pada kebutuhan di lapangan, dengan penekanan pada pemulihan dasar dan dukungan psikososial bagi masyarakat. Bantuan ini mencakup penyediaan truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan air minum warga yang terkena dampak.
"Kami juga menyediakan dapur umum sebagai bantuan pangan harian bagi keluarga yang terkena dampak. Selain itu, dilakukan pemulihan trauma melalui pembukaan Posko Pendampingan Pemulihan Trauma Pasca Bencana, khususnya untuk anak-anak dan perempuan," kata Rahma.
Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok untuk menjaga ketersediaan pangan jangka pendek bagi masyarakat yang terkena dampak.
Rahma menambahkan, pihaknya juga mendistribusikan perlengkapan ibadah bagi masjid dan musala, seperti karpet atau sajadah, sistem suara, mukena dan sarung, Al-Qur'an, Iqro, buku Yasin, serta peralatan pendukung ibadah lainnya.
“Jangan lupa, kami mendistribusikan perlengkapan ibu dan anak sebagai wujud perlindungan terhadap kelompok yang rentan,” katanya.
Kegiatan kemanusiaan ini berhasil dilaksanakan berkat kerja sama dengan berbagai mitra donatur, seperti Al Ashri Group Makassar, Rumah Amal Ukhuwah Kalimantan Selatan, dan Generasi Qur’an Indonesia.
Bantuan diberikan secara bertahap kepada 18 desa yang terletak di 10 kecamatan wilayah Provinsi Aceh, yaitu Kecamatan Langsa Barat, Manyak Payed, Karang Baru, Rantau, Bendahara, Kejuruan Muda, Banda Sakti, Muara Dua, Muara Batu, dan Meurah Dua.
Berdasarkan informasi dari BNPB, jumlah total korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera mencapai 1.200 orang, sementara korban yang masih hilang berjumlah 143 orang. Data tersebut tercatat hingga Rabu (21/1).
Sementara itu, jumlah penduduk yang terdampak dan masih tinggal di tempat pengungsian mencapai 113.903 jiwa.