
NEWSSULTRA.COM, KENDARI –Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kendari mulai memperkuat pengawasan serta melakukan kegiatan pemeriksaan rutin di wilayah pelabuhan.
Operasi ini dimulai pada hari Rabu (21/1/2026) di beberapa pelabuhan, termasuk di Kawasan Pelabuhan Wanci atau pelabuhan kapal malam, Jalan Tinumbu Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, yang berada di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wakapolsek Wilayah Pelabuhan Kendari, Iptu Muhtar, menyatakan bahwa pengamanan tersebut bertujuan untuk mengatasi tindakan premanisme yang mengganggu calon penumpang.
Tindakan tegas diambil setelah munculnya banyak laporan mengenai intimidasi yang dilakukan oleh pekerja angkut barang ilegal serta modus penipuan tiket yang dialami warga sejak Desember 2025.
Mereka sering menerima keluhan terkait sekelompok orang yang memaksa mengambil barang bawaan penumpang.
"Mereka bertindak seakan-akan pekerja resmi pelabuhan. Meskipun telah ditolak, mereka tetap memuat barang calon penumpang secara paksa, lalu menetapkan tarif jasa yang sangat tinggi tanpa adanya kesepakatan sebelumnya," kata Iptu Muhtar pada Senin (26/1/2026).
Selain itu, pihak terkait juga mengingatkan tentang maraknya tindakan penipuan yang menggunakan modus menawarkan kemudahan dalam pembelian tiket.
"Pelaku biasanya mendekati calon penumpang dan menawarkan layanan pembelian tiket tanpa perlu antri. Namun, setelah uang diterima, pelaku langsung kabur," tambahnya.
Iptu Muhtar mengajak dan memberikan saran kepada warga agar lebih waspada dalam membedakan pekerja resmi dan orang-orang tidak bertanggung jawab di area pelabuhan.
Pertama, pekerja pelabuhan yang resmi selalu mengenakan atribut atau seragam khusus dan tidak akan memaksa penumpang.
Kemudian waspada terhadap orang yang menawarkan layanan di luar kawasan pelabuhan karena umumnya mereka adalah pekerja tidak resmi.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Jangan pernah memberikan uang kepada seseorang yang tidak kamu kenal untuk pembelian tiket di luar loket resmi. 2. Hindari memberikan dana kepada orang asing dalam transaksi pembelian tiket di luar tempat penjualan sah. 3. Jangan sekali-kali menyerahkan uang kepada orang tak dikenal untuk pembelian tiket di luar loket yang resmi. 4. Pastikan tidak memberi uang kepada orang yang tidak kamu ketahui saat membeli tiket di luar loket resmi. 5. Jangan pernah mengirimkan uang kepada seseorang yang tidak kamu kenal dalam proses pembelian tiket di luar loket resmi.
"Buruh resmi tidak akan menentukan harga secara sepihak. Kami mengimbau calon penumpang untuk segera melaporkan ke pos polisi terdekat jika menemui tindakan premanisme atau penawaran jasa yang mencurigakan," kata Muhtar.
Selain Pelabuhan Wanci, di Kendari juga terdapat Pelabuhan Nusantara, yang terletak di Jalan Konggoasa, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, sejauh sekitar 650 meter atau 2 menit berkendara. Pelabuhan ini melayani rute ke Muna, Baubau, dan Wakatobi.
Tidak jauh dari Pelabuhan Nusantara terdapat Pelabuhan Wawonii yang berada di Jalan Pembangunan, Kecamatan Kendari Barat, dengan jarak sekitar 700 meter atau membutuhkan waktu 3 menit berkendara. Pelabuhan ini menyediakan rute pelayaran Kendari-Langara dan Konawe Kepulauan.
Selain Pelabuhan Bungkutoko yang terletak di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, jaraknya sekitar 5,2 kilometer atau memakan waktu 10 menit perjalanan dengan kendaraan dari Pelabuhan Nusantara.(*)
(newsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)