Ringkasan Berita:
- Para aktivis dan pengemudi truk dari seluruh Papua Barat Daya melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya, Jalan Pendidikan, Kilometer 8, Kota Sorong, pada Senin (26/1/2026).
- Tindakan tersebut murni dilakukan karena kekhawatiran masyarakat terkait dugaan tindakan kotor kelompok mafia bahan bakar minyak (BBM) yang didukung pemerintah di Sorong.
- Praktik kejahatan BBM telah berlangsung secara terbuka, namun selama ini tampaknya tidak ditindaklanjuti.
- Jika polisi dan DPRP tidak memberikan respons, maka tindakan selanjutnya berupa pembakaran gedung DPRP.
SORONG.COM, SORONG - Para aktivis dan sopir truk dari seluruh Papua Barat Daya melakukan demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya, Jalan Pendidikan, Kilometer 8, Kota Sorong, pada hari Senin (26/1/2026).
Sebelumnya, para pengunjuk rasa berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Kilometer 8, Kota Sorong, sejak pukul 08.00 WIT.
Dalam pidatonya, Manaf Rumodar mengatakan bahwa tindakan tersebut murni disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terkait dugaan tindakan mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sorong.
"Jika anggota DPRP Papua Barat Daya tidak hadir menemui massa, maka mereka bisa dianggap sebagai bagian dari kelompok mafia BBM bersubsidi di Sorong," kata Manaf.
Ia menekankan bahwa tindakan mafia BBM telah berlangsung secara terbuka, tetapi selama ini terlihat dibiarkan saja.
"Saya ingin menekankan bahwa TNI-Polri, Wali Kota Sorong, serta Gubernur Papua Barat Daya menyadari adanya sindikat BBM ilegal yang sengaja dibiarkan," ujarnya.
Manaf juga menyatakan pihaknya memiliki data terkait keterlibatan individu aparat, termasuk dari kepolisian, TNI, maupun pejabat, dalam tindakan mafia BBM bersubsidi.
Ia mengancam, jika pihak kepolisian dan DPRP Papua Barat tidak merespons tuntutan massa, maka akan ada aksi lanjutan berupa pembakaran gedung DPRP.
Menurutnya, selama ini para pengemudi truk dan kendaraan hilux mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak yang didiskon. Mereka bahkan harus menunggu selama beberapa hari dan tidur di dalam kendaraan agar bisa memperoleh BBM.
Setelah melakukan aksi di Kantor DPRP Papua Barat Daya, para peserta kemudian berpindah ke Jalan Yos Sudarso guna melanjutkan demonstrasi di Fuel Terminal PT Pertamina Sorong.
Mafia BBM
Koalisi aktivis dan pengemudi truk seluruh Papua Barat Daya mengadakan demonstrasi, Senin (26/1/2026).
Tindakan ini berkaitan dengan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) yang didukung subsidi.
Akan ada aksi unjuk rasa di Kantor DPRP Papua Barat Daya serta PT Pertamina Sorong.
Pantauan Sorong.com,Orang-orang berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Kilometer 8, Kota Sorong, sejak pukul 08.00 WIT.
Pengemudi memarkirkan truk dan hilux di sisi kiri jalan Basuki Rahmat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorong.com,tindakan ini menyoroti dugaan aktivitas mafia bahan bakar minyak di kawasan Sorong Raya.
Masyarakat mengkhawatirkan adanya pengaliran bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sah di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selain itu, masyarakat juga mengira ada tindakan penyimpanan bahan bakar minyak bersubsidi, diduga melibatkan seseorang pegawai pom bensin di Sorong.(sorong.com/safwan ashari)