Aurelie Moeremans Tak Peduli Roby Tremonti Dihina Usai Klarifikasi: Urusan Masing-Masing -->

Aurelie Moeremans Tak Peduli Roby Tremonti Dihina Usai Klarifikasi: Urusan Masing-Masing

18 Jan 2026, Minggu, Januari 18, 2026
Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans mengajak netizen untuk berhenti melakukan tindakan bullying dan menyerang pihak-pihak yang terkait dengan tokoh dalam bukunya.
  • Ia juga menyebutkan fenomena Roby Tremonti yang menjadi bahan ejekan netizen karena klarifikasi kesalahan saat membantah bahwa dirinya bukan 'Bobby' dalam lagu Broken Strings.
  • Meskipun demikian, Aurelie tidak bertanggung jawab jika ada pihak yang merasa mengidentifikasikan dirinya sebagai salah satu tokoh dalam buku tersebut.

STYLE.COM - Setelah buku karyanya yang berjudul Broken Strings menjadi viral, Aurelie Moeremans muncul untuk menyampaikan kekhawatirannya.

Ia merasa cemas terhadap respons masyarakat yang dianggap mulai berubah menjadi penganiayaan.

"Silakan... Aku ingin meminta satu hal mengenai catatan penting tentang Broken Strings," tulis Aurelie dalam unggahannya.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Aurelie mengajak netizen untuk berhenti melakukan bullying dan menyerang pihak-pihak yang terkait dengan tokoh dalam bukunya.

Menurut Aurelie, kisah yang ia tulis bukanlah ajakan untuk mencari sosok nyata di balik tokoh fiksi.

Ia menganggap banyak asumsi yang muncul terlalu jauh dari tujuan awal penulisan memoar tersebut.

"Harap jangan menganiaya atau menyerang tokoh-tokoh dalam buku, terlebih jika itu hanya sekadar dugaan-dugaan," lanjutnya.

Aurelie menyoroti bahwa banyak anggapan yang beredar belum tentu valid.

Ia juga secara tulus mengakui merasa tidak nyaman membaca berbagai komentar yang muncul.

"Banyak anggapan di luar sana yang belum tentu benar dan jujur aku merasa tidak nyaman membacanya," tulis Aurelie Moeremans, dikutip Sabtu, 17 Januari 2026.

menekankan tujuan utama dari Broken Strings adalah menegaskan bahwa buku ini tidak ditulis untuk mengungkap identitas siapa pun dalam dunia nyata.

"Tujuan dari cerita ini bukan untuk mengetahui siapa saja di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi menyakiti. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses pemulihan yang saya sampaikan dengan sangat jujur," katanya.

Meskipun demikian, Aurelie tidak bertanggung jawab jika ada pihak yang merasa mengidentifikasikan dirinya sebagai salah satu tokoh dalam buku tersebut.

"Jika ada seseorang yang mengklaim dirinya sebagai karakter tertentu, itu urusan pribadi masing-masing, kalian bebas menyampaikan pendapat tentang hal itu. Tapi jika hanya menebak dan kemudian menyerang, tolong jangan," tulisnya.

Pada akhir unggahannya, Aurelie menyampaikan pesan yang lebih menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa lagu Broken Strings tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi target baru perundungan.

Saya menulis buku ini bukan untuk membuat target baru yang akan di-bully. Saya menulis karena ingin membuka wawasan, memberikan kesadaran, dan semoga bisa membantu orang-orang yang pernah berada dalam situasi yang sama. Mari kita jaga ruang ini penuh kasih, aman, dan penuh empati," tegasnya.

(Style.com/Putri Asti)

  • Jangan lewatkan berita-berita menarik lainnya dari Newsmaker.com di Google News, Threads, dan Facebook.

TerPopuler