Cek Kawasan Bantimurung, Menhut Bahas Perbaikan Fasilitas Taman Nasional -->

Cek Kawasan Bantimurung, Menhut Bahas Perbaikan Fasilitas Taman Nasional

29 Jan 2026, Kamis, Januari 29, 2026

Bengkalispos.com, SULAWESI SELATAN - Menteri Kehutanan (Menhut)Raja Juli Antonimenyoroti pentingnya perbaikan fasilitas umum di Taman Nasional seperti kamar mandi, karena hal tersebut mencerminkan pengelolaan wilayah tersebut.

Hal tersebut diungkapkannya setelah melakukan pemantauan terhadap pengelolaan kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata yang berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, pada hari Rabu (28/1) kemarin.

"Saya selalu menyampaikan, jangan hanya memperhatikan ruang tamu, tetapi perhatikanlah kamar mandinya. Ini sangat penting," ujar Raja Juli melalui keterangan resmi, Kamis (29/1).

Selain itu, Menhut menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur pendukung agar mampu menarik kunjungan wisatawan ke Taman Nasional.

Ia tidak menginginkan jalur wisata tetap licin dan berlumut, karena tidak aman serta kurang nyaman bagi pengunjung.

Menurutnya, pengembangan ekowisata yang optimal akan memberikan berbagai keuntungan, baik dari segi ekonomi maupun pelestarian lingkungan alami.

Raja Juli mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga lingkungan ekosistem sambil meningkatkan mutu pelayanan di kawasan Taman Nasional.

"Semua pihak bekerja sama, dan hasilnya dapat kita rasakan bersama. Menjaga sistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies," kata mantan Wakil Kepala Otorita IKN tersebut.

Raja Juli di Taman Nasional Bantimurung menekankan pentingnya menjaga julukan wilayah tersebut sebagai Kerajaan Kupu-Kupu.

Ia bersyukur dalam sepuluh tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung.

"Betapa pentingnya makna dan arti Taman Nasional. Kingdom of Butterfly, kerajaan kupu-kupu. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah spesies kupu-kupu meningkat sebesar 114 persen. Hal ini menunjukkan keberhasilan kerja sama berbagai pihak dalam melestarikan ekosistem yang sangat penting ini," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menhut melepaskan 11 ekor burung Jalak Tunggir Merah, 32 burung Kacamata Kericau, dan 19 kupu-kupu berbagai jenis.(ast/jpnn)

TerPopuler