Cisco: 40% Perusahaan Indonesia Terancam Utang Infrastruktur AI -->

Cisco: 40% Perusahaan Indonesia Terancam Utang Infrastruktur AI

30 Jan 2026, Jumat, Januari 30, 2026

Cisco Connect Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta mengundang para pemimpin sektor, ahli teknologi, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Pada acara ini, Cisco mengumumkan hasil terbaru dari AI Readiness Index 2025, yang menunjukkan bahwa 40% perusahaan di Indonesia berpotensi kehilangan nilai bisnis karena ancaman AI Infrastructure Debt atau utang infrastruktur AI.

Berdasarkan laporan tersebut, hanya 13% perusahaan global yang termasuk dalam kategori AI Pacesetters. Kelompok ini mampu menerapkan AI secara luas dan cepat, sehingga menciptakan berbagai kasus penggunaan dan menghasilkan keuntungan nyata.

Sebaliknya, banyak organisasi masih tertinggal akibat keputusan infrastruktur yang tidak tepat, sehingga menimbulkan ancaman operasional dan keamanan.

Empat Pilar Infrastruktur AI yang Menjadikan Perusahaan sebagai Pemimpin

Cisco mengenali empat pilihan arsitektur utama yang membedakan pemimpin AI dengan organisasi lain:

- Menghadapi keterbatasan kemampuan daya – Lebih dari separuh lembaga di Indonesia memperkirakan beban kerja AI akan naik lebih dari 50% dalam jangka 3–5 tahun mendatang. Namun, hanya 57% yang telah mempersiapkan infrastruktur daya yang cukup, jauh di bawah 96% perusahaan pemimpin global.

- Membuat jaringan sebagai dasar – Pacesetters menjadikan jaringan sebagai prioritas utama untuk menghindari hambatan. Sebanyak 81% menyatakan jaringan mereka sudah optimal, dibandingkan hanya 29% organisasi di Indonesia.

- Optimasi yang berkelanjutan – Pemimpin industri melakukan pemantauan dan pelatihan ulang secara otomatis, sehingga mampu menjalani lebih dari 50 siklus optimasi setiap tahun. Di Indonesia, rata-rata perusahaan hanya mampu melakukan 12–15 siklus.

- Keamanan sebagai bagian dari desain arsitektur – 84% Pacesetters global telah menerapkan enkripsi end-to-end dengan pemantauan terus-menerus. Di sisi lain, hanya 42% organisasi di Indonesia yang mampu melindungi agen AI otonom yang telah diterapkan.

Cisco Mendorong Infrastruktur Kecerdasan Buatan yang Kuat dan Aman

Melalui Cisco Connect Indonesia, perusahaan ini menegaskan posisinya sebagai pemasok infrastruktur penting pada masa AI. Cisco memperkenalkan portofolio yang terintegrasi untuk pusat data yang siap mendukung AI, lingkungan kerja masa depan, serta keamanan digital.

Inovasi terkini seperti Cisco Unified Edge, arsitektur AI yang telah diuji, serta Secure AI Factory bersama NVIDIA menjadi pilihan yang disediakan untuk memastikan lembaga di Indonesia siap menghadapi peningkatan beban kerja terkait AI.

Indeks Kesiapan AI: Menilai Posisi Perusahaan

Indeks Kesiapan AI Cisco Global 2025 mengumpulkan data dari 8.000 pemimpin teknologi dan bisnis di 30 pasar serta 26 sektor industri. Temuan menunjukkan bahwa Pacesetters memiliki peluang empat kali lebih besar untuk meningkatkan kinerja keuangan dan efisiensi.

Lembaga di Indonesia bisa mengetahui posisi mereka dengan menggunakan Cisco AI Readiness Assessment Tool, yang membantu mengevaluasi kesiapan infrastruktur, strategi, data, sumber daya manusia, budaya, dan tata kelola.

TerPopuler