
Bengkalispos.com- Michael Carrick, yang kini menjabat sebagai pelatih sementara Manchester United menggantikan Ruben Amorim, membawa harapan baru.
Baru-baru ini, Manchester United berhasil mengalahkan Arsenal dan Manchester City.
Meski demikian, Carrick mengakui tidak ingin terjebak dalam suasana setelah berhasil mengalahkan Arsenal di Liga Inggris.
Kesan Michael Carrick selama masa jabatannya sebagai pelatih sementara Manchester United kembali terasa.
Pelatih berusia 44 tahun tersebut berhasil kembali memimpin Manchester United meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertamanya.
Hebatnya, rentetan kemenangan tersebut diraih atas dua anggota Big Six Liga Inggris.
Usai menumpas Manchester City 2-0, Setan Merah membungkam Arsenal 3-2 pada matchweek ke-23 Premier League 2025-2026.
Pertandingan melawan Arsenal dihelat di Emirates Stadium, Senin (26/1/2026) pagi WIB.
Pada pertandingan tersebut, Man United lebih dulu tertinggal setelah Lisandro Martinez mencetak gol bunuh diri di menit ke-29.
Manchester United kemudian menyamakan skor melalui permainan Bryan Mbeumo pada menit ke-37, sehingga mengakhiri babak pertama dengan skor imbang 1-1.
Man United comeback selepas jeda usai Patrick Dorgu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50.
Namun, The Gunners kembali menyamakan skor pada menit ke-84 melalui Mikel Merino.
Kemenangan Manchester United dijamin oleh Matheus Cunha tiga menit kemudian melalui tendangan jarak jauh.
Setelah pertandingan, Michael Carrick mengatakan tidak ingin merayakan kemenangan ini secara berlebihan.
Pasalnya, Man United sudah ditunggu sejumlah laga berat pada Februari.
Salah satunya menghadapi Tottenham Hotspur di awal bulan.
"Saya tidak terbawa suasana," ujar Carrick, dilansir BolaSport.com dari X jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano.
Itu karena kami akan menghadapi beberapa pertandingan yang lebih berat lagi.
Setiap pertandingan berikutnya merupakan laga yang lebih penting.
"Kami harus fokus," imbuhnya.
Berkat kemenangan ini, posisi Manchester United di papan klasemen meningkat ke peringkat keempat atau batas bawah zona Liga Champions.
Klub yang bermarkas di Old Trafford memiliki 38 poin setelah tampil dalam 23 pertandingan.
Di sisi lain, Arsenal tetap berada di puncak klasemen setelah kalah dari Manchester United.
Namun, keunggulan mereka dibandingkan saingan terdekatnya, Man City, kini hanya berjarak empat poin.
12 Hari yang Manis
Michael Carrick memiliki keajaiban tersendiri. Dalam waktu hanya 12 hari, ia membawa MU meraih kemenangan dalam derby melawan Man City dan berhasil membuat Arsenal kesal.
Michael Carrick memimpin Manchester United meraih kemenangan penting melawan tim puncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, di Stadion Emirates, pada hari Minggu (25/1/2026).
Gol indah Matheus Cunha di menit ke-87, memastikan hasil pertandingan Arsenal melawan Man United dengan skor 2-3.
Hasil ini memperpanjang masa "bulan madu" Michael Carrick sejak ia diangkat sebagai pelatih sementara Manchester United pada 13 Januari 2026 lalu.
Meski hanya bekerja selama sekitar 12 hari, Michael Carrick berhasil membawa Manchester United meraih kemenangan yang signifikan.
Perlu dicatat, sebelum mengalahkan Arsenal, MU yang diarsiteki Carrick berhasil meraih kemenangan dalam laga derbi panas melawan tetangganya Manchester City dengan skor 2-0.
Carrick menganggap tanggapan para pemain terhadap pendekatan taktisnya sebagai faktor penting dalam pemulihan cepat tim dalam dua pertandingan besar tersebut.
"Para pemain menunjukkan kinerja luar biasa dalam menerima tantangan, semangat untuk melakukannya, serta berkomitmen penuh di dalamnya, serta percaya pada pesan yang kami sampaikan dan cara kami bersikap," kata Carrick.
"Saya memiliki keyakinan terhadap mereka dan saya berusaha menunjukkannya, karena bukan hanya sekadar ucapan, melainkan bagaimana perasaan percaya diri dan keyakinan itu benar-benar diwujudkan," tambahnya.
Carrick menekankan bahwa Manchester United harus mempertahankan konsistensi di sisa pertandingan. Berkat kemenangan melawan Arsenal, Man United sekarang berada di posisi empat dengan total 38 poin.
Hentikan Pola Tiga Bek Ruben Amorim
Bangkitnya MU tidak terlepas dari keputusan Carrick yang meninggalkan sistem tiga bek kesukaan pelatih sebelumnya, Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari 2026 lalu.
Carrick beralih ke strategi yang dianggap mampu memberikan keseimbangan lebih kepada tim di berbagai posisi.
Pemilihan pelatih berusia 44 tahun itu membuat Patrick Dorgu bermain di posisi yang lebih menyerang dan langsung memberikan hasil.
Dorgu mencetak gol penting saat melawan Manchester City dan kembali masuk ke papan skor ketika menghadapi Arsenal.
Tendangan kuat Dorgu di babak kedua, tepatnya menit ke-50, setelah kerja sama yang baik dengan Bruno Fernandes, melesat ke sudut atas gawang yang membuat United unggul 2-1 di Emirates Stadium.
Sebelumnya, Arsenal sempat unggul melalui gol yang dicetak sendiri oleh Lisandro Martinez (29') sebelum Bryan Mbeumo (37') berhasil menyamakan skor menjelang jeda pertandingan.
Atmosfer Berbeda bersama Carrick
Mikel Merino (84') berhasil menyelamatkan satu poin bagi Arsenal melalui gol yang dimanfaatkan dari situasi sepak pojok. Namun, Matheus Cunha membuat para pendukung tuan rumah terdiam dengan tendangan keras dari jarak sekitar 20 meter pada menit ke-87.
"Saya pikir kami memahami jalannya pertandingan, karena ada saat-saat di mana kami harus bertahan dan berjuang keras, tetapi kami juga ingin menguasai permainan," ujar Carrick.
"Goal-goal yang luar biasa, beberapa tahap permainan berjalan dengan baik, dan kami terlihat mengancam pada saat-saat tertentu, sehingga ini adalah pertunjukan yang lengkap," tambahnya.
Matheus Cunha selanjutnya menyoroti perbedaan suasana tim di bawah kendali Carrick dibandingkan masa Amorim.
"Ia tahu perasaannya, karena ia bermain di sini selama bertahun-tahun, ia memahami makna Manchester dan Manchester United, serta mengerti bagaimana perasaan yang diharapkan oleh para penggemar," kata Cunha.
"Dia terus-menerus menunjukkan hal itu kepada kami setiap saat dan membantu kami memahami situasi dengan menyatakan bahwa semua orang melawan kami, sehingga kami merasa jauh lebih bersatu," kata penyerang asal Brasil tersebut.
Carrick baru saja menjabat sebagai pelatih sementara tim selama 12 hari di musim 2025-2026.
Namun, sebagai seorang pemain dia menghabiskan 12 tahun bersama Manchester United dan sangat memahami segala aspek klub tersebut.
"Saya baru saja berada di sini kurang dari dua minggu dan saya sangat ingin tampil dengan baik, memperkuat tim, serta mencapai posisi tertinggi," kata Carrick yang pernah membawa MU meraih gelar Liga Champions 2008.
"Memiliki hari-hari seperti minggu lalu dan hari ini membuat Anda ingin terus melanjutkannya, dan kami ingin mengembangkan hal ini untuk minggu-minggu berikutnya," tambah Carrick.
(Bengkalispos.com/Bolasport.com)