Di Madinah Saat Lucky Widja Meninggal, Didi Riyadi Bingung Lalu Berdoa di Masjid Nabawi -->

Di Madinah Saat Lucky Widja Meninggal, Didi Riyadi Bingung Lalu Berdoa di Masjid Nabawi

30 Jan 2026, Jumat, Januari 30, 2026
Di Madinah Saat Lucky Widja Meninggal, Didi Riyadi Bingung Lalu Berdoa di Masjid Nabawi

Liputan Jurnalis news.com, Fauzi Alamsyah

Ringkasan Berita:
  • Pergiannya Lucky Widja diketahui oleh Didi Riyadi ketika ia sedang berada di Madinah.
  • Pemain drum dari band Element pernah mengalami kebingungan.
  • Tidak lama kemudian, ia teringat pesan temannya untuk dijadikan doa, sehingga Didi segera melakukan shalat gaib.
 

NEWS.COM, JAKARTA - Pergiannya Lucky Widja meninggalkan rasa sedih yang mendalam bagi teman-temannya, termasuk Didi Riyadi.

Pemain drum dari band Element mengingat peristiwa paling sulit ketika pertama kali menerima berita duka tersebut.

Di mana dia sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.

Didi Riyadi mengungkapkan, berita kematian Lucky Widja ia dengar pada malam pertama setibanya di Madinah. Pada saat itu, ia masih dalam perjalanan menuju penginapan.

"Saya mendengar berita itu saat malam tiba di Madinah. Saat sedang dalam perjalanan ke hotel, saya langsung menerima kabar bahwa Lucky sudah tidak ada lagi," kata Didi Riyadi di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Mendengar berita itu, Didi mengakui perasaannya sedang campur aduk. Rasa terkejut, bingung, hingga tidak percaya langsung menghiasi perasaannya.

"Perasaannya sudah tidak terkendali. Kacau. Terkejut ada, bingung juga ada. Jujur, seketika saya seperti orang yang kehilangan arah. Masih belum percaya," lanjutnya.

Didi kemudian mengingat kembali peristiwa sebelum ia berangkat ke Tanah Suci. Ia memberitahu rencana umrahnya kepada temannya di band Element.

Dari percakapan tersebut, Lucky Widja menyampaikan sebuah pesan yang kini menjadi pesan terakhir untuk Didi.

"Sebelum saya berangkat umrah, saya mengatakan di grup, 'Insyaallah saya akan berangkat umrah'. Pada tanggal 20 saya berbicara di grup, dan pada tanggal 21 saya berangkat. Di sana, almarhum terakhir menyampaikan, 'Mohon doakan saya ya Di, agar saya segera lepas dari cuci darah'," kata Didi.

Sebagai teman dekat, Didi dan seluruh anggota Element memberikan doa terbaik untuk kesembuhan Lucky. Namun tidak ada di antara mereka yang menyangka bahwa permintaan doa itu menjadi pesan perpisahan.

"Anak-anak lain juga mengatakan, 'Titip doa ya'. Pasti sudah didoakan. Namun tidak ada sedikit pun rasa bahwa saat saya berada di sana, dia pergi," katanya.

Kematian Lucky membuat Didi Riyadi kaget, karena baginya, kepergian sahabatnya terasa sangat tiba-tiba dan tanpa adanya tanda-tanda.

"Terasa sangat cepat. Saya tidak mendengar kabar apa pun mengenai kondisi yang memburuk atau masuk IGD. Langsung mendapat kabar itu pada malam pertama setelah tiba di Madinah, saat perjalanan dari stasiun ke hotel," katanya.

Linglung 

Tidak berada di Jakarta ketika Lucky menghembuskan napas terakhir, Didi mengakui sempat merasa marah dan tidak berdaya karena jarak yang cukup jauh.

"Perasaannya bercampur. Marah juga ada, karena merasa tidak berdaya, jaraknya jauh. Dia pergi, saya tidak berada di Jakarta bersama teman-teman," katanya.

"Saya perlu mulai mengendalikan emosi. Apa yang bisa saya lakukan di sana, apa yang bisa saya berikan," katanya.

Sebagai seorang Muslim, Didi Riyadi mengucapkan doa terbaik bagi Lucky Widja di Tanah Suci. Ia percaya bahwa doa yang dilakukan di tempat suci memiliki keistimewaan.

"Insyaallah, jika kaki kita berada di Tanah Suci, doa-doa tersebut akan dikabulkan. Mengangkat doa terbaik, memohonkan pengampunan," katanya.

Selain itu, Didi Riyadi juga menyumbangkan Al-Qur’an di Masjid Nabawi dengan nama sahabatnya serta melaksanakan sholat gaib untuk mendoakan jenazah Lucky.

"Saya menyerahkan Al-Qur'an di Masjid Nabawi dengan nama almarhum Lucky. Saya juga melakukan salat jenazah. Di sana, setiap selesai salat selalu dilanjutkan dengan salat jenazah berjamaah," ujar Didi.

TerPopuler