Dinsos Batang Salurkan Logistik Bantuan untuk Korban Longsor Pranten, Fokus Bahan Mentah dan Dapur Umum -->

Dinsos Batang Salurkan Logistik Bantuan untuk Korban Longsor Pranten, Fokus Bahan Mentah dan Dapur Umum

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026
Dinsos Batang Salurkan Logistik Bantuan untuk Korban Longsor Pranten, Fokus Bahan Mentah dan Dapur Umum

JATENG.COM, BATANG -Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terkena dampak bencana tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

Distribusi dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, menyatakan bantuan yang dikirimkan berupa bahan makanan mentah sehingga bisa langsung dimasak di tempat oleh dapur umum masyarakat setempat.

"Ini merupakan tindak lanjut dari permintaan logistik terkait bencana longsor di Pranten. Kami bekerja sama dengan BPBD dalam pengiriman bantuan. Diperkirakan sekitar 1,5 hingga 3 kuintal bahan logistik," ujar Willopo kepada jateng, Senin (26/1/2026).

Bantuan yang diberikan meliputi bihun jagung 6 dus, minyak goreng 36 liter, telur 60 kilogram, dan kertas nasi 6 pack.

Menurutnya, pasokan logistik tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa hari berikutnya.

Willopo mengatakan, Dinas Sosial sengaja mendistribusikan bantuan berupa bahan baku karena di Desa Pranten sudah terdapat dapur umum yang dikelola oleh masyarakat sendiri.

"Jika dimasak di sini lalu dikirim, selain memakan waktu lama, saat tiba di lokasi sudah dingin dan tidak optimal. Maka lebih efisien jika bahan mentah langsung dimasak di tempat tujuan," katanya.

Selain mendistribusikan bantuan ke Pranten, Dinas Sosial Batang tetap mempersiapkan persediaan logistik di kantor sebagai antisipasi jika kembali membuka Dapur Umum (DU).

Sebelumnya, Dinsos telah membuka dapur umum selama delapan hari setelah bencana.

Mengenai jumlah pengungsi, Willopo mengatakan bahwa berdasarkan data BPBD, sekitar 600 jiwa terkena dampak longsor.

Beberapa penduduk mengungsi ke rumah kerabat, baik di kawasan Pranten maupun sampai ke Kabupaten Wonosobo.

"Kurang lebih 600 orang. Semoga bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban warga dan meningkatkan semangat masyarakat Pranten, bahwa pemerintah hadir dan peduli," tutupnya. (Ito)

TerPopuler