Dr Ivan Kaunang berkunjung ke Manado, bahas pelestarian budaya Sulawesi Utara -->

Dr Ivan Kaunang berkunjung ke Manado, bahas pelestarian budaya Sulawesi Utara

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026
Ringkasan Berita:
  • Dr Ivan Kaunang hadir sebagai pembicara untuk membahas pelestarian budaya Sulawesi Utara bersama jurnalis Manado, David Kusuma.
  • Kedatangannya bertujuan untuk menghadiri podcast di Manado, Senin 26 Januari 2026.
  • Dr Ivan menekankan bahwa perlindungan budaya pada masa kini membutuhkan partisipasi aktif para pihak terkait agar nilai-nilai budaya tetap bertahan dan sesuai dengan generasi muda.

MANADO.CO.ID, MANADO - Akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi (FIB Unsrat), Manado, Sulawesi Utara (Sulut), yaitu Dr Ivan Kaunang SS MHum, mengunjungi Kantor Manado yang terletak di Jalan AA Maramis, Kota Manado, pada Senin 26 Januari 2026.

Ivan Kaunang hadir dalam sesi podcast untuk membicarakan topik budaya.

Podcast ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-17 Manado.

Podcast yang dipandu oleh jurnalis asal Manado, David Kusuma, membahas topik pelestarian budaya Sulawesi Utara.

Podcast ini berfungsi sebagai wadah diskusi untuk membangkitkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman.

Dalam diskusi tersebut, Dr Ivan Kaunang yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIB Unsrat, menekankan pentingnya menghidupkan kembali filsafat hidup masyarakat Minahasa, "Sitou Timou Tumou Tou".

Angka ini perlu terus kita jalani. Manusia hidup guna memperbudak manusia lain.

Salah satu aspek budaya yang dibahas dalam podcast tersebut adalah mapalus, kebiasaan kerja sama masyarakat Minahasa yang menggambarkan semangat saling menolong, rasa persatuan, dan kebersamaan.

Menurut Ivan, mapalus bukan hanya kegiatan sosial, tetapi merupakan identitas budaya yang membentuk kepribadian masyarakat Sulawesi Utara sejak dulu.

"Mapalus mengajarkan kita untuk bekerja sama, saling mendukung," katanya.

Namun, Ivan mengakui bahwa menjaga dan melestarikan budaya pada masa kini bukanlah hal yang sederhana.

"Jika membicarakan budaya di masa kini, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada tantangan besar yang datang dari perubahan sosial, teknologi, dan pola hidup," katanya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar pelestarian budaya tidak hanya menjadi pembicaraan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan, pendidikan, dan ruang-ruang umum yang mendukung nilai-nilai budaya setempat.

Nilai-nilai budaya perlu terus disemai, khususnya kepada kalangan pemuda, agar identitas lokal tidak hilang dalam arus globalisasi," tambahnya.

Ikuti Channel WhatsApp Manado dan Google News Manado untuk informasi terbaru mengenai berita terkini lainnya.

TerPopuler