Dunia heboh! AS serang Venezuela dan tangkap Maduro -->

Dunia heboh! AS serang Venezuela dan tangkap Maduro

4 Jan 2026, Minggu, Januari 04, 2026
Dunia heboh! AS serang Venezuela dan tangkap Maduro

SEPUTAR CIBUBUR- Dunia internasional terkejut dengan tindakan militer Amerika Serikat yang menggegerkan wilayah Amerika Latin.

Pada sebuah operasi tiba-tiba, Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Venezuela dan berhasil menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, tindakan yang segera memicu kritikan tajam serta pujian dari berbagai kalangan.

Presiden Donald Trump, dalam konferensi pers di resor pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, pada hari Sabtu waktu setempat, mengapresiasi operasi tersebut sebagai salah satu contoh paling menonjol dari kekuatan militer Amerika dalam sejarah modern AS.

Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai operasi yang "mengherankan, efisien, dan memperlihatkan kemampuan militer Amerika secara penuh".

Para ahli militer menganggap operasi ini sebagai tindakan militer paling berbahaya dan paling menonjol yang disetujui Washington sejak operasi pasukan khusus Navy SEALs berhasil membunuh pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden di Pakistan pada 2011.

Berita tentang penculikan Maduro yang berusia 63 tahun segera menjadi perhatian utama dalam liputan media internasional.

Eskalasi Panjang sebelum Serangan

Berdasarkan laporan beberapa media internasional seperti The New York Times, AFP, dan Reuters, operasi ini menjadi puncak dari peningkatan ketegangan yang berlangsung lama antara Washington dan Caracas.

Selama beberapa bulan, pemerintahan Trump mengklaim bahwa Maduro terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba menuju Amerika Serikat.

Tekanan terhadap Venezuela semakin meningkat karena penempatan militer Amerika Serikat di kawasan Karibia, serta serangkaian serangan rudal terhadap kapal-kapal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba.

Serangan-serangan ini dilaporkan mengakibatkan kematian lebih dari 100 orang dan memicu kritik tajam dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta para ahli hukum internasional yang meragukan sahnya tindakan tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga menawarkan hadiah sebesar 50 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro.

Operasi “Absolute Resolve”

Operasi penangkapan Maduro diberi nama "Absolute Resolve". Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyampaikan bahwa rencana ini telah dipersiapkan dan diuji coba selama beberapa bulan.

Bahkan, menurut Trump dalam wawancara dengan Fox News, pasukan Amerika Serikat membuat replika bangunan yang serupa dengan rumah Maduro sebagai bagian dari latihan.

Izin operasi diberikan oleh Trump pada hari Jumat malam pukul 23.46 waktu setempat.

Kurang lebih 150 pesawat militer dilaporkan terbang dari 20 pangkalan berbeda di wilayah Barat. Dalam waktu singkat, sistem pertahanan udara Venezuela berhasil dinetralkan, menyebabkan sebagian besar kota Caracas kehilangan listrik.

Kebisingan besar terdengar di beberapa lokasi di ibu kota. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebutnya sebagai bagian dari "operasi besar bersama antara militer dan aparat penegak hukum" yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Helikopter militer Amerika Serikat mendarat di kompleks perumahan Maduro pada pukul 02.01 pagi, dan presiden Venezuela beserta istrinya, Cilia Flores, segera ditangkap.

Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai terjadinya pertukaran tembakan atau perlawanan selama proses penangkapan tersebut.

Beberapa jam kemudian, Maduro dibawa ke kapal induk Amerika Serikat USS Iwo Jima, lalu akhirnya dibawa ke New York. Trump bahkan memposting foto Maduro yang sedang dikunci tangan dan mata tertutup melalui platform media sosial Truth Social.

Korban dan Dampak Kemanusiaan

Serangan Amerika Serikat dilaporkan menyerang Caracas serta provinsi Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Warga sipil merasakan dampak langsung. Seorang pegawai pemerintah, Linda Unamumo, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ledakan merobohkan atap rumahnya dan memaksa dia untuk lari bersama keluarganya.

"Ini sangat menyakitkan. Saya tidak berharap hal ini terjadi pada siapa pun," katanya sambil menahan air mata.

Pemerintah Venezuela belum mengumumkan jumlah korban resmi. Namun, seorang pejabat Amerika yang dilansir The New York Times menyebut setidaknya 40 orang meninggal. Trump menyatakan beberapa anggota militer AS terluka, tetapi tidak ada kematian di pihak Amerika.

Lingkungan Masa Depan Venezuela dalam Kondisi Ketidakpastian

Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan "mengelola" Venezuela selama beberapa waktu hingga seorang pemimpin baru terpilih. Ia juga tidak menutup kemungkinan penggunaan pasukan darat jika kondisi semakin memburuk.

"Kami tidak akan menginvasi Venezuela, selama pemerintahan sementara melakukan apa yang kami harapkan," ujar Trump.

Di sisi lain, Mahkamah Agung Venezuela melalui Kamar Konstitusi menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara guna memastikan kelangsungan pemerintahan dan administrasi negara.

Putusan ini mendapat kritik dari beberapa ahli hukum internasional yang menganggap keabsahan pemerintahan Venezuela kini berada pada titik paling rendah dalam sejarah modernnya.

Beberapa pakar dari organisasi pemikir seperti International Crisis Group dan Council on Foreign Relations mengingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat berisiko memicu ketidakstabilan di kawasan, gelombang pengungsi yang baru, serta peningkatan konflik politik di Amerika Latin.

Dengan Maduro ditahan oleh Amerika Serikat dan Venezuela memasuki tahap transisi yang penuh ketidakpastian, dunia kini sedang menantikan: apakah operasi ini akan menghasilkan perubahan, atau justru memicu babak baru persaingan geopolitik global. ***

TerPopuler