Guru Agus Saputra Tidak Suka Dipanggil Bapak, Ingin Disebut Pangeran -->

Guru Agus Saputra Tidak Suka Dipanggil Bapak, Ingin Disebut Pangeran

18 Jan 2026, Minggu, Januari 18, 2026

-MEDAN.com -  Muncul informasi terbaru mengenai kasus seorang guru yang dihakimi oleh siswanya di Berbak Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Peristiwa penganiayaan terhadap guru Bahasa Inggris bernama Agus Saputra oleh seorang siswa terjadi di SMK Negeri 3 Berbak.

Ternyata selama ini Agus Saputra meminta para siswanya untuk menyebutnya dengan gelar pangeran.

Pernyataan ini diungkapkan oleh MLP, salah satu siswa yang ikut menyerang Agus Saputra.

Ia mengatakan bahwa jika Agus Saputra tidak disapa dengan panggilan pangeran, sang guru akan marah.

"Ia ingin dipanggil prince (pangeran) karena jika dipanggil bapak ia tidak suka, marah," kata MLP melalui Instagram @seputarjambi.info, dikutip Sumsel, Sabtu (17/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, MLP menceritakan awal mula Agus merasa tersinggung oleh perkataan yang dianggapnya tidak sopan.

MLP diakui sedang mengikuti pelajaran di kelas, tetapi keadaan menjadi gaduh hingga akhirnya ia meminta siswa untuk berhenti berisik.

Sementara Agus yang sedang berada di depan kelas merasa terluka hingga akhirnya mendekati MLP dan memukulnya.

Pada awalnya saya sedang belajar di dalam kelas, pelajaran hampir berakhir, siswa di kelas ini agak sedikit berisik, lalu saya berkata 'woi diam'. Saya tidak mengetahui bahwa beliau (Agus) berada di depan kelas. Setelah itu beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa izin, dan guru yang ada di dalam langsung bertanya siapa yang mengatakan 'woi'. Saya menjawab 'saya prince' secara spontan, lalu saya langsung berjalan ke depan dan ditampar," ujar MLP.

Awal Mula Mengeroyok

MLP menceritakan awal mula terjadinya penganiayaan terhadap Agus Saputra.

Ia menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan terhadap guru tersebut berawal dari seorang siswa yang meminta Agus Saputra untuk meminta maaf karena telah menghina orang tua siswa.

Namun Agus enggan mengakui kesalahan yang telah ia lakukan, bahkan ia menertawakan siswa dan memukul MLP.

Melihat tindakan Agus yang memukul itu, para siswa menjadi marah dan menyerang guru tersebut.

Jika pengeroyokan terjadi, kami meminta dia meminta maaf karena telah menghina orang tua siswa, tetapi dia tidak bersedia. Dengan bantuan guru lain, kami memintanya meminta maaf dan menyuruhnya berdiri di depan. Ketika dia akan berbicara di depan, isu yang dibahasnya berbeda dari permintaan maaf tersebut,

Tiba-tiba dia dibawa oleh bapak komite ke kantor, lalu memberi ciuman dan berkata "kiss bye" seolah mengejek kami sambil tersenyum. Secara spontan kami semua berlari mendekatinya agar dia bisa berbicara lagi di depan dengan jujur mengakui kesalahannya. Ketika saya sampai di depannya, dia langsung meninju saya di bagian hidung. Saat ditinju, teman-teman yang ada di sekitar melihat semuanya dan secara spontan langsung mengeroyoknya. Itulah yang terjadi dalam pengeroyokan," ujar MLP.

Diketahui bahwa awalnya siswa tidak bermaksud menyerang guru, namun Agus yang memulai dengan memukul dan meninju dirinya sendiri.

"Sebenarnya jika dia tidak menyerang saya terlebih dahulu, tidak akan terjadi penganiayaan itu," katanya.

"Pertama dipukul wajahnya, lalu ditusuk hidungnya," tambahnya.

Agus Lapor ke Polda

Setelah melalui proses mediasi, Agus Saputra, guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Berbak Tanjung Jabung Timur yang menjadi korban pengeroyokan oleh siswanya, kini secara resmi membuat laporan ke Polda Jambi pada hari Kamis (15/1/2026) sore.

Agus bersama saudaranya tiba di Polda Jambi sekitar pukul empat sore dan membuat laporan polisi selama hampir empat jam.

Saudara kandung Agus, Nasir menyatakan bahwa tindakan hukum ini dilakukan karena adiknya merasa dirugikan, terutama secara psikologis, setelah kasus tersebut menyebar di media sosial.

"Kondisi adik saya sedikit pusing, kita buat laporan sejak pukul empat sore. Adik saya mengalami gangguan mental dan dihina secara langsung di media sosial. Karena kita adalah warga negara, kita berhak untuk melaporkan hal ini," ujar Nasir pada Kamis (15/1/2026) malam, dilansir jambi.com.

Ia menyatakan bahwa setelah kejadian, Agus telah menjalani pemeriksaan medis. Di mana terdapat beberapa luka memar di tubuhnya yang juga akan menjadi bukti bagi pihak kepolisian.

"Telah terdapat surat keterangan medis dan ada tanda memar," katanya.

Di sisi lain, Agus yang juga hadir di Polda Jambi enggan memberikan banyak pernyataan mengenai kejadian tersebut.

Diketahui laporan tersebut ditujukan kepada beberapa siswa dalam video yang menyebar di media sosial. Nasir menyatakan bahwa terdapat lebih dari satu individu yang dilaporkan.

Sebelumnya, adegan pemukulan tersebut menyebar di media sosial sehingga Agus Saputra mengalami luka.

Selanjutnya, penyebab Agus Saputra dihakimi oleh siswa hingga mengalami cedera adalah karena sikapnya yang tidak sopan dan tidak etis hingga menyentuh perasaan siswa.

Akui Lakukan Kekerasan

Agus Saputra, guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, mengakui pernah melakukan kekerasan terhadap siswa yang akhirnya menyebabkan dirinya dikeroyok.

Tidak tanpa alasan, Agus Saputra mengakui tindakannya dilakukan karena refleks setelah diteriaki oleh siswa dengan kata-kata yang tidak sopan.

Agus mengungkapkan, kejadian dimulai ketika dirinya diingatkan oleh seorang siswa.

Ia dipanggil oleh siswa dari kelas, saat proses pembelajaran berlangsung, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Menurutnya, teguran tersebut berbentuk tidak sopan dan pernah direkam.

"Ia mengatakan dengan tidak sopan dan tidak menghormati saya dengan meneriakkan kata-kata yang tidak pantas saat dia belajar," katanya, pada Rabu (14/01/2026).

Agus menceritakan, ia memasuki kelas siswa yang bersangkutan dan bertanya mengenai hal tersebut.

"Lalu, saya masuk ke kelas dan bertanya siapa yang memanggil saya dengan cara seperti itu," katanya.

" Dia langsung menghadapiku, katanya demikian. Akhirnya saya spontan memberinya satu tamparan, itulah awal kejadian," lanjutnya, dikutip dari Jambi.

Agus menyatakan tidak memiliki maksud untuk menyakiti siswa. Ia mengatakan tindakan memukul tersebut sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan secara spontan.

"Saya tidak menentang, hanya melindungi diri. Bisa dilihat dalam video," ujarnya.

Agus menerangkan, pada waktu istirahat ia kembali dihadapi oleh siswa tersebut.

Peristiwa itu berlangsung hingga pukul 13.00 hingga 16.00.

"Ada proses mediasi sebelum terjadi pengeroyokan terhadap saya. Saya berusaha tetap tenang. Saat itu saya masih berada di dalam kantor dan ada CCTV yang menjadi bukti," katanya.

Agus menjelaskan, saat proses mediasi, ia bertanya apa yang diinginkan oleh siswa tersebut.

Mereka meminta saya meminta maaf atas sesuatu yang tidak saya lakukan. Selanjutnya, saya menawarkan solusi alternatif kepada mereka, katanya.

Jalan alternatif itu berupa pembuatan petisi. 

“Membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana. Atau, mereka mengubah perangai (perilaku) mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.

Agus menambahkan, ia pernah diajak oleh komite sekolah setelah proses mediasi.

"Saya diajak oleh komite masuk ke ruang kantor, saat itulah saya dihakimi oleh anak-anak dari kelas 1, kelas 2, dan kelas 3," katanya.

"Ada videonya, mungkin ini sudah viral. Setelah itu, banyak yang viral di video tersebut, ada juga yang membawa senjata, jadinya," ujarnya.

Alasan Bawa Celurit

Sementara itu, dalam salah satu potongan video, Agus tampak membawa celurit.

Merupakan tanggapan terhadap video tersebut, Agus menjelaskan bahwa celurit adalah alat pertanian yang tersedia di sekolah, karena SMKN 3 Tanjab Timur merupakan sekolah menengah kejuruan pertanian.

"Ia hanya mengancam agar mereka pergi, tidak ada maksud untuk melukai," tegasnya.

Agus juga mengakui menerima lemparan batu dan benda tajam lainnya.

Akibat peristiwa tersebut, tangannya mengalami pembengkakan dan punggungnya terdapat memar.

Penyebab Keroyok

Agus juga mengakui bahwa ia mengucapkan kata-kata yang diduga menyentuh perasaan siswa.

Sedangkan kata tersebut mengacu pada kondisi ekonomi siswa yang tidak mampu.

"Saya menyampaikan secara umum, saya berkata bahwa jika kita orang yang kurang mampu, sebaiknya jangan bersikap sembarangan dalam hal motivasi," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap ada seseorang yang menengahi kasus tersebut.

"Jika ini semakin viral di mana-mana, saya berharap ada yang mengangkat isu ini khususnya dinas pendidikan atau pihak yang berwenang agar masalah ini segera diselesaikan dan tidak terlalu lama," ujarnya.

Siswa Minta Maaf

Melalui akun Instagram @cicitvjambi, yang dilaporkan Sumsel, Kamis (15/1/2026), Ketua OSIS SMK 3 Tanjung Jabung Timur menyampaikan permintaan maaf kepada instansi yang terkait.

Ia meminta agar guru yang bernama Agus Saputra dipindahkan dari sekolah tersebut.

"Saya selaku Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf kepada instansi yang terlibat, akibat penyebaran video pengeroyokan terhadap seorang guru," ujarnya, dilansir dari video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi, Rabu (14/1/2026) malam, dikutip jatim.com

Selanjutnya, menurut pernyataan perwakilan siswa, kekerasan tersebut terjadi karena guru sering menganiaya murid-muridnya.

"Kejadian itu terjadi karena pihak tersebut sering mempermalukan kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur," tambahnya.

Mengenai tindak lanjut, siswa memohon agar guru yang bersangkutan dipindahkan.

"Kami hanya menginginkan beliau dipindahkan ke tempat lain, karena kami merasa tidak nyaman dengan keberadaannya di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," tutup perwakilan siswa yang juga menjabat sebagai ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur tersebut.

Sebelumnya, aksi pengeroyokan tersebut menyebar di media sosial sehingga Agus Saputra mengalami luka.

Sementara itu, penyebab Agus Saputra dihakimi oleh siswa hingga mengalami cedera adalah karena sikapnya yang tidak sopan dan tidak etis hingga menyentuh perasaan siswa.

Artikel telah tayang di Sumsel

(*/ -medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Medan

TerPopuler