Hentikan Kopi, Tapi Sakit Kepala? Ini Solusinya -->

Hentikan Kopi, Tapi Sakit Kepala? Ini Solusinya

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

Bengkalispos.comMengurangi konsumsi kafein tidak selalu mudah bagi sebagian orang. Ketika melewatkan secangkir kopi atau teh di pagi hari, beberapa orang mungkin merasa lemas, kesulitan berkonsentrasi, bahkan mengalami sakit kepala yang terasa berdenyut.

Keadaan ini disebut sebagai sakit kepala kafein, salah satu gejala paling umum dari penarikan kafein.

Untuk membuat hari terasa lebih ringan, berikut penjelasan mengenai penyebabnya serta metode efektif mengurangi sakit kepala yang disebabkan oleh kafein.

Mengapa kafein memengaruhi tubuh?

Sekitar 80–90 persen penduduk dewasa di Amerika Utara mengonsumsi kafein setiap hari. Hal ini wajar, mengingat zat stimulan ini berperan dalam meningkatkan kesadaran, perhatian, dan suasana hati.

Menurut dokter Laura Purdy, MD, kafein meningkatkan fungsi sistem saraf pusat, sehingga membuat seseorang lebih terjaga dan efisien.

Pada dosis rendah hingga sedang (kisaran 30 hingga 400 mg sehari atau setara dengan maksimal tiga cangkir kopi), kafein dapat memberikan manfaat bagi fungsi kognitif dan suasana hati.

Penyebab nyeri kepala yang disebabkan oleh kafein

Sakit kepala bisa disebabkan oleh konsumsi kafein berlebihan, namun sakit kepala kafein yang dibahas di sini biasanya muncul ketika tubuh mengalami gejala putus kafein (caffeine withdrawal).

Gejala ini terjadi pada seseorang yang terbiasa mengonsumsi kafein (bahkan hanya satu cangkir kopi atau teh dalam sehari) dan tiba-tiba berhenti.

Tubuh berperilaku seolah sedang melepaskan zat apa pun yang memengaruhi sistem saraf: muncul rasa kelelahan, kesulitan dalam berkonsentrasi, penurunan energi, mudah tersinggung, hingga sakit kepala.

Ahli gizi Beth Czerwony, RD, LD, dari Cleveland Clinic, mengatakan bahwa berhenti tiba-tiba membuat tubuh "terkejut" karena kehilangan stimulan yang biasanya diterima setiap hari.

Gejala ini bisa muncul dalam waktu 12–24 jam setelah mengonsumsi terakhir, mencapai puncaknya pada 20–51 jam, dan dapat berlangsung hingga sembilan hari. Namun biasanya sakit kepala hanya bertahan beberapa jam.

Berhenti mengonsumsi secara tiba-tiba meningkatkan risiko mengalami sakit kepala. Lebih baik mengurangi konsumsi secara perlahan.

Cara efisien mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh kafein

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sakit kepala akibat berhenti mengonsumsi kafein:

1. Konsumsi sedikit kafein

Cara paling cepat dan efisien adalah memberikan tubuh sedikit kafein. Kafein mampu memperlebar pembuluh darah di otak serta mengurangi rasa sakit.

Jika sedang berupaya mengurangi konsumsi kafein, pilih sumber yang lebih rendah seperti teh hitam, teh hijau, atau cokelat gelap dalam jumlah sedikit.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Meskipun air putih bukan obat mujarab untuk segala masalah, menjaga kelembapan tubuh yang cukup bisa membantu mengurangi rasa sakit kepala, terutama jika penyebabnya juga dipengaruhi oleh dehidrasi.

Meskipun tidak secara langsung mengurangi gejala putus kafein, tubuh yang terhidrasi akan bekerja dengan lebih baik.

3. Cobalah mengonsumsi kopi tanpa kafein

Sebuah penelitian kecil yang dilakukan oleh University of Sydney menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein mampu mengurangi gejala sakit kepala saat seseorang berhenti mengonsumsi kafein.

Dalam penelitian tersebut, para peserta yang diberi kopi tanpa kafein (baik yang diketahui maupun yang mengira mereka minum kopi biasa) melaporkan penurunan gejala.

Peristiwa ini terjadi akibat efek plasebo, yaitu rasa dan bau kopi menciptakan perasaan yang dikaitkan otak dengan perbaikan kondisi, meskipun tanpa adanya kafein.

Meskipun penelitian ini masih terbatas, mencoba minum secangkir kopi tanpa kafein bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berhenti mengonsumsi kafein tanpa merasa sakit kepala.

Kesimpulan

Rasa sakit kepala akibat kafein terjadi karena tubuh mengalami penurunan stimulan yang biasa dikonsumsi setiap hari.

Beruntungnya, terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menguranginya: memberikan sedikit kafein, mengonsumsi obat pereda nyeri, menjaga kelembapan tubuh, atau mencoba minuman tanpa kafein.

Jika ingin mengurangi konsumsi kafein, lakukan secara perlahan agar mengurangi kemunculan gejala-gejala tersebut.

Dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat menikmati hari tanpa perlu mengandalkan kafein dan tanpa mengalami sakit kepala yang mengganggu.

TerPopuler