Hobi Baca Komik, Angelika Raih IPK 3,97 di Sastra Jepang UB -->

Hobi Baca Komik, Angelika Raih IPK 3,97 di Sastra Jepang UB

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

Bengkalispos.com- Kebiasaan menonton televisi dan membaca komik tidak menghalangi Angelika Palma Amanda, S.S dalam meraih prestasi.

Meski dari hobi tersebut, ia mampu menjadi salah satu lulusan terbaik Universitas Brawijaya (UB) dengan IPK yang hampir sempurna, yaitu 3,97.

Meskipun sebagian orang menganggap hobi ini sia-sia, dari hobi tersebut, gadis yang akrab dipanggil Angel mulai tertarik pada media hiburan Jepang dan akhirnya memilih Jurusan Sastra Jepang saat kuliah.

Lahir dari keluarga biasa dengan ayah yang bekerja di perusahaan swasta dan ibu yang menjalani pekerjaan rumah tangga, Angel tidak memiliki latar belakang keluarga yang menguasai bahasa asing. Namun, paparan media Jepang melalui televisi sejak kecil justru membangkitkan rasa penasaran yang besar padanya.

Terbiasa membaca anime dan komik dalam bahasa aslinya

"Saya ingin menentang anggapan bahwa menonton TV dan membaca komik adalah pemborosan waktu. Faktanya, saya bisa mencapai titik ini berkat tontonan dan bacaan tersebut," kata Angel dilansir dari laman Universitas Brawijaya, Senin (26/1/2026).

Ia mengakui bahwa kemampuan kosakata bahasa Jepangnya berkembang dengan cepat karena ia terbiasa menonton anime dan membaca komik dalam bahasa aslinya.

Sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, Angel tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga mengamati isu-isu sosial yang mendalam.

Ini ia sampaikan dalam skripsinya yang berjudul “Resistensi Perempuan di Dalam Institusi Kepolisian Jepang dalam Drama Hakozume: Tatakau! Kouban Joshi Karya Yasu Miko”.

Di dalam penelitiannya, Angel mengkaji ketidakseimbangan gender yang dihadapi oleh polisi wanita di Jepang.

Ia mengkaji bagaimana tokoh perempuan dalam drama tersebut merespons dan menentang diskriminasi yang terjadi di lingkungan kerja yang dipimpin oleh laki-laki.

Meskipun lulus dengan predikat yang membanggakan, perjalanan Angel tidak lepas dari tantangan. Ia mengakui bahwa bagian paling sulit dalam belajar bahasa Jepang bukanlah menghafal ribuan karakter Kanji, melainkan penerapannya.

 

Maka menjadi guru bahasa Jepang di Malang

Menerapkan tata bahasa dan kosakata dalam berbicara (speaking) serta menulis (writing). Angel menggunakan hiburan sastra sebagai alat belajar mandiri agar terbiasa dengan penggunaan bahasa yang alami.

Dengan gelar Sarjana Sastra, Angel kini melihat masa depan dengan penuh harapan. Ketertarikannya terhadap buku mendorongnya untuk mengejar impian bekerja di dunia penerbitan buku berbahasa Jepang.

Karirnya kini dimulai dengan menjadi dosen bahasa Jepang di salah satu sekolah bahasa asing di Malang.

Ia meyakini bahwa mempelajari bahasa tidak seharusnya hanya terbatas pada buku pelajaran di dalam kelas.

Bagi dia, imajinasi masyarakat Jepang dalam menciptakan topik-topik menarik di manga serta keindahan budaya sehari-hari seperti perayaan dan kehidupan sekolah menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas.

TerPopuler