Hotman Paris Sebut Perempuan Ini Penyebar Hoaks Es Kue Sunda Rajat -->

Hotman Paris Sebut Perempuan Ini Penyebar Hoaks Es Kue Sunda Rajat

29 Jan 2026, Kamis, Januari 29, 2026
Hotman Paris Sebut Perempuan Ini Penyebar Hoaks Es Kue Sunda Rajat

-MEDAN.com -Pengelola hoaks kue spons milik Suderajat menjadi perhatian. Aspri Hotman Paris mengungkapkan fakta bahwa pelaku hoaks pertama kali dilakukan oleh seorang wanita.

Aspri Hotman Paris, Putri Maya Rumanti mengatakan perempuan ini sebagai sumber berita palsu mengenai kue spons.

Dilansir dari lampung.co.id, sosok perempuan tersebut muncul setelah akun TikTok @buyathomyofficial membagikan video yang menyebut bahwa perempuan tersebut diduga terlibat dalam menyebarkan tuduhan terhadap Suderajat.

Perempuan itu disebut sebagai sosok yang pertama kali menyebarkan narasi keliru soal es yang dijual korban. 

"Nih, kalian masih ingat nggak sama foto perempuan yang ada di belakang layar gue ini? Perempuan ini jadi awal munculnya rasa sakit dan trauma yang dirasakan oleh penjual es kue," ujar TikToker itu dalam unggahannya.

TikToker itu pun meminta netizen untuk mencari terkait keberadaan perempuan itu. 

Ia berharap wanita tersebut muncul dan bertanggung jawab atas tindakannya.

"Coba nih, cari perempuan ini. The Power of TikTok. Bagikan share sebanyak-banyaknya agar si perempuan ini juga ikut serta diseret dan dimintai pertanggungjawabannya karena semua bermula rasa trauma dan siksa itu timbul dari perempuan ini. Mulutnya, yang enggak tahu dan enggak ngerti es itu adalah es kue," jelasnya.  

Ia juga menuduh wanita tersebut turut serta menyebarkan fitnah terhadap Suderajat.

Video tersebut kemudian menyebar secara luas dan memicu respons yang keras dari pengguna internet.

"Jangan cuma pengan viral, lu memutus rezeki orang yang padahal rezeki itu untuk anak dan istri," katanya. 

Direspons Aspri Hotman Paris

Wakil Hukum Vina Cirebon yang juga menjadi asisten pribadi Hotman Paris, Putri Maya Rumanti turut membagikan foto perempuan yang dimaksud di Instagram Story miliknya pada Rabu (28/1/2026).

"Bisa minta info tentang mbak ini?" tulisnya. 

Hotman Paris Turun Tangan

Sebelumnya, Hotman Paris mengaku siap memberikan pendampingan hukum untuk Suderajat dengan senang hati dan tanpa dipungut biaya.

"Bapak korban yang itu penjual es kue, yang lagi rame di medsos, ribuan orang minta tolong ke Hotman untuk membantu penjual es kue ini," ucap Hotman Paris, pada Rabu (28/1/2026).

"Saya sudah posting, silakan kalau bisa korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911, dengan senang hati saya akan kirim tim pengacara, Hotman 911 punya tim pengacara di seluruh Indonesia dan tidak dibayar alias gratis," tambahnya.

Hotman Paris menyatakan bahwa ia telah membantu ribuan warga miskin secara gratis.

Bukan untuk mencari identitas, tetapi hanya karena alasan kemanusiaan.

Ia kemudian menegaskan kepada pihak Suderajat agar segera menghubunginya.

Tidak hanya 1, Hotman Paris akan mengirim 10 anggota timnya untuk memberikan bantuan hukum kepada Suderajat.

"Jika para naga (pengusaha) membayar saya dengan harga mahal, tetapi jika rakyat dalam kesulitan seperti ini, kita sudah menolong ribuan orang dan tidak ada yang munafik mencari nama, saya sudah terkenal, mengapa saya perlu mencari nama, jadi kepada penjual es kue yang saat ini ramai di media sosial sebagai korban, silakan bapak atau anaknya atau keluarganya menghubungi tim Hotman 911," ujar Hotman Paris.

Saya akan segera mengirimkan 10 orang pengacara untuk bertemu dengan Bapak hari ini juga, segera hubungi kami.

"Mudah saja menghubungi kami, hubungi wartawan jika Anda tidak tahu, suruh wartawannya untuk menghubungi saya, kami akan datang menemui Anda dan keluarga Anda, di mana pun Anda mau, penjual es korban yang sedang viral di media sosial Hotman 911 siap," tegasnya.

Dianiaya dan Difitnah

Perhatian masyarakat terhadap Suderajat dimulai dari kejadian yang berlangsung pada hari Sabtu (24/1/2026) ketika ia sedang berdagang di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sudrajat mengakui menerima perlakuan fisik dan ancaman dari oknum anggota TNI serta polisi.

"Saya (diperlakukan) seperti anjing. Kaki diminta untuk diangkat-angkat. Saya dipukul, menggunakan selang air. Ada 10 orang yang menyerang saya," ujar Suderajat, Selasa (27/1/2026).

Ia menuturkan, hingga saat ini sebagian petugas yang terlibat dalam tindakan kekerasan belum memberikan permintaan maaf secara langsung.

"Polisi dan TNI yang memukul saya belum meminta maaf kepada saya. Seperti anjing, saya ditarik-tarik, dipukul dan semuanya. Trauma. Kepala saya pusing pak," katanya.

Sudrajat pernah ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.

Ia menyatakan pihak kepolisian telah meminta maaf dan memberikan kompensasi sebesar Rp 300.000.

Namun, menurutnya, kerugian yang diderita jauh lebih besar karena barang dagangan rusak dan ia mengalami kekerasan fisik.

Kontroversi es gabus 

Perkara ini dimulai dari laporan seorang warga ke pusat layanan 110 mengenai dugaan es gabus yang dijual oleh Suderajat mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), bahan yang biasanya digunakan sebagai busa tempat tidur atau spons pembersih.

Video penyelidikan Suderajat kemudian menyebar di media sosial.

Di dalam video tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menyatakan bahwa es gabus berisiko bagi kesehatan meskipun belum ada hasil uji laboratorium.

"Kenapa kamu menjual?" tanya Heri kepada Suderajat dalam video tersebut.

"Kalau berhenti (berjualan) istriku makan apa?" jawab Suderajat.

"Ya kamu bagaimana, ini kalau dimakan oleh anak kecil ini bisa menyebabkan penyakit," kata Heri dengan nada keras.

Melanjutkan laporan tersebut, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang jualan Suderajat.

(*/-medan.com)

Artikel telah tayang di -lampung

TerPopuler