
Bengkalispos.com- Banyak calon karyawan berpikir bahwa kunci keberhasilan dalam wawancara hanya terletak pada pakaian yang rapi atau jawaban spontan yang terdengar pintar. Padahal, kuncinya sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Anda berjabat tangan dengan HRD.
Persiapan menjadi hal yang sangat penting. Melakukan penelitian mendalam mengenai perusahaan serta mempersiapkan jawaban dengan baik adalah faktor yang membedakan antara kandidat yang biasa saja dengan mereka yang benar-benar siap bekerja. Pakar SDM Amy Lentz menekankan bahwa kesadaran diri merupakan kunci utama dalam memikat hati perekrut.
Dalam podcast Working Hard, Amy mengupas lima pertanyaan "sakral" yang hampir selalu muncul dalam setiap wawancara kerja. Apa saja?
1. Apa Kelemahan Anda?
Pertanyaan ini sering kali membuat calon pelamar merasa cemas. Padahal, HRD tidak sedang mencari kesalahan untuk menolak Anda, tetapi ingin memahami seberapa dalam Anda mengenal diri sendiri.
Amy Lentz menyarankan agar tidak bersikap defensif. "Mulailah dengan menyampaikan bahwa Anda terbuka terhadap kritik," katanya. Sebutkan penilaian yang pernah Anda terima, lalu jelaskan tindakan konkret yang sedang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Hal ini menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang ingin belajar dan berkembang.
2. Apa tujuan karier Anda?
Jangan terjebak dalam memberikan jawaban yang terlalu umum atau terlalu tinggi sehingga tidak realistis. Pastikan tujuan Anda sejalan dengan visi perusahaan.
Jika Anda melamar di bidang pemasaran, pastikan tujuan karier Anda tetap berada di jalur tersebut. Jawaban yang jelas dan penuh antusiasme akan meyakinkan HRD bahwa Anda bukan hanya sekadar mencoba-coba melamar, melainkan memiliki rencana yang matang bersama mereka.
3. Jelaskan Ketika Anda Menghadapi Kendala
Ini merupakan pertanyaan yang berbasis pengalaman. HRD menginginkan bukti nyata, bukan hanya sekadar pernyataan keahlian di kertas.
Amy Lentz menekankan betapa pentingnya latihan dalam menyampaikan pengalaman secara berurutan. Jika posisi yang dilamar memerlukan jiwa kepemimpinan, persiapkanlah kisah saat Anda berhasil memimpin sebuah tim. Fokuslah pada bagaimana Anda berpikir dan menyelesaikan masalah tersebut.
4. Apa yang menjadi pemicu semangat Anda?
Pewawancara tertarik mengetahui apa yang membuat Anda antusias selain dari gaji. Namun, kejujuran tetap perlu diatur dengan "filter".
Menyatakan dengan jelas bahwa Anda tidak tertarik pada sektor tersebut merupakan kesalahan yang besar. Fokuslah pada bagaimana posisi tersebut sesuai dengan nilai-nilai pribadi Anda. Ketika alasan Anda bertemu dengan kebutuhan perusahaan, itulah titik kesuksesan yang diinginkan oleh perekrut.
5. Bisakah Anda menceritakan tentang diri Anda?
Ini merupakan pitch elevator Anda. Rekruter Emily Durham menyampaikan bahwa Anda hanya memiliki waktu 30 hingga 60 detik untuk menciptakan kesan pertama yang kuat.
Jangan jelaskan seluruh riwayat pendidikan dari masa sekolah. Fokus pada pengalaman kerja yang paling sesuai dengan posisi yang dilamar. Sampaikan keahlian utama dan tujuan karier Anda secara singkat, padat, dan jelas.
Persiapan yang matang dalam lima hal ini tidak hanya meningkatkan kesempatan Anda untuk diterima, tetapi juga memudahkan Anda tampil lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi wawancara.