IHSG Naik di Awal Sesi Didorong Saham AMMN, BRMS, dan MORA -->

IHSG Naik di Awal Sesi Didorong Saham AMMN, BRMS, dan MORA

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

Bengkalispos.com,JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Saham-saham dengan bobot besar yang memengaruhi indeks seperti AMMN, BRMS hingga MORA secara bersamaan mengalami kenaikan.

Mengutip aplikasi IDX Mobile pada pukul 09.02 WIB,IHSGmengalami kenaikan sebesar 0,26% atau 23,42 poin menjadi 8.974. Pasar memulai sesi dengan transaksi sebanyak 1,82 miliar saham senilai Rp1,49 triliun. Pada pembukaan hari ini, 353 saham dibuka naik, 175 saham turun dan 430 saham tidak mengalami perubahan.

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang menjadi penggerak indeks dibuka dengan pergerakan yang beragam. Di antara emiten-emiten tersebutemas, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dibuka menguat 1,39% menjadi Rp7.300 dan saham PTBumi Resources MineralsTbk. (BRMS) meningkat sebesar 1,60% menjadi Rp1.270.

Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terlihat naik 1,54% menjadi Rp2.630, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 0,77% menjadi Rp105.300, serta saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) meningkat 3,92% menjadi Rp15.250.

Berbanding terbalik, saham PT Bank Mandiri(Persero) Tbk. (BMRI) dibuka turun 1,20% menjadi Rp4.930, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,54% menjadi Rp9.250, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 0,29% menjadi Rp1.730, hingga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 0,38% menjadi Rp6.625.

Selanjutnya, hari ini IHSG diperkirakan akan mengalami konsolidasi setelah mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026) sebesar 0,46% menjadi 8.951.

Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan melemahnya indeks komposit tersebut di antaranya disebabkan oleh harapan penerapan metodeMSCI untuk penghitungan free-floatsaingan-saingan Indonesia yang menjadi kekhawatiran akan berdampak pada tekanan penjualan olehinvestor asing, khususnya terhadap saham-saham yang sebagian besar dimiliki oleh lembaga atau konglomerat.

Secara teknis, penelitian tersebut menyatakan bahwa tekanan jual terhadap beberapa saham berkapitalisasi besar telah memicu indikator MACD IHSG mengalami Death Cross, sementara Stochastic RSI menuju areaoversold. IHSG pada akhir pekan lalu berakhir di bawah MA5, namun masih berada di atas tingkat MA20 dan MA50 setelah sebelumnya mampu menembus level MA20 dalam perdaganganintraday.  

Sehingga diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami konsolidasi dalam rentang 8.850-9.050, sebelum menentukan arah berikutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas tingkat 9.050, maka kemungkinan akan melanjutkan...rebound," tulis riset tersebut.

Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas memprediksi bahwa posisi IHSG masih berada pada bagian dariwave [iv] dari wave5 sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan hari ini masih rentan mengalami penurunan.

"Meskipun menguat terlihat akan cenderung terbatas pada kisaran 8.960-8.985, tetap perhatikan area koreksi yang berada di 8.708-8.790," tulis laporan tersebut.

Disclaimer: berita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bengkalispos.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.

TerPopuler