
Bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama pemerintah Inggris memperkuat kerja sama ekonomi baru dengan pembentukanEconomic Growth Partnership(EGP) sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatangananSusunan antara Pemerintah Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara serta Pemerintah Republik Indonesia untuk Membentuk Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi(EGP) oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto danMenteri Perdagangan dan Bisnis(Peter Kyle) Anggota Parlemen Inggris di tengah kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris.
Di Jakarta, Rabu (21/1/2026), dalam pernyataan resmi, Airlangga menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi dasar yang sangat penting untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara kedua negara.
"Surat perjanjian kerja sama ekonomi strategis ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kedua negara dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," katanya.
Untuk Indonesia, kerja sama ini juga bertujuan untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen setiap tahunnya.
Pengesahan dokumen kerja sama ekonomi tersebut menjadi salah satu fondasi utama dalamPerjanjian untuk Kemitraan Strategis Baru Indonesia–Kerajaan Inggrisyang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris.
Airlangga menjelaskan, kesepakatan ini dibuat sebagai kerangka kerja sama yang efektif dan fokus pada pelaku bisnis.
Kolaborasi tersebut meliputi berbagai sektor utama, seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi, pertanian serta pangan, kesehatan danlife sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pengembangan yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Inggris diharapkan mampu memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara maksimal dalam situasi perubahan ekonomi global.
Selanjutnya, Airlangga menekankan bahwa Inggris merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa.
Pada tahun 2024, besarnya perdagangan antara Indonesia dan Inggris tercatat sebesar 2,78 miliar dolar AS, serta menunjukkan arah peningkatan sejak 2020 dengan pola perdagangan yang saling melengkapi.
Di sisi lain, realisasi investasi Inggris di Indonesia mencapai 402,6 juta dolar AS pada kuartal ketiga tahun 2025, terutama dalam bidang pertambangan, industri makanan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.
Di kesempatan yang sama, Secretary Kyle mengatakan bahwa kerja sama ekonomi strategis ini menunjukkan komitmen bersama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta membuka kesempatan kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku usaha dari kedua negara.
Dua menteri juga menekankan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris merupakan momen penting yang menunjukkan semakin kuatnya hubungan strategis antara Indonesia dan Inggris, serta menghargai usaha Tim Perunding atas dedikasi dan pencapaian yang telah diraih.