Iran Menggegerkan dengan Latihan Tembak Langsung Dekat Kapal Induk AS -->

Iran Menggegerkan dengan Latihan Tembak Langsung Dekat Kapal Induk AS

31 Jan 2026, Sabtu, Januari 31, 2026
Iran Menggegerkan dengan Latihan Tembak Langsung Dekat Kapal Induk AS

KABAR CIREBON- Ketika kapal induk Amerika Serikat, Abraham Lincoln, memasuki Laut Arab dengan kekuatan penuh, Iran tidak merasa takut, melainkan menyatakan siap memberikan respons yang maksimal.

Teheran semakin memperlihatkan ketegangannya terhadap kehadiran kapal induk Abraham Lincoln, dengan mengumumkan bahwa Angkatan Laut Iran melakukan simulasi perang serta uji coba tembakan langsung selama dua hari di Selat Hormuz.

Tidak diragukan lagi, tindakan yang dilakukan Iran memberikan dampak mengejutkan terhadap armada kapal perang Amerika Serikat. Komando Pusat militer AS segera mengeluarkan peringatan kepada militer Iran, dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan tindakan "tidak aman" tersebut.

Iran mengabaikan peringatan militer Amerika Serikat dan tetap akan mengadakan latihan perang mulai hari Minggu, 1 Februari 2026. Sementara itu, Amerika Serikat mulai memantau jika terjadi penerbangan pesawat Iran di atas kapal perang AS, termasuk pendekatan kapal cepat Iran yang berada di jalur tabrakan dengan kapal AS.

Tensi telah memburuk selama beberapa pekan antara Teheran dan Washington karena ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran terkait tindakan terbaru terhadap protes anti-pemerintah serta upayanya mengendalikan program nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Jumat menyatakan bahwa negaranya siap berunding dengan cara yang "adil dan jujur", namun menolak permintaan utama Trump. "Strategi pertahanan dan sistem rudal tidak akan pernah menjadi bahan pembicaraan," ujar Araghchi.

Sejauh ini, Teheran mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan protes di Iran. Agen dari AS dan Israel menyusup ke dalam demonstrasi dan melakukan penembakan.

"Trump, Netanyahu, dan Eropa telah memperburuk ketegangan dalam demonstrasi, sehingga memicu kemarahan rakyat," ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Ali Shamkhani, seorang pejabat keamanan Iran dan penasihat pemimpin tertinggi, menyatakan bahwa Iran akan memberikan tanggapan "pencegahan yang efisien" terhadap setiap tindakan provokatif, menurut media Lebanon Al Mayadeen.

Meskipun tidak melakukan negosiasi langsung, negara-negara regional sangat aktif dalam usaha menghindari perang antara AS dan Iran, termasuk Turki, Qatar, serta negara lain yang berperan sebagai penengah, menurut Resul Serdar Atas dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Teheran.

TerPopuler