Israel Siap Bertempur di Tiga Front Lawan Iran, Lebanon, dan Tepi Barat -->

Israel Siap Bertempur di Tiga Front Lawan Iran, Lebanon, dan Tepi Barat

4 Jan 2026, Minggu, Januari 04, 2026
Israel Siap Bertempur di Tiga Front Lawan Iran, Lebanon, dan Tepi Barat

JAKARTA KOTA- Saluran 12 Israel melaporkan bahwa militer negara Zionis telah diberi perintah untuk bersiap menghadapi kemungkinan perang bersamaan melawan Iran, Lebanon, dan Tepi Barat.

Salah satu skenario yang dilaporkan melibatkan "operasi militer" Israel terhadap Iran, yang saat ini sedang mengalami gejolak akibat masalah ekonomi.

Siaga perang Israel ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang selama empat tahun yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Eyal Zamir.

Selain persiapan perang bersamaan, Israel juga dilaporkan sedang mengembangkan kemampuan untuk menyerang satelit dan target darat dari luar angkasa.

"Pejabat Israel mengira Iran akan menyerang Israel agar pemerintah Iran yang saat ini sedang di bawah tekanan dan protes tidak dibubarkan," demikian laporan Channel 12.

Israel juga menghindari memberikan komentar tentang kerusuhan besar yang sedang mengguncang Iran saat ini karena khawatir akan kemungkinan tanggapan militer dari Iran.

Namun, lembaga intelijen Israel, Mossad, secara terbuka mendukung protes dan kerusuhan di Iran melalui media sosial, serta menyatakan memiliki agen-agen yang ditempatkan dalam demonstrasi tersebut.

Aksi protes di Iran dimulai pada akhir Desember, dipicu oleh inflasi tinggi dan krisis ekonomi yang terus berlangsung akibat sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.

Kekacauan tersebut merupakan yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir, menyebar dengan cepat ke berbagai kota, serta memicu bentrokan mematikan antara para peserta demonstrasi dan aparat Iran.

Sejumlah demonstran meminta kembalinya sistem monarki Iran yang telah dijatuhkan oleh Revolusi Islam pada tahun 1979.

Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia.

"Kami siap berjaga dan siap bertindak" jika Iran membunuh para demonstran damai," ujar Trump di Truth Social pada Jumat, 2 Januari 2026.

Beberapa hari sebelumnya, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Florida, Trump mengatakan akan mendukung serangan udara baru terhadap Iran jika negara tersebut memperluas program rudal balistiknya.

Pada bulan Juni 2025, Trump pernah mengarahkan militer Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Saat itu, Amerika Serikat berpartisipasi dalam serangan militer yang diatur bersama dengan Israel.

Trump mengklaim serangan tersebut menghambat pengembangan senjata nuklir Iran, sebuah tuduhan yang secara konsisten ditolak oleh Iran, yang mengecam serangan itu sebagai tindakan provokatif. (*)

TerPopuler