
Bengkalispos.com.CO.ID,GAZA – Seorang anak tewas akibat tembakan dari kendaraan militer Israel (IDF) di kota Jabalia, utara Jalur Gaza pada hari Kamis pagi. Peristiwa tersebut terjadi di luar garis kuning atau di luar area penempatan pasukan penduduk.
Israel sebelumnya mengumumkan bahwa mereka menargetkan seorang pemimpin utama Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di wilayah utara Jalur Gaza. Ambulans dan layanan darurat di Gaza melaporkan bahwa anak tersebut, Hamsa Housou (11 tahun), gugur akibat tembakan kendaraan pendudukan di kawasan Al-Falouja kota Jabalia, di sebelah barat kamp Jabalia, serta di luar zona kuning yang dikuasai Israel dalam wilayah tersebut.
Warga setempat melaporkan sering mendengarterdengar suara tembakan dari helikopter di sebelah timur kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Wilayah timur pusat pemerintahan, di kota Deir al-Balah dan kamp al-Bureij, telah mengalami tembakan meriam berat serta penembakan dari kendaraan dan helikopter pendudukan sejak pagi ini.
Sementara itu, WAFA melaporkan, dua warga sipil gugur dan yang lainnya luka-luka pada malam Rabu setelah pasukan Israel mengebom sebuah rumah di wilayah al-Tuffah, sebelah utara timur Kota Gaza. Jurnalis WAFA menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel menyerang sebuah rumah di wilayah al-Tuffah, menyebabkan kematian dua penduduk dan melukai orang lainnya.
Seorang koresponden Aljazirah melaporkan bahwaserangan itu menargetkan sebuah rumah di Jalan Yafa, di luar wilayah tempat pasukan Israel berada di sisi timur kota. Sumber medis dari Rumah Sakit Baptist menggambarkan cedera yang dialami sejumlah warga akibat serangan termasuk dalam kategori parah.
Pemimpin Hamas
Pasukan Israel menyatakan dalam pernyataan pada malam Rabu bahwa pasukannya menyerang seorang pemimpin tingkat atas Hamas yang merencanakan serangan terhadap tentara di wilayah utara Gaza, dan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai balasan terhadap tembakan yang ditujukan ke arah pasukan mereka, seperti yang disampaikan dalam pernyataan Israel.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa milisi Hamas melepaskan tembakan ke wilayah yang menjadi posisi pasukan mereka di utara Jalur Gaza, sementara tentara menganggap aksi tersebut sebagai pelanggaran jelas terhadap kesepakatan gencatan senjata, sebagaimana mereka nyatakan.
Radio Tentara Israelmelaporkan, target serangan pasukan di Gaza adalah seorang pemimpin Batalyon Qassam.
Peristiwa ini terjadi sebagai bagian dari pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober, yang telah menyebabkan kematian lebih dari 424 warga Palestina dan melukai 1.199 orang lainnya, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza.
Pada 7 Oktober 2023, Israel memulai tindakan yang dianggap sebagai pembersihan etnis di Gaza, yang menyebabkan lebih dari 71.000 warga Palestina tewas dan 171.000 lainnya cedera, ditambah kerusakan parah yang menimpa 90 persen infrastruktur sipil, dengan estimasi biaya pemulihan sebesar 70 miliar dolar AS menurut PBB.