Jenderal Tertinggi Tiongkok Dituduh Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS -->

Jenderal Tertinggi Tiongkok Dituduh Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

BEIJING, Bengkalispos.com- Seorang jenderal utama Tiongkok, Jenderal Zhang Youxia dikabarkan mengungkapkan rahasia nuklir Beijing kepada Amerika Serikat (AS).

Zhang sebelumnya memimpin operasional Angkatan Bersenjata Rakyat Tiongkok (PLA) dan memiliki hubungan dekat dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Zhang pernah dijauhkan oleh Xi dengan tuduhan pelanggaran disiplin berat, sebagaimana dilaporkanThe Telegraph, Minggu (25/1/2026).

Jenderal berusia 75 tahun tersebut dilaporkan dipecat pada Sabtu (24/1/2026), sebelum pemerintah Tiongkok secara resmi mengumumkan bahwa dia sedang menjalani penyelidikan.

Tuduhan terhadap Zhang diungkapkan dalam sebuah pertemuan tertutup yang diikuti oleh perwira tinggi militer Tiongkok, beberapa jam sebelum pengumuman resmi dari Beijing.

Dalam arahan tersebut, Zhang juga disebut menerima uang suap untuk menaikkan seorang perwira tinggi menjadi menteri pertahanan serta membentuk "kelompok politik" di dalam lingkungan militer.

Beberapa pejabat tinggi TNI hadir dalam pertemuan tersebut, menunjukkan tingkat keparahan kasus yang kini mengguncang jajaran pimpinan militer Tiongkok.

Gu Jun, mantan manajer perusahaan nuklir nasional Tiongkok, dikaitkan sebagai pihak yang memberikan bukti terhadap Zhang.

Perusahaan Nuklir Nasional Tiongkok mengawasi program nuklir sipil dan militer Tiongkok, sehingga posisinya dianggap penting dalam sistem keamanan nasional Beijing.

Gu Jun saat ini juga sedang menjadi objek penyelidikan dalam rangkaian investigasi korupsi besar yang menargetkan industri pertahanan dan nuklir Tiongkok, sebagaimana diumumkan oleh Beijing pekan lalu.

Pejabat yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut menyebutkan, penyelidikan terhadap Gu menemukan adanya pelanggaran keamanan di bidang nuklir yang diduga terkait dengan Zhang.

Zhang dikenal sebagai salah satu jenderal yang mampu bertahan di tengah berbagai gelombang pembersihan militer yang telah mengosongkan lapisan elit angkatan bersenjata Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

Ia juga termasuk di antara sedikit komandan Angkatan Bersenjata Rakyat Tiongkok yang memiliki pengalaman bertempur langsung setelah terlibat dalam perang singkat Tiongkok-Vietnam pada tahun 1979.

Kedekatan pribadi Zhang dengan Xi, yang diketahui berasal dari hubungan masa kecil, menjadikannya selama ini dianggap hampir tidak terpengaruh secara politik.

Keputusan untuk menyingkirkannya kini dipandang sebagai pemecatan paling dramatis dalam upaya panjang Xi memberantas korupsi dan ketidaksetiaan di tubuh militer.

Sejak menjabat, Xi telah meningkatkan anggaran pertahanan Tiongkok lebih dari dua kali lipat sebagai bagian dari ambisi menjadikan PLA sebagai kekuatan militer kelas dunia pada tahun 2049.

Berdasarkan evaluasi intelijen Amerika Serikat, Xi juga dilaporkan telah memerintahkan angkatan bersenjata Tiongkok untuk bersiap melakukan invasi ke Taiwan paling cepat pada tahun depan.

Pada bulan Oktober 2025, sembilan perwira tinggi militer dipecat dari posisinya, tindakan yang dianggap sebagai indikasi meningkatnya ketidakpuasan Xi terhadap kecepatan reformasi militer.

Salah satu tokoh yang dijauhkan pada masa itu adalah He Weidong, mantan wakil ketua Komisi Militer Partai Komunis Tiongkok.

Pengambilan alih dan pemecatan terbaru menyebabkan Komisi Militer Pusat kini hanya memiliki dua anggota, salah satunya adalah Xi Jinping sendiri.

Enam komandan berpangkat tinggi yang ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat pada tahun 2022 kini telah dipecat dari posisi mereka.

Badan yang sebelumnya menjadi pusat modernisasi militer Tiongkok kini mencapai ukuran terkecil dalam sejarahnya.

Situasi ini mendorong sejumlah pakar menganggap, ambisi Beijing terhadap Taiwan kemungkinan akan mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan.

TerPopuler