
Bengkalispos.comIndonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap gempa bumi karena berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Oleh karena itu, perencanaan serta pemilihan material konstruksi menjadi hal penting dalam menciptakan rumah yang aman dan tahan terhadap gempa, khususnya pada bangunan sederhana yang sering digunakan oleh masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006, struktur bangunan di bagi berdasarkan tingkat kesulitannya. Salah satu jenis yang paling sering ditemukan adalah bangunan gedung yang sederhana.
Dikutip dari Buku Panduan Konstruksi Bangunan Sederhanaditerbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman pada bulan Maret 2023, bangunan gedung sederhana merujuk pada struktur yang memiliki ciri khas, teknologi, dan tingkat kesulitan yang minimal, serta kebanyakan sudah dilengkapi dengan desain standar.
Tujuan persyaratan tahan gempa
Pemenuhan kriteria dasar tahan gempa bertujuan menciptakan bangunan sederhana yang lebih terlindungi dari ancaman kerusakan akibat gempa bumi.
Berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 05 Tahun 2006, terdapat empat kriteria utama bangunan sederhana yang tahan gempa, yaitu:
- Pemakaian material konstruksi yang berkualitas tinggi
- Keberadaan serta struktur yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku
- Semua komponen utama struktur terhubung dengan baik
- Kualitas pelaksanaan konstruksi yang baik
Empat aspek tersebut perlu terpenuhi melalui perencanaan yang matang serta pengawasan pelaksanaan konstruksi yang teliti, khususnya dalam pemilihan material bangunan dan penerapan struktur utama.
Jenis dan susunan bahan konstruksi
Dalam hal bahan konstruksi, kualitas bahan dan metode pengerjaan menjadi faktor penting dalam membangun struktur yang tahan terhadap gempa.
Beton
Proporsi beton yang disarankan adalah 1 bagian semen : 2 bagian pasir : 3 bagian kerikil : 0,5 bagian air.
Penambahan air harus dilakukan secara bertahap sampai beton berada dalam kondisi yang cukup basah, tidak terlalu cair maupun terlalu kental.
Batu kerikil yang digunakan sebaiknya memiliki ukuran maksimum 20 milimeter dengan gradasi yang memadai.
Sementara itu, semen yang digunakan harus berupa semen tipe I yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Mortar
Batako dibuat menggunakan perbandingan volume 1 semen : 4 pasir bersih, ditambah air secukupnya.
Pasir yang digunakan harus bersih dari tanah liat karena kandungan tanah liat dapat mengurangi daya ikat semen.
Batu pondasi
Dasar disarankan menggunakan batu alam atau batu gunung yang kuat dan memiliki banyak sudut.
Jenis ini memperkuat hubungan dengan perekat.
Batu bata
Bata yang berkualitas memiliki sisi yang lurus dan tajam, minim retakan, tidak gampang rusak, serta ukurannya seragam.
Bata berkualitas baik akan menghasilkan suara yang lebih nyaring ketika dipukul.
Sebelum dipasang, bata harus direndam selama 5–10 menit hingga mencapai kondisi jenuh permukaan kering, kemudian dikeringkan lagi.
Proses ini penting agar bata tidak menyerap air mortar secara berlebihan yang bisa melemahkan ikatan.
Kayu
Untuk komponen tertentu, kayu yang dipakai perlu memiliki sifat keras, kering, berwarna gelap, lurus, tidak retak, serta bebas dari kerusakan.
Struktur utama bangunan
Selain bahan, struktur utama dari rumah tinggal satu lantai juga perlu dirancang dan dikerjakan secara benar.
Komponen utama struktur tersebut terdiri dari fondasi, balok ikat atau sloof, kolom, balok keliling atau ring, dan sistem atap.
Semua komponen ini perlu memiliki ukuran sesuai aturan dan dihubungkan dengan cara pemasangan yang tepat.
Dengan mempertimbangkan jenis dan komposisi material konstruksi, serta keakuratan pelaksanaan struktur utama, rumah sederhana mampu menunjukkan ketahanan yang lebih tinggi terhadap gempa bumi.
Ini merupakan langkah krusial dalam menjaga keamanan penghuni serta mengurangi kemungkinan kerusakan struktur di daerah yang rentan terhadap bencana.