Ringkasan Berita:
- Peristiwa perampokan yang mengerikan terjadi di sebuah rumah di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali pada hari Kamis (29/1/2026) sore.
- Seorang anak berusia enam tahun ditemukan meninggal di dalam kamar mandi.
- Rumah yang diduga menjadi tempat perampokan adalah milik seorang pengusaha sate kambing yang berlokasi di Singkawang, Kalimantan Barat.
JATENG.COM, BOYOLALI – Saat kondisi ibu dan anak korban perampokan di rumah Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali digambarkan dengan jelas oleh Ngatirin.
Khawatir adalah pamannya anak yang ditemukan tewas secara mengerikan di dalam rumah.
Rumah yang menjadi target pencurian adalah milik Purwanto, pengusaha sate kambing di Singkawang, Kalimantan Barat.
Ketika ditemukan, Adisa Orlin, anak laki-laki berusia enam tahun itu, telah meninggal di dalam kamar mandi. Kepala korban terendam dalam air yang penuh.
Sementara itu, Daryanti, ibu dari Orlin, dalam kondisi kritis dengan adanya luka gores di bagian leher.
Khawatir merupakan orang pertama dari pihak keluarga yang tiba di rumah korban setelah menerima informasi dari Purwanto, yang pada saat kejadian berada di Kalimantan Barat.
Ngatirin menjelaskan, kabar awal diterima oleh istrinya yang dihubungi langsung oleh Purwanto.
Di dalam percakapan itu, Purwanto meminta keluarga segera pergi ke rumah istrinya karena keadaannya sangat kritis.
Istri itu (isterinya Ngatirin) dibeli oleh suaminya korban (Purwanto). Saya diperintahkan pergi ke rumahnya, secara umum situasinya memprihatinkan," kata Ngatirin sebagaimana dilaporkan dariSolo.com, Kamis (29/1/2026).
"Istrinya gawat-gawat. Saya langsung ke sini," imbuhnya.
Korban Tewas di Kamar Mandi
Saat diwawancara, Ngatirin baru saja pulang dari rumah sakit setelah mengantarkan korban luka, yaitu Daryanti (34), ibu dari korban yang meninggal.
Dengan wajah pucat, Ngatirin menceritakan kondisi memilukan yang dilihatnya saat pertama kali memasuki rumah tersebut.
Ia menemukan saudara iparnya, Daryanti dalam keadaan memprihatinkan dengan luka di bagian leher.
Meski dalam keadaan yang sangat berbahaya, Daryanti sempat memohon agar anaknya diselamatkan.
"Orlin di kamar mandi, Orlin di kamar mandi (Orlin ada di kamar mandi)," kata Ngatirin menirukan perkataan Daryanti.
Mendengar permintaan itu, Ngatirin segera berlari ke kamar mandi.
Di tempat tersebut, ia menemukan keponakannya, Adisa Orlin (6), dalam keadaan memprihatinkan.
Korban ditemukan dengan kepalanya berada di dalam ember yang penuh air.
Khawatir, segera mengangkat tubuh anak itu dengan harapan cairan yang ada di dalam tubuhnya dapat keluar.
Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
"Setelah diletakkan di lantai, sudah tidak bernyawa," kata Ngatirin.
Setelah mengetahui keponakannya sudah tidak bernyawa, Ngatirin kembali memberikan bantuan kepada Daryanti yang kondisinya semakin memburuk.
"Saya langsung membantu ibunya" ujar Ngatirin.
Rumah Dikelilingi Kebun Jati
Peristiwa pencurian terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, pada hari Kamis (29/1/2026) sore.
Perampokan terjadi di sebuah rumah yang ditempati oleh seorang ibu beserta dua putrinya.
Sementara suaminya sedang berada di Kalimantan untuk menjalani bisnis kuliner sate kambing.
Rumah pelaku terlihat luas dan mewah.
Meski berada di tengah desa, rumah tersebut memiliki jarak dari rumah tetangga.
Di sebelah kanan dan kiri rumah berwarna krem terdapat taman jati.
Demikian pula bagian depan dan belakang rumah korban yang juga berupa hutan jati.
Karena jaraknya yang jauh dari rumah tetangga serta dikelilingi oleh pagar, tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah itu terjadi.
Hanya ada satu rumah tetangga, bahkan jaraknya sekitar 20 meter.
Rahmat Kristiono, tetangga korban mengatakan, meskipun jaraknya cukup jauh, ia sering melihat ibu korban.
"Saya sering melihat ibunya di depan rumah, terkadang sedang membersihkan," katanya sebagaimana dilaporkan dariSolo.com, Kamis (29/1/2026).
Korban diketahui sebagai istri pemilik usaha sate kambing di Singkawang, Kalimantan.
Kesaksian Kadus
Pencurian ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 15.30.
Warga yang mencurigai kemudian pergi ke rumah korban dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
Ditemukan, korban meninggal dengan tubuh berlumuran darah di dalam rumah.
Kepala Desa (Kadus) Pengkol, Sarjono menyampaikan, menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 15.30.
Setelah mendengar berita, pihak terkait segera pergi ke tempat kejadian.
"Saya tiba di sini sudah banyak warga. Petugas dari Polsek maupun Polres juga telah tiba," kata Sarjono.
Ia menambahkan, ibu korban yang mengalami cedera serius telah dibawa ke rumah sakit.
"Ibunya juga telah dibawa ke rumah sakit," tambahnya.
Sarjono mengatakan, korban meninggal adalah anak kedua dari keluarga tersebut.
"Yang meninggal adalah anaknya yang nomor dua," katanya.(*)
Sumber Solo.com