Bengkalispos.com- Khutbah Jumat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan salat Jumat. Ia bukan hanya sekadar prosesi ritual ibadah, tetapi menjadi sarana utama untuk memberikan nasihat, memperkuat keyakinan, serta mengingatkan umat Islam agar selalu berada di jalur ketakwaan.
Melalui pidato pengajian, nilai-nilai Al-Qur'an dan ajaran Nabi ditampilkan secara nyata untuk membimbing umat dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik yang berkaitan dengan ibadah maupun aspek sosial masyarakat.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Mojokerto, kali ini membahas mengenai keistimewaan malam Nisfu Syaban sebagai salah satu momen penting yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-Nya.
Disebutkan bahwa malam pertengahan bulan Sya'ban adalah waktu yang penuh dengan rahmat, pengampunan, dan kesempatan besar untuk meningkatkan ibadah, doa, serta memperbaiki hubungan sesama manusia.
Topik khutbah ini adalah "Menghidupkan Malam Nisfu Syaban melalui Kebaikan dan Ketulusan", sebagaimana disampaikan dalam dalil Al-Qur'an, hadis Nabi, serta penjelasan para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah.
Berikut adalah isi khutbah Jumat selengkapnya:
Khutbah Pertama
Alhamdulillah, Raja yang Adil, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad, pemimpin keturunan Abdul Muththalib, beserta keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya sepanjang masa. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang terlepas dari bentuk, arah, waktu, dan tempat.
dan bersaksi bahwa tuan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang akhlaknya adalah Al-Qur'an
Selanjutnya, hamba-hamba Allah yang murah hati, sesungguhnya saya menasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah yang murah, yang berfirman dalam kitab-Nya Al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah serta sembahlah Tuhanmu dan lakukanlah kebaikan agar kalian beruntung."
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Memulai khutbah pada siang yang penuh berkah ini, khatib menasihati kita semua, khususnya dirinya sendiri, untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang layak dan pantas disembah, Pencipta segala sesuatu, yang mengatur segala kejadian, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak memerlukan apapun, serta berbeda dari segala sesuatu. Ia tidak membutuhkan tempat maupun arah, serta Mahasuci dari bentuk dan ukuran.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Tidak lama lagi kita akan menyambut malam yang penuh dengan keistimewaan, kemuliaan, dan berkah. Malam tersebut adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yang dikenal juga sebagai malam nishfu Sya’ban. Pada tahun 1446 H, malam nishfu Sya’ban jatuh pada hari Kamis malam Jum’at minggu depan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Allah Ta’ala berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, bersujudlah dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kalian berhasil.
Maknanya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertekuklah, bersujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; serta lakukanlah kebaikan, agar kalian berhasil" (QS al Hajj: 77)
Dalam ayat ini, Tuhan Yang Maha Suci memerintahkan orang-orang yang beriman untuk melakukan perbuatan terbaik setelah iman, yaitu shalat. Allah menyuruh orang-orang beriman agar mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai bentuk ibadah. Allah memerintahkan mereka untuk berbuat baik, dan dengan demikian mereka akan meraih keberuntungan di akhirat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyediakan banyak pintu kebaikan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman sebagai bentuk rahmat dari Allah kepada mereka. Allah juga menciptakan waktu-waktu yang bernilai agar pada masa tersebut seorang muslim berusaha memperoleh bekal untuk kehidupan akhiratnya. Ayat 77 dalam Surat Al-Hajj merupakan bukti umum bahwa kita dianjurkan untuk melakukan berbagai perbuatan baik kapan saja dan di mana saja, termasuk pada malam nishfu Sya'ban.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika malam pertengahan bulan Syaban tiba, maka bangunlah di malam hari dan berpuasalah pada siang harinya (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan dan Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
Maknanya: "Bila tiba malam Nishfu Sya'ban, maka jagalah malamnya dan berpuasalah pada siang harinya" (HR Ibnu Majah dalam as-Sunan dan al Baihaqi dalam Syu'ab al Iman)
Yaitu bangunlah sepanjang malam dan isi dengan shalat, bacalah surah Yasin atau surah-surah lain dalam Alquran, dzikir, doa, serta amal kebaikan yang lain. Doa di tengah malam, terutama pada sepertiga malam terakhir, merupakan ibadah yang mulia dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika malam Nisfu Syaban, seorang penyeru berseru, "Apakah ada orang yang meminta ampunan, maka Aku akan mengampuninya, apakah ada yang memohon, maka Aku akan memberikannya?" (Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)
Maknanya: "Ketika malam nishfu Sya’ban tiba, malaikat berseru menyampaikan dari Allah: apakah ada seseorang yang memohon ampun maka Aku akan mengampuninya, apakah ada seseorang yang meminta sesuatu maka Aku akan memberikan permintaannya" (HR al Baihaqi dalam Syu’ab al Iman).
Oleh karena itulah, Imam Syafi’i menegaskan dalam kitab al Umm:
Dan kami mendengar bahwa dikatakan bahwa doa akan dikabulkan dalam lima malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Syaban.
Kami menerima kabar bahwa dahulu pernah disampaikan bahwa doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam Idul Fitri, malam satu Rajab, dan malam nishfu Sya'ban.
Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra menyatakan:
Dan yang jelas adalah bahwa malam ini memiliki keistimewaan, dan di dalamnya terdapat pengampunan khusus serta doa dikabulkan khusus. Oleh karena itu, Syafi'i rahimahullah berkata bahwa doa akan dikabulkan di malam itu.
Kesimpulannya, malam nishfu Sya’ban memiliki keistimewaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta doa yang dikabulkan secara khusus. Dari sini, Imam Syafi’i menyatakan bahwa doa akan dikabulkan pada malam nishfu Sya’ban.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...
Mari kita manfaatkan pertengahan bulan Sya'ban dengan sebaik-baiknya. Mari kita meningkatkan jumlah shalat dan berbagai bentuk ketaatan lainnya pada malam harinya (malam ke-15 Sya'ban) serta berpuasa pada hari nishfu Sya'ban (hari ke-15 Sya'ban). Karena telah disebutkan dalam hadits yang sahih:
Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan Syaban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah atau berselisih (diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al-Thabrani, dan Al-Baihaqi).
Maknanya: "Allah memberikan rahmat kepada hamba-Nya (dengan rahmat yang istimewa dan penuh kemuliaan) pada malam nishfu Sya'ban, sehingga Ia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang memiliki permusuhan, dengki, serta benci terhadap sesama Muslim karena alasan dunia" (HR Ibnu Hibban, ath-Thabarani, dan al-Baihaqi).
Makna hadis ini adalah bahwa Allah memberikan keistimewaan pada malam nishfu Sya’ban, yaitu dengan memberikan rahmat khusus kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah mengampuni sebagian dosa bagi sebagian orang Muslim dan mengampuni seluruh dosa bagi sebagian yang lain. Sementara itu, orang-orang kafir dan musyrik tidak akan diampuni oleh Allah.
Sama halnya dengan musyahin, yaitu seseorang yang berada dalam persaingan, kebencian, dan permusuhan terhadap sesama Muslim karena urusan dunia. Oleh karenanya, marilah masing-masing dari kita memperbaiki hubungan dengan saudara seiman. Dan hendaknya setiap orang memaafkan, bersikap lapang hati, serta menghilangkan rasa iri dan benci dari hatinya sebelum malam nishfu Sya’ban tiba. Dengan demikian, semoga Allah memberikan rahmat dan mengampuni dosa-dosa kita.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Mari kita ikuti teladan para ulama salaf yang memuliakan malam Nishfu Syaban dan aktif beribadah pada malam tersebut. Ibnu Rajab al Hanbali menyampaikan dalam kitab Latha’if al Ma’arif:
Para tabi'in yang berasal dari kalangan penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma'dan, Mak-hul, Luqman bin 'Amir dan yang lainnya selalu memuliakan malam nishfu Sya'ban serta aktif beribadah pada malam tersebut. Dari mereka, umat Islam mengetahui keistimewaan malam itu dan memuliakannya. Hal serupa juga dilakukan oleh para ahli ibadah di kota Basrah dan wilayah lainnya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Akhirnya, kami ingin sedikit menyentuh satu isu terkait aqidah yang harus kita percaya. Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah sepakat menyatakan bahwa takdir dan kehendak Allah tidak berubah karena doa seseorang atau amal sedekah yang dilakukan, baik pada malam Nishfu Sya'ban maupun di waktu-waktu lainnya.
Kita diperintahkan untuk berdoa, yang utamanya adalah menunjukkan rasa tunduk dan patuh kepada Allah subhanahu wata’ala. Jika doa seseorang sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah, maka permintaan hamba akan tercapai. Namun, jika doa hamba tidak sejalan dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah, maka permintaannya pasti tidak akan terwujud. Akan tetapi, hamba tersebut telah mendapatkan pahala dari ibadah yang dilakukannya, yaitu berdoa. Inilah makna firman Allah subhanahu wata’ala:
Saya memenuhi panggilan yang memanggil ketika dipanggil
Artinya, Tuhan pasti akan memberikan balasan kepada setiap orang yang berdoa dengan tulus dan ikhlas kepada-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks yang diberikan: 1. Demikianlah khutbah singkat pada siang hari yang penuh berkah. Semoga bermanfaat dan memberikan keberkahan bagi seluruhnya. Amin. 2. Inilah khutbah singkat yang disampaikan pada siang hari yang penuh keberkahan. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. 3. Khutbah singkat ini disampaikan pada siang hari yang penuh berkah. Semoga dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Amin. 4. Sebagai penutup, khutbah singkat ini disampaikan dalam suasana siang yang penuh keberkahan. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua. Amin. 5. Demikian khutbah singkat yang disampaikan pada siang hari yang penuh keberkahan. Semoga bisa menjadi manfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.
Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya dan kalian, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.
Khutbah II
Alhamdulillah wa kafya, aku shalat dan salam atas junjungan kami Muhammad yang terpilih, serta atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang setia. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa junjungan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.
Selanjutnya, wahai orang-orang yang beriman, saya menasihati kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian dengan perintah yang besar, yaitu memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi-Nya yang mulia. Ia berfirman:
Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, shalatkah kalian kepadanya dan sampaikan salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, berilah shalawat kepada tuan kami Muhammad dan kepada keluarga tuan kami Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada tuan kami Ibrahim dan kepada keluarga tuan kami Ibrahim, serta berkahilah tuan kami Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada tuan kami Ibrahim dan keluarganya. Dalam seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, ampunilah para muslim dan muslimah, para mukmin dan mukminah yang masih hidup serta yang telah meninggal, Ya Allah jauhkanlah dari kami bencana, kenaikan harga, wabah penyakit, perbuatan keji, kemungkaran, aniaya, berbagai bentuk kekerasan, kesulitan, dan cobaan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, khususnya dari negeri kami ini dan secara umum dari negeri-negeri kaum muslimin. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat baik, serta memberi kepada kerabat dekat. Ia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian, semoga kalian ingat.
Maka ingatlah Allah yang Maha Besar, niscaya Dia akan mengingat kalian, dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.
Berikut adalah materi khutbah Jumat Nisfu Syaban pada kesempatan ini, semoga memberikan manfaat. ***