Kiai Merah Purworejo Nikahkan Putrinya, Mahar Truk Tempur Tunjukkan Kesungguhan Menantu -->

Kiai Merah Purworejo Nikahkan Putrinya, Mahar Truk Tempur Tunjukkan Kesungguhan Menantu

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

PURWOREJO, Bengkalispos.com- Pernikahan putra dari Kiai Muhammad Eddy Suryanto -yang akrab disapa Kiai Merah-, seorang tokoh agama di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terlihat berbeda dan menarik.

Tidak heran, biaya yang dikeluarkan untuk sebuah truk tempur.

Pesta pernikahan Muhammad Nadhif, anak dari Abdul Latif dan Asiyah, dengan Maratus Sofiah, putri Kyai Merah dan almarhumah Dwi Siwi Yulianti dihadiri oleh ratusan tamu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka memenuhi rumah pengantin perempuan untuk menghadiri acara besar yang diselenggarakan bersamaan dengan pesta pernikahan putri Kiai Merah.

Seluruh rangkaian kegiatan disajikan dengan nuansa keagamaan melalui pengajian besar.

Tidak hanya kegembiraan acara, salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah ketika mempelai pria memberikan mahar berupa kendaraan truk tempur Hino, yang langka ditemukan dalam tradisi pernikahan biasanya.

Truk Perang Memiliki Makna Simbolis

Kyai Merah menegaskan bahwa mahar truk tempur tersebut sama sekali bukan dimaksudkan untuk menonjolkan nilai materi.

Menurutnya, mahar memiliki makna simbolis yang lebih dalam, khususnya sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu dan perjuangan.

"Sebenarnya ini bukan tentang nilai kendaraannya. Saya bangga karena anak saya hafal Al-Qur'an 30 juz dan kitab Alfiyah. Menantu saya juga hafal Al-Qur'an. Mahar ini dibuat unik sebagai tanda cinta dan keseriusan menantu saya terhadap putri saya," kata Kyai Merah dalam pernyataan resminya pada Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, truk tempur tersebut memiliki makna sejarah dan filosofis sebagai lambang perjuangan, ketangguhan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga.

Permintaan mahar itu juga diterima oleh menantu dengan tulus hati.

Dalam pesan khusus untuk kedua mempelai, Kyai Merah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ilmu dan sopan santun yang telah didapat selama menempuh pendidikan di pesantren.

"Langkah maju harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tetap berada di jalur yang telah diajarkan oleh para guru, kiai, habaib, dan ulama. Jangan pernah lelah berjuang, teruslah menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran," ujarnya.

Pengajian Dihadiri Sejumlah Tokoh

Acara pengajian besar yang menyertai pernikahan ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional dan ulama.

Di antaranya KH Agus Sahnun Thoifur, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kedungsari, yang menyampaikan ceramah tentang kepentingan ketekunan,andap asordan semangat perjuangan dalam menjalani kehidupan.

Juga hadir Brigjen Pol (Purn) Drs. Erwin Chahara Rusmana, Konsultan Khusus Presiden di Bidang Politik dan Keamanan.

Di dalam pesannya, ia memanggil para santri dan ulama untuk ikut serta aktif dalam membentuk kehidupan berbangsa dan bernegara dengan nilai-nilai moral dan nasional.

Selain tokoh nasional, acara ini juga dihadiri oleh para ulama dari berbagai wilayah, habaib, tokoh masyarakat, serta kelompok-kelompok keagamaan.

TerPopuler