
Bengkalispos.com- Konten yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang menampilkan pengakuan dari penjual es kue yang viral, yaitu Suderajat atau dikenal sebagai Babeh Ajat mengenai status tempat tinggalnya justru menimbulkan dampak yang panjang. Alih-alih memicu rasa simpati, video tersebut justru memicu gelombang kekecewaan dari warganet.
Banyak netizen mengungkapkan kekecewaan mereka setelah mengetahui bahwa Suderajat ternyata berbohong dengan mengaku menyewa rumah, padahal sebenarnya tinggal di rumah milik sendiri. Ia sebelumnya viral setelah dituduh menjual es kue dengan bahan spons dan mengalami fitnah serta intimidasi dari aparat.
Kolom komentar di kanal YouTube KDM dipenuhi dengan tanggapan yang tajam. Banyak netizen menganggap Suderajat telah menciptakan narasi yang menyedihkan dan tidak sepenuhnya benar.
Contoh akun @sumarnoklemer7261 menulis, "Aku yakin seluruh pengguna internet pasti kecewa dengan penjual es ini. Jujur aku sudah tidak menghargai."
Komentar serupa datang dari @theviralers yang menyebut Suderajat sebagai "pembohong hebat" karena cara meminta bantuanannya dianggap lembut namun menipu.
Rasa kekecewaan juga disampaikan oleh netizen lain yang sebelumnya merasa kasihan. Akun @dheadwi-rv7ob mengatakan bahwa rasa empati yang sempat muncul justru berubah menjadi marah setelah melihat video penjelasan tersebut. Mereka menilai kejujuran merupakan hal penting jika ingin mendapatkan bantuan tulus dari orang lain.
"Tidak perlu seperti itu, jadilah dirimu sendiri," tulisnya.
Banyak orang juga mengkritik perilaku Suderajat yang dianggap sengaja "menghilangkan" kisah tentang hadiah dari orang tua, agar berharap mendapatkan bantuan yang baru.
Akun @ErikEfendi-i2o menggambarkan tindakan tersebut sebagai sikap yang tidak sopan dan merusak kepercayaan masyarakat. Sementara akun @gusyaman3497 secara jelas menilai ketidakjujuran Suderajat membuat rasa hormat publik berkurang.
Meski tidak secara langsung merespons dampak dari kontennya, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menghina atau mempermalukan Suderajat di ruang publik.
Ia mengatakan, video tersebut dibuat sebagai bentuk penjelasan sekaligus pembelajaran mengenai pola pikir.
"Saya tidak bermaksud menyakiti dan merendahkan, tetapi ada pola pikir yang perlu diubah," tulis KDM saat memposting konten bersama Suderajat itu.
Ia juga memberi peringatan tajam mengenai kebiasaan berbohong.
"Hati-hati Beh, banyak berbohong akan membawa sial," tambahnya.
Sebelumnya, kisah sedih menimpa Suderajat, 49 tahun, seorang penjual es kue (es gabus) dari Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Niatnya mencari penghidupan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, malah menjadi korban kekerasan dari aparat setelah menjual dagangan yang menggunakan bahan spons berbeda.
Peristiwa yang menimbulkan trauma terjadi pada hari Sabtu, 24 Januari 2026. Suderajat dipaksa oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, bahwa es kue yang dia jual bukan terbuat dari bahan makanan.
Sudrajat mengungkapkan bahwa tindakan intimidasi itu dimulai ketika dirinya didekati oleh dua orang tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Ia kemudian dipaksa mengakui tuduhan yang tidak memiliki dasar terkait bahan baku dagangannya.
"Saya berdagang es kue. Kejadian terjadi pukul 10. Dia meminta mengakui bahwa es kue berasal dari spon bedak," kata Suderajat dilansir dari Radar Bogor (Bengkalispos.comGroup), Selasa (27/1).