
BADAN Keamanan Laut Filipinakembali menemukan 11 jenazah setelah kejadian kapal feri penumpang dan kargo Trisha Kerstin 3 tenggelam pada hari Kamis. Sekarang, jumlah korban meninggal menjadi 29 orang, menurut laporanRappler.
Sebelumnya dilaporkan bahwa 18 orang meninggal dalam kejadian tersebut.
Temuan tersebut terjadi pada hari Kamis pukul 01:50 waktu setempat (00:50 WIB), sekitar 2,75 mil laut dari komunitas pulau Baluk-Baluk, berdasarkan laporanPhilippine News Agency. Tim penyelam yang diturunkan terdiri dari 19 anggota.
Petugas Pantai Filipina (PCG) menyatakan bahwa jenazah yang diangkat oleh stafnya dari BRP Tubbataha termasuk seorang anak dan seorang anggota kru dari Trisha Kerstin 3. Tujuh di antara mereka yang meninggal adalah perempuan.
Jenazah tersebut akan diantar terlebih dahulu ke Kota Isabela guna dilakukan pemeriksaan forensik sebelum dipindahkan ke Kota Zamboanga.
Pada hari Selasa, 27 Januari, pihak berwenang menyatakan bahwa 10 orang masih hilang setelah kapal feri Trisha Kerstin3 tenggelam di lepas pantai Basilan, namun temuan 11 jenazah menunjukkan bahwa perhitungan sebelumnya mungkin terlalu rendah dalam menentukan jumlah orang yang hilang.
Kapal Feri yang dimiliki oleh Aleson Shipping Lines, yang bermarkas di Kota Zamboanga, tenggelam sekitar pukul 01.50 pagi pada hari Senin, 26 Januari, sekitar 2,75 mil laut di sebelah timur laut Hadji Muhtamad, Pulau Baluk-Baluk.
Kedutaan Besar Rusia di Filipina menyampaikan kepadaRIA Novosti seperti dikutip Antara bahwa tidak ada warga negara Rusia yang tewas dalam kejadian tersebut.
Para perwira diplomat saat ini sedang bekerja sama dengan pihak berwenang setempat, katanya.
Feri M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam pada hari Senin (26/1) malam di sekitar perairan Provinsi Basilan akibat dugaan kendala teknis. Kapal ini diketahui mengangkut 332 penumpang dan 27 kru.
Dampak Penghentian Operasi Kapal
Wali Kota Sitti Djalia Turabin-Hataman dari Kota Isabela, Basilan, menyatakan penghentian operasi seluruh armada penumpang Aleson berdampak besar terhadap perjalanan serta kegiatan ekonomi kota dan daerah sekitarnya.
Namun, Hataman menyampaikan, "Ini adalah ketidaknyamanan yang wajib diterima. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama."
Sebelum armada berhenti beroperasi, dua kapal penumpang dan kargo Aleson mengangkut penumpang serta barang di rute Kota Isabela-Kota Zamboanga dengan empat kali perjalanan pulang pergi setiap hari. Sementara itu, dua kapal lainnya beroperasi di rute Kota Lamitan-Kota Zamboanga, juga dengan empat kali perjalanan pulang pergi setiap hari.
Kedua kota tersebut menjadi pusat perdagangan utama dari 11 kota yang ada di Basilan, dua di antaranya merupakan kota kecil di pulau.
Kota Lamitan mengalami dampak negatif karena Aleson merupakan satu-satunya perusahaan pelayaran yang melayani wilayah tersebut. Namun, Kota Isabela memiliki layanan dari Montenegro Shipping Lines yang bermarkas di Batangas.
Antrian yang panjang terlihat di kantor penjualan tiket Montenegro Shipping Lines dan Weesam Express, baik di Kota Zamboanga maupun Kota Isabela, setelah Kementerian Perhubungan menghentikan seluruh armada penumpang Aleson pada hari Selasa, 27 Januari.